"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Google Terancam Harus Bayar Rp437 Miliar Setiap Tahun ke Dunia Pers dalam Afrika Selatan

Google Terancam Harus Bayar Rp437 Miliar Setiap Tahun ke Bumi Pers di Afrika Selatan

dailybalikpapan.com – JAKARTA – Google terancam sanksi dari Komisi Persaingan Usaha dalam Afrika Selatan (Afsel) , akibat adanya dugaan monopoli bidang usaha . Google berpotensi dijatuhi denda 300 hingga 500 jt rand yang mana setara USD27 jt (Rp437 miliar dengan kurs Rp16.190 per USD).

Google terancam membayar denda Rp437 miliar terhadap media Afrika Selatan selama 3-5 tahun, akibat diduga menyebabkan hilangnya pendapatan. Ini adalah adalah temuan dari laporan sementara Media Massa and Digital Platforms Market Inquiry (MDPMI) Komisi Persaingan Usaha Afrika Selatan, yang dirilis pada hari Senin, waktu setempat.

Laporan itu menyerukan adanya sanksi terhadap mesin pencari seperti Google lalu situs media sosial seperti Meta. MDPMI dibentuk kemudian diberdayakan oleh Komisi untuk melakukan penyelidikan apakah ada layanan yang dimaksud dapat menjaga dari kemudian menghambat persaingan pada lanskap media Afrika Selatan.

Temuan sementara dari penyelidikan aktivitas pasar, Komisi Persaingan Usaha Afrika Selatan menyatakan bahwa algoritma pencarian Google menciptakan distorsi persaingan di dalam antara perusahaan media.

Anggota panel di area komisi tersebut, Paula Fray menjelaskan, Google memainkan peran utama pada membantu serta merugikan perusahaan media di dalam Afrika Selatan. Dia menjelaskan, bahwa Google menerima pemasukan antara R800 hingga R900 jt dari konten berita di tempat Afrika Selatan.

Sementara itu mesin pencari, dinilai menyebabkan kerugian sekitar R160 hingga R200 jt untuk media Afrika Selatan. “Penilaian kami adalah akibat ketidakseimbangan, ada kerugian sekitar R300 hingga R500 jt per tahun,” kata Fray.

Dalam penyelidikan diungkapkan algoritma yang disebutkan lebih besar sejumlah menampilkan berita dari media global pada Afrika Selatan pada hasil pencarian dan juga bagian berita utama. Sedangkan media lokal kemudian komunitas berbahasa area kurang terwakili.

MDPMI menemukan bahwa mayoritas orang Afrika Selatan menggunakan media sosial sebagai sumber berita utama mereka. Laporan yang dimaksud menerangkan, bahwa media seperti X, TikTok, Meta, kemudian YouTube mengupayakan konsumsi berita dalam negara tersebut.

Fray mengungkapkan bahwa Meta kemudian X sudah menurunkan prioritas postingan Afrika Selatan dengan tautan juga ini menurunkan lalu lintas rujukan. Laporan itu juga menemukan bahwa outlet berita dalam Afrika Selatan harus berjuang untuk memonetisasi penayangan dalam YouTube secara khusus.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *