"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

Pemprov Kalbar Terima Bantuan Alat Karhutla Rp 3 Miliar

Penguatan Langkah Antisipasi Karhutla di Kalimantan Barat

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui berbagai upaya, termasuk patroli udara dan operasi modifikasi cuaca (OMC). Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel, menjelaskan bahwa sejak 14 April 2026, pihaknya telah mengerahkan patroli udara untuk memantau wilayah rawan karhutla, khususnya di Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya.

“Patroli udara sudah kita lakukan, dan juga akan dilakukan operasi modifikasi cuaca untuk pembasahan di area yang berpotensi terbakar, terutama di Kubu Raya dan sekitarnya,” ujarnya usai hadir dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Nasional 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis 16 April 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat turut memberikan dukungan berupa helikopter patroli guna mempercepat deteksi titik api, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui patroli darat. Selain itu, bantuan sarana dan prasarana penanggulangan bencana asap akibat karhutla juga telah diserahkan secara simbolis oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago kepada Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Kalbar, Judan dan perwakilan TNI / Polri.

“Bantuan ini berupa peralatan penanganan bencana karhutla dengan total anggaran kurang lebih Rp3 miliar, termasuk dukungan dapur umum,” jelas Daniel. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas bantuan yang diberikan, meskipun jumlahnya masih terbatas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat. Walaupun dari sisi jumlah masih terbatas, ini merupakan bentuk perhatian dalam rangka antisipasi karhutla yang masih terjadi,” tambahnya.

Untuk dukungan udara, saat ini disiagakan satu unit pesawat OMC dan satu unit helikopter patroli, dengan kesiapan hingga dua unit tambahan serta dukungan pesawat water bombing. Daniel menambahkan, OMC telah dilakukan sejak karhutla menunjukkan peningkatan. Pemprov Kalbar juga menggelar operasi modifikasi cuaca pada 14–18 April 2026 dengan metode penyemaian garam guna memicu hujan.

“Tujuannya untuk membasahi lahan gambut yang berpotensi terbakar. Untuk jumlah garam yang sudah ditabur, kami masih menunggu laporan dari petugas, biasanya disampaikan saat briefing di BPBD,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, penunjukan Kalbar sebagai tuan rumah apel kesiapsiagaan karhutla nasional tidak lepas dari tingginya angka kebakaran di daerah tersebut. “Untuk Maret, Kalbar masih peringkat pertama luas lahan terbakar. Sementara Januari–Februari sudah mencapai lebih dari 10 ribu hektare. Karena itu, Kalbar menjadi prioritas nasional untuk dilakukan antisipasi.”

Saat ini, status Kalbar masih berada pada level siaga bencana asap akibat karhutla. Artinya, potensi kebakaran sudah ada dan kejadian telah terjadi di beberapa lokasi, namun masih dapat dikendalikan. “Jika nanti kebakaran semakin masif dan dampak asap meluas, maka status bisa ditingkatkan menjadi tanggap darurat bencana,” pungkasnya.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *