"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Semen Padang Hampir Malu di Kandang, Dejan Antonic Soroti Kesalahan yang Bikin Tertinggal 2 Gol

Semen Padang FC Bangkit dari Kekalahan untuk Imbang 2-2 Lawan Malut United

Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya setelah mampu membalikkan keadaan dalam pertandingan melawan Malut United. Pada lanjutan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026, tim yang bermarkas di Stadion Haji Agus Salim berhasil meraih hasil imbang 2-2.

Pertandingan ini berlangsung sangat menarik dan penuh drama. Meskipun tertinggal 0-2 di babak pertama, Semen Padang mampu bangkit dan mencetak dua gol balasan di babak kedua. Perubahan strategi dan permainan yang lebih agresif menjadi kunci keberhasilan tim dalam memperbaiki situasi.

Evaluasi dan Perubahan Formasi

Dejan Antonic mengakui bahwa dua gol awal yang tercipta dari kesalahan pertahanan timnya membuat mereka tertinggal. Ia menyatakan bahwa tim tamu memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. Namun, ia tidak ragu untuk melakukan evaluasi segera setelah jeda.

“Kita ubah sistem dari 4-3-3 ke 4-1-4-1. Kita ambil risiko, hanya pakai satu gelandang bertahan, karena kita mau tambah kekuatan di depan. Puji Tuhan itu kasih hasil yang bagus,” ujar Dejan.

Perubahan formasi tersebut terbukti efektif. Semen Padang mampu menciptakan peluang-peluang emas dan akhirnya mencetak dua gol balasan. Dengan hasil ini, tim mampu memaksakan skor imbang 2-2.

Komentar dari Pemain

Alhasan Wakasso, salah satu pemain Semen Padang FC, menyebutkan bahwa satu poin yang diraih tetap penting bagi persiapan laga berikutnya. Ia mengatakan bahwa performa tim di babak kedua lebih baik dibandingkan babak pertama.

“Saya pikir kita bermain cukup baik. Babak pertama mungkin tidak terlalu bagus, tapi babak kedua kita lebih baik. Pergantian pemain membantu tim. Satu poin ini penting, dan kita harus pikir bagaimana laga berikutnya bisa dapat tiga poin,” ujar Wakasso.

Jalannya Pertandingan

Di babak pertama, Semen Padang FC sempat tertinggal 0-2 akibat dua gol yang tercipta dari kesalahan pertahanan. Di babak kedua, pelatih langsung melakukan pergantian pemain untuk meningkatkan daya gedor. Firman ditarik keluar dan digantikan Maicon, Ravy Tsouka digantikan Kazaki, serta Ripal keluar dan diganti Rian.

Pada menit ke-49, Semen Padang mendapatkan peluang emas. Maicon melepaskan umpan silang, namun tidak ada pemain yang mampu menyambut bola. Tiga menit kemudian, Malut United mendapatkan tendangan bebas di dalam kotak penalti, tetapi eksekusi tersebut hanya membentur pagar hidup.

Pada menit ke-65, Malut kembali mengancam, namun sepakan salah satu pemainnya hanya membentur mistar gawang. Di menit ke-68, David Da Silva memiliki peluang emas, tetapi kiper Semen Padang, Rendy Oscario, berhasil menggagalkannya.

Gol Penyeimbang dan Drama Akhir

Pada menit ke-87, Semen Padang FC berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Kianz Froese. Setelah beberapa menit kemudian, Maicon mencetak gol penyeimbang melalui tendangan voli keras di injury time babak kedua. Gol ini sempat ditinjau oleh VAR, tetapi akhirnya disahkan oleh wasit.

Hasil imbang 2-2 ini menunjukkan mental yang kuat dari Semen Padang FC. Tim berhasil bangkit dari keterpurukan dan memastikan satu poin di kandang sendiri.

Persiapan untuk Laga Berikutnya

Dejan Antonic mengajak tim untuk segera mengalihkan fokus ke laga selanjutnya melawan Bhayangkara FC. Ia menyampaikan terima kasih kepada suporter yang terus memberikan dukungan hingga akhir pertandingan.

“Terima kasih untuk semua suporter yang datang dan tetap dukung kita saat tertinggal. Itu sangat berarti untuk pemain,” tutup Dejan.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *