JAKARTA – Film The Super Mario Galaxy Movie mencatatkan pembukaan terbesar tahun ini dengan pendapatan global sekitar Rp5,9 triliun dalam beberapa hari pertama. Film yang diproduksi oleh Illumination dan Nintendo ini menunjukkan kekuatannya di berbagai pasar dunia.
Dalam lima hari pertama, film ini berhasil mengumpulkan sekitar Rp2,9 triliun di seluruh dunia. Di Amerika Utara, pendapatannya mencapai sekitar Rp2 triliun pada akhir pekan. Sementara itu, pasar internasional memberikan kontribusi sekitar Rp2,9 triliun dari 80 negara. Perilisan film ini juga bertepatan dengan libur musim semi dan Paskah, yang turut memengaruhi jumlah penonton.
Data menunjukkan bahwa Meksiko menjadi pasar terbesar dengan kontribusi sekitar Rp460 miliar, diikuti oleh Inggris dan Irlandia masing-masing sekitar Rp310 miliar. Capaian ini menjadikan film ini sebagai salah satu debut terbesar sejak perilisan film blockbuster akhir tahun lalu. Meski begitu, angka pendapatannya sedikit di bawah film pertamanya yang mencatatkan pembukaan lebih tinggi pada 2023.
Film ini kembali dibintangi oleh pengisi suara ternama seperti Chris Pratt, Jack Black, Anya Taylor-Joy, dan Charlie Day. Penayangannya didukung oleh lebih dari 4.252 layar di Amerika Utara, termasuk 421 layar IMAX dan 1.345 layar premium.
CEO AMC, Adam Aron, menyatakan bahwa film ini menjadi salah satu tontonan yang mampu menarik penonton ke bioskop. Ia menilai film keluarga berskala besar masih menjadi daya tarik utama industri perfilman.
“Ini adalah jenis film hiburan luas yang mampu membawa penonton kembali ke bioskop,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dikutip dalam ABC News, Selasa (7/4/2026).
Meskipun hanya meraih sekitar 40 persen di Rotten Tomatoes, respons penonton justru lebih positif. Data menunjukkan bahwa penonton keluarga memberi nilai sempurna, sementara penonton umum memberi rating tinggi hingga A minus.
Presiden distribusi Universal, Jim Orr, menyebut capaian tersebut sebagai tanda kuat bahwa film ini akan bertahan lama di box office. Ia menilai performa ini berpotensi berlanjut hingga musim panas.
“Respons penonton seperti ini menunjukkan film akan memiliki performa panjang, tidak hanya di musim semi tetapi juga musim panas,” ujarnya.
Di sisi lain, film fiksi ilmiah Project Hail Mary turun ke posisi kedua setelah dua pekan memimpin box office. Film yang dibintangi Ryan Gosling ini menambah sekitar Rp470 miliar pada akhir pekan dan kini mencatat total global sekitar Rp6,7 triliun.
Posisi ketiga ditempati oleh film The Drama yang dibintangi Zendaya dan Robert Pattinson dengan pendapatan sekitar Rp220 miliar. Meskipun film ini mendapat ulasan lebih positif, respons penonton tidak sekuat film animasi tersebut.
Secara keseluruhan, data box office menunjukkan tren positif dengan kenaikan sekitar 30% dibanding tahun lalu. Analis menilai kehadiran film blockbuster menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan industri perfilman global.











