"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Tiga Menteri Prabowo yang Dikenal SBY, Termasuk Kontingen TNI Pertama di Lebanon, Lulusan Terbaik

Presiden ke-6 RI, SBY Menyinggung Tiga Menteri Prabowo yang Pernah Bertugas di Lebanon

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan pernyataan penting mengenai tiga menteri dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto. Ketiga menteri tersebut merupakan bagian dari kontingen pertama TNI yang dikirim ke Lebanon untuk menjalankan misi perdamaian PBB. Mereka juga pernah menjadi prajurit TNI yang bertugas dalam operasi penjaga perdamaian di wilayah tersebut.

Misi perdamaian PBB di Lebanon, yang dikenal dengan nama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), telah menjadi penugasan terlama yang pernah dilakukan oleh TNI di bawah bendera PBB. SBY menegaskan bahwa ketiga menteri tersebut adalah bagian dari kontingen Indonesia yang pertama kali ditugaskan ke Lebanon pada tahun 2006. Sejak saat itu, sudah tercatat sebanyak 19 kali pergantian kontingen dengan masa tugas rata-rata satu tahun.

Di akun X (dulu Twitter), SBY menulis, “Untuk diketahui, 3 orang anggota kabinet Presiden Prabowo adalah bagian dari kontingen Indonesia tersebut, yaitu Kapten Kav Muhammad Iftitah Sulaiman, Lettu Inf Agus Harimurti Yudhoyono, dan Lettu Kav Ossy Dermawan.” Dengan demikian, ia mengungkapkan sejarah panjang TNI di Lebanon hingga saat ini.

Namun, SBY juga mengingatkan bahwa situasi di Lebanon kini semakin berbahaya. Pasukan Israel telah maju sejauh 7 km dari “Blue Line”, zona aman yang biasanya menjadi batas antara Lebanon dan Israel. Hal ini membuat para penjaga perdamaian lebih rentan terhadap serangan aktif dari konflik yang sedang berlangsung.

Rekam Jejak dan Profil Tiga Menteri Prabowo

Berikut adalah profil singkat dari tiga menteri Prabowo yang pernah menjadi kontingen TNI di Lebanon:

1. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara

Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara lahir di Banten pada 10 Maret 1977. Ia adalah seorang pengusaha dan purnawirawan TNI AD. Sebelum memasuki dunia sipil, Iftitah banyak menjalani tugas militer. Ia lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1999 dan pernah menjadi Komandan Peleton di Yonkav 8-Tank/Kostrad hingga menjadi Perwira Seksi Operasi.

Iftitah juga pernah ditugaskan di Aceh untuk membentuk satuan baru, Yonkav 11/Kodam Iskandar Muda. Pada 2006, Iftitah terpilih sebagai penjaga perdamaian di Lebanon melalui Kontingen Garuda-XXIII A/UNIFIL. Ia juga pernah menjadi perwakilan UNIFIL dalam Hari Nasional Italia tahun 2007 di Roma Italia.

Setelah 20 tahun berkarier di militer, Iftitah memilih pensiun dini pada 2018 dengan pangkat Letnan Kolonel. Ia bergabung dengan Partai Demokrat dan kini menjabat sebagai Menteri Transmigrasi di Kabinet Merah Putih sejak 21 Oktober 2024.

2. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY adalah putra sulung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia lahir di Bandung pada 10 Agustus 1978 dan saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Indonesia.

AHY pernah menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang merangkap Kepala Badan Pertanahan Nasional selama era pemerintahan Jokowi. Sebelum masuk ke dunia politik, AHY berkarier di militer selama 16 tahun. Ia lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 dan pernah menjalani tugas operasi pemulihan keamanan di Aceh pada 2002.

Pada 2006, AHY ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di Lebanon. Setelah 16 tahun berdinas di militer, ia memilih pensiun dini pada 2016 dengan pangkat Mayor. Ia kemudian mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

3. Ossy Dermawan

Ossy Dermawan lahir di Jakarta pada 9 November 1976. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang merangkap Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Ossy lulusan sekolah perwira karier TNI dan pernah menempuh pendidikan di Norwich University, Military School of Vermont, Amerika Serikat.

Ia lulusan terbaik dari Akademi Militer swasta tertua di Amerika pada tahun 2000 dan merupakan orang asing lulusan terbaik pertama sejak universitas tersebut pada 1819. Pada 2006, Ossy ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di Lebanon dan mendapatkan Medali dari PBB atas pengabdiannya.

Setelah 17 tahun berdinas di militer, Ossy memilih pensiun dini pada 2018 dengan pangkat Mayor. Ia kemudian menjadi staf pribadi SBY sebelum bergabung dengan Partai Demokrat dan dilantik sebagai Wakil Menteri pada 21 Oktober 2024.




Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *