"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

BWS Sumatera I Perbaiki Bendungan Pito Sa Tiro, Penanaman Padi di 5 Kecamatan Pidie Ditunda

Perbaikan Bendungan Pinto Sa Tiro Berdampak pada Petani di Lima Kecamatan

Perbaikan yang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I terhadap Bendungan Pinto Sa Tiro, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, menyebabkan suplai air dari bendungan tersebut terhenti. Hal ini berdampak langsung kepada para petani di lima kecamatan di wilayah tersebut, yang harus menunda jadwal tanam padi musim gadu.

Lima kecamatan yang terdampak adalah Glumpang Tiga, Glumpang Baro, Kembang Tanjong, Mutiara Timur, dan Tiro/Truseb. Selain itu, satu kecamatan di Pidie Jaya juga mengalami gangguan. Meski pengolahan tanah di areal sawah telah dilakukan oleh petani, mereka kini harus menunggu hingga perbaikan bendungan selesai agar bisa melanjutkan proses tanam.

Beberapa petani di Kecamatan Glumpang Baro bahkan sudah melakukan pengolahan tanah karena memasuki masa tanam gadu. Mereka menggunakan traktor untuk mempercepat proses penanaman. Namun, tiba-tiba mereka harus menunda rencana tanam akibat adanya surat dari BWS Sumatera I yang akan melakukan perbaikan Bendungan Pinto Sa Tiro.

Seorang petani di Glumpang Baro mengeluhkan ketidaksiapan pemerintah dalam memberitahu petani tentang perbaikan bendungan. “Pemerintah terlambat memberitahukan kepada petani, sehingga kami lebih dahulu mengolah tanah, yang kini harus ditelantarkan,” ujarnya.

Proses Perbaikan Bendungan dan Waktu Penyelesaian

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, Muntahar ST MAP, menjelaskan bahwa saat ini Bendungan Pinto Sa Tiro sedang diperbaiki oleh BWS Sumatera I karena mengalami kebocoran. Akibatnya, suplai air dari bendungan tersebut telah ditutup.

Menurut Muntahar, pekerjaan perbaikan bendungan dimulai pada tahun 2026 karena anggaran telah dialokasikan. Pada tahun 2025, dana untuk perbaikan bendungan tidak tersedia. “Makanya saat ini pekerjaan bendungan yang bocor itu sudah mulai dikerjakan. Kebocoran Bendungan Pinto Sa Tiro akan rampung dikerjakan selama 30 hari,” katanya.

Ia menambahkan bahwa meskipun pekerjaan pada Bendung Tiro cepat selesai dikerjakan, namun harus menunggu bangunan itu kering setelah dilakukan pengecoran. Saat ini, penggalian untuk pengecoran telah selesai dilaksanakan.

Permintaan Maaf dan Pengawasan dari Dinas Pertanian

Muntahar juga menyampaikan permintaan maaf kepada petani atas perbaikan Bendung Tiro, karena anggaran hanya tersedia pada tahun 2026. Ia berharap perbaikan ini dapat memberikan manfaat besar bagi petani, terutama dalam hal penyediaan air yang lebih lancar ke sawah-sawah.

Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie, Hasballah SP, menjelaskan bahwa penanganan perbaikan Bendungan Pinto Sa Tiro ditangani oleh Dinas PUPR Pidie. Pekerjaannya dilakukan oleh BWS Sumatera I, yang kini mulai dikerjakan.

Hasballah menegaskan bahwa Distanpang tetap mengawasi pekerjaan Bendungan Pinto Sa Tiro hingga selesai dikerjakan. Ia juga menyebutkan bahwa BWS Sumatera I sedang membersihkan sendimen di Bendungan Pinto Sa Tiro.

“Saya rasa manfaat dari perbaikan Bendung Tiro sangat besar dirasakan petani nantinya. Sebab, air yang disuplai dari Bendungan Pinto Sa Tiro akan mudah teraliri ke sawah petani,” ujarnya.

Dampak Terhadap Petani dan Kesiapan Masa Tanam

Perbaikan bendungan ini menyebabkan petani di lima kecamatan harus menunda jadwal tanam padi musim gadu. Meski demikian, para petani tetap berharap agar perbaikan ini dapat segera selesai agar aktivitas pertanian bisa kembali normal.

Petani juga berharap pemerintah lebih proaktif dalam memberi informasi tentang perbaikan infrastruktur yang berdampak pada kegiatan pertanian. Dengan begitu, petani dapat lebih siap dalam merencanakan tanam dan mengoptimalkan hasil panen.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *