"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Opini  

Opini: Prapaskah, Kemanusiaan, dan Ekologi Integral

Spirit Prapaskah dalam Pemulihan Dunia

Pada masa prapaskah, kita diingatkan untuk melakukan tobat dan merenungkan kembali hubungan antara diri sendiri dengan Tuhan. Namun, pada masa ini, kita juga disadarkan akan realitas dunia yang terluka: bumi yang mengalami kerusakan akibat eksploitasi, serta martabat manusia yang terancam oleh berbagai bentuk ketidakadilan.

Masa prapaskah tidak hanya menjadi waktu untuk kesalehan pribadi, tetapi juga momen penting untuk pemulihan yang lebih luas—baik secara sosial maupun ekologis. Dalam konteks ini, tiga pilar utama prapaskah yaitu doa, puasa, dan derma memiliki peran yang sangat signifikan dalam memperbaiki luka dunia.

Doa: Mengembalikan Kesucian pada Setiap Ciptaan

Doa bukan sekadar komunikasi dengan Tuhan, tetapi juga merupakan jembatan untuk memulihkan hubungan antara Tuhan, sesama, dan alam ciptaan. Dengan berdoa, kita menyadari bahwa kehadiran Tuhan ada di setiap ciptaan. Ini membuat kita mengubah pandangan terhadap alam dan sesama.

Alam tidak lagi dilihat sebagai objek yang bisa dieksploitasi, melainkan sebagai sakramen yang menunjukkan kehadiran Tuhan. Begitu pula dengan sesama manusia, mereka tidak lagi dianggap sebagai musuh atau komoditas, tetapi sebagai saudara yang layak dihargai dan dilindungi. Dengan demikian, doa menjadi sarana untuk menciptakan persaudaraan dan kasih yang lebih besar.

Puasa: Membatasi Keserakahan yang Merusak

Puasa adalah cara untuk membatasi keserakahan yang sering kali menjadi akar dari berbagai krisis. Bukan hanya tentang menahan diri dari makan, tetapi juga tentang menjauhi perilaku yang merugikan sesama dan alam. Puasa membantu kita untuk sadar bahwa keluhuran martabat manusia dan keutuhan ciptaan harus menjadi prioritas.

Dengan puasa, kita belajar untuk hidup dengan lebih sederhana dan tidak mengambil lebih dari apa yang dibutuhkan. Ini membantu mengurangi tekanan terhadap bumi dan meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab terhadap sesama.

Derma: Mendistribusikan Keadilan

Derma bukan sekadar memberi uang atau barang, tetapi juga tentang mendistribusikan sumber daya secara adil. Hal ini melibatkan akses yang merata terhadap tanah, air, pendidikan, dan kesehatan. Derma juga berarti menghentikan praktik yang merampas hak-hak orang lain, seperti korupsi, upah rendah, atau penyerobotan ruang hidup masyarakat adat.

Selain itu, derma juga mencakup upaya memulihkan sesuatu yang telah rusak. Dalam konteks kemanusiaan, ini bisa berupa memulihkan martabat korban human trafficking atau korban perang. Dalam konteks ekologis, derma bisa berupa reboisasi, pengelolaan sampah, atau konservasi air dan tanah.

Relevansi Pilar-Pilar Prapaskah

Relevansi dari doa, puasa, dan derma dalam kehidupan sosial dan ekologis sangat besar. Namun, hal ini hanya mungkin terwujud jika prapaskah tidak hanya dijadikan momen penyucian diri, tetapi juga titik awal untuk merestorasi wajah dunia yang terluka. Dengan tindakan-tindakan sederhana namun radikal, kita dapat memperbaiki masalah-masalah yang muncul di sekitar kita.


Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *