Indonesia Gagal Capai Final BAC 2026
Tidak ada wakil Indonesia yang berhasil melangkah ke babak final Kejuaraan Bulutangkis Asia (BAC) 2026. Dua pasangan Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, terhenti di babak semifinal. Keduanya akhirnya meraih medali perunggu setelah kalah dari lawan-lawannya masing-masing.
Fajar/Fikri harus mengakui keunggulan pasangan Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju, dengan skor 13-21, 21-14, 16-21. Sementara itu, Tiwi/Fadia kalah dari pasangan China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dengan skor 10-21, 12-21. Hasil ini membuat puasa gelar Indonesia di ajang BAC berlanjut, setelah terakhir kali juara diraih oleh Jonatan Christie pada 2024.
Evaluasi dari Kekalahan
Setelah pertandingan, Fajar/Fikri menyampaikan evaluasi mereka. Mereka mengakui banyak kesalahan yang dilakukan selama laga, termasuk dalam penguasaan bola dan strategi permainan. Meskipun demikian, mereka memuji permainan Kang/Ki yang tampil sangat solid dan tangguh.
“Alhamdulillah pertandingan hari ini berjalan dengan lancar meskipun jauh dari harapan untuk memenangkan pertandingan, tetapi kami sudah berjuang di partai hari ini,” ujar Fajar.
Ia juga menambahkan bahwa kesalahan yang terjadi menjadi pelajaran berharga untuk masa depan. “Lawan bermain sangat baik terutama defense-nya sangat luar biasa. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami,” tambahnya.
Di sisi lain, Tiwi/Fadia memuji permainan Liu/Tan yang sangat konsisten sejak awal hingga akhir pertandingan. Mereka mengakui bahwa performa mereka meningkat dibandingkan turnamen sebelumnya, meskipun hasilnya hanya sebatas medali perunggu.
“Mereka sangat konsisten dari awal sampai akhir, sudah sangat siap mau main seperti apa. Polanya benar-benar sudah terbentuk, sementara kami mainnya ragu-ragu jadi kurang berani. Mereka lebih nekat hari ini daripada kami,” kata Tiwi.
Debut sebagai Pasangan Baru
Tahun ini menjadi debut bagi Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia sebagai pasangan di BAC. Meskipun begitu, ketiga pemain tersebut sebelumnya pernah tampil di BAC dengan pasangan yang berbeda. Fajar pernah berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto, sedangkan Fikri pernah bermain dengan Daniel Marthin. Untuk Tiwi, ia pernah bermain dengan Febriana Dwipuji Kusuma, dan Fadia pernah berpasangan dengan Apriyani Rahayu.
Ini menjadi medali perunggu pertama bagi Fikri, Tiwi, dan Fadia di BAC. Sementara untuk Fajar, ini adalah medali perunggu kedua setelah sebelumnya meraihnya pada edisi 2022 bersama Rian.
Puasa Gelar Indonesia Berlanjut
Dengan hanya meraih medali perunggu, maka puasa gelar Indonesia di pentas Asia berlanjut. Wakil Indonesia terakhir yang juara BAC adalah Jonatan Christie (tunggal putra) pada 2024. Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia mengulang catatan tahun lalu yang juga hanya bisa meraih medali perunggu.
Pada BAC 2025, medali perunggu diraih oleh Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (ganda putra) dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (ganda campuran). Setelah ditiadakan pada 2020 dan 2022 karena pandemi, tradisi gelar juara Indonesia sejak 2022 pun terhenti. Pada 2022, ganda putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan memenangkan gelar. Tahun 2023, tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting meraih gelar, dan pada 2024, Jonatan Christie menjadi juara.
Tradisi finalis di BAC juga berakhir setelah edisi 2018 melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada 2019.
Kesimpulan
Meski gagal mencapai final, Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia tetap menjunjung tinggi semangat dan komitmen untuk terus berkembang. Hasil ini menjadi langkah awal untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya. Dengan evaluasi yang dilakukan, harapan besar diarahkan agar Indonesia bisa kembali meraih gelar di BAC pada tahun-tahun mendatang.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











