Barcelona Melepas Marc-Andre Ter Stegen ke Girona
Barcelona mengambil keputusan untuk melepas kiper andalannya, Marc-Andre Ter Stegen, ke klub rival di wilayah Catalunya, Girona. Keputusan ini dilakukan setelah pihak klub memutuskan bahwa kiper berkebangsaan Jerman tersebut akan dipinjamkan hingga akhir musim 2025-2026.
Keputusan ini terkait dengan kedatangan pelatih baru, Joan Garcia, yang membuat pos penjaga gawang di kubu Los Cules menjadi sangat padat. Selain itu, Ter Stegen juga membutuhkan menit bermain agar bisa kembali dalam kondisi terbaiknya setelah pulih dari cedera panjang. Hal ini penting karena ia ingin tampil di Piala Dunia 2026.
Presiden Barcelona, Joan Laporta, memberikan pernyataan resmi mengenai keputusan ini. Ia menyampaikan harapan bahwa kepulangan Ter Stegen ke Camp Nou hanya bersifat sementara dan akan kembali setelah masa peminjamannya selesai.
“Kami (Barcelona) harap itu hanya ucapan ‘sampai jumpa lagi’,” ujar Laporta, dikutip dari Mundo Deportivo.
Ia menambahkan bahwa jika Ter Stegen ingin bermain di Piala Dunia, seperti yang disampaikan oleh pelatih Jerman, maka ia harus mendapatkan kesempatan bermain dalam pertandingan. “Jika tetap di sini (Barcelona), memulihkan diri dari cedera, akan membuat hal itu lebih sulit,” lanjutnya.
Laporta juga memastikan bahwa Ter Stegen masih memiliki kontrak di Camp Nou hingga 2028. Ia menegaskan bahwa keputusan ini adalah peminjaman sementara dan kiper tersebut tetap menjadi pemain Barcelona.
“Marc-Andre tahu bahwa Barca adalah rumahnya, bahwa ini adalah peminjaman hingga akhir musim,” tambah Laporta.
Ia berharap peminjaman Ter Stegen ke Girona berjalan mulus dan dapat membantu kiper tersebut meraih tujuannya. “Saya berharap yang terbaik untuk kapten hebat itu karena dia adalah orang yang luar biasa, orang yang hebat, selain menjadi kiper yang fantastis,” tutupnya.
Masalah Finansial Membuat Barcelona Memilih Peminjaman
Awalnya, Barcelona ingin melepas Ter Stegen secara permanen. Namun, besar gaji yang diterimanya, yaitu sekitar 15,6 juta euro atau setara 308 miliar rupiah per musim, menjadi kendala. Gaji yang tinggi ini membebani keuangan Barcelona yang sedang menghadapi masalah finansial akibat beberapa kasus pada masa kepemimpinan Josep Maria Bartomeu.
Untuk melepasnya secara permanen, Barcelona sempat menawarkan opsi pemutusan kontrak. Namun, Ter Stegen menolak dengan menuntut pembayaran gaji penuh sebesar 42 juta euro (Rp829 miliar) untuk kontraknya yang tersisa hingga 2028.
Aktivitas Transfer Barcelona yang Minim
Aktivitas transfer Barcelona pada jendela perpindahan pemain di tengah musim terbilang minim. Mereka hanya mendatangkan Joao Cancelo dari Al Hilal sebagai amunisi baru. Namun, Barcelona hanya meminjam sang pemain untuk memperkuat tim hingga Juni mendatang.
Alasan utama mereka melakukan kebijakan transfer semacam itu adalah karena fokus pada bursa transfer musim panas yang akan dibuka sekira Juli mendatang. Barcelona ingin memperkuat tiga posisi dalam tim mereka, termasuk lini belakang.
Mereka mencari bek bintang untuk meningkatkan daya saing para pemain yang sudah ada. Menurut Fichajes, Barca memiliki tiga kandidat untuk didatangkan sebagai bek baru musim depan. Salah satu yang paling diincar adalah Josko Gvardiol dari Manchester City.
Target Transfer Lainnya
Selain bek, Barcelona juga ingin memperkuat sektor tengah. Mereka lebih mengincar pemain yang bisa lincah bergerak membelah pertahanan dari sisi sayap. Saat ini, mereka memiliki Lamine Yamal dan Raphinha sebagai ancaman nyata.
Namun, Barcelona juga tertarik mendatangkan Marcus Rashford dari Manchester United. Meski Rashford telah menunjukkan performa yang baik, Barcelona masih keberatan dengan harga yang ditetapkan oleh klub pemiliknya, yaitu 30 juta Euro.
Akhirnya, Barcelona juga mencari pemain depan baru untuk menggantikan Robert Lewandowski. Nama yang paling disorot adalah Julian Alvarez dari Atletico Madrid. Meskipun kemampuan Alvarez tidak diragukan, masalah biaya tetap menjadi tantangan besar bagi Barcelona.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."










