Pelatih ganda putri yang baru ditunjuk oleh Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Zakry Latif, memiliki target untuk mengurangi perbedaan performa yang signifikan antara pasangan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dengan anggota tim nasional lainnya. Zakry, yang kembali ke BAM setelah 12 tahun, menyatakan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menutup celah antara pasangan teratas dan yang lainnya.
“Tantangan terbesar kami sekarang adalah menutup kesenjangan antara pasangan lain dan Pearly-Thinaah,” ujar Zakry setelah sesi latihan. Ia menjelaskan bahwa tugas tersebut tidak akan mudah karena banyak pemain masih dalam masa transisi dari peringkat junior.
“Beberapa dari mereka masih kurang pengalaman, tetapi saya percaya dalam satu atau dua tahun kita dapat menutup kesenjangan tersebut,” tambahnya. Tan/Thinaah, yang memenangkan Indonesia Masters bulan lalu, telah menjadi tulang punggung ganda putri Malaysia dalam beberapa musim terakhir, sehingga BAM mencari pasangan kedua yang bisa diandalkan.
Zakry menyebutkan bahwa meskipun beberapa pasangan menunjukkan tanda-tanda positif, konsistensi dan pengalaman di level tertinggi tetap menjadi area penting yang perlu diperbaiki. “Ada potensi dalam skuad, terutama di antara pasangan yang lebih muda, dan kita hanya perlu memoles mereka serta memberi waktu,” katanya.
Di antara pasangan yang menarik perhatiannya adalah Carmen Ting/Ong Xin Yee, yang berada di peringkat 25 dunia, serta Low Zi Yu/Noraqilah Maisarah Ramdan, peraih medali perak kejuaraan dunia junior. Zakry mengatakan bahwa hari pertamanya sebagai pelatih sebagian besar berfokus pada pengamatan, memahami gaya bermain individu, dan menilai pola taktik sebelum membuat keputusan apa pun.
“Hari ini saya fokus pada pemantauan pemain, mengenal permainan mereka, dan memahami kekuatan serta kelemahan mereka sebelum membuat keputusan apa pun,” ujarnya. Mantan spesialis ganda putra itu menekankan bahwa Malaysia perlu mengembangkan setidaknya dua atau tiga pasangan kompetitif yang mampu bersaing di panggung dunia.
“Jika kita ingin bersaing di level tertinggi, kita tidak bisa hanya mengandalkan satu pasangan. Kita membutuhkan kedalaman, seperti di ganda campuran, dan itulah yang akan kita upayakan,” tutur Zakry. Sebelumnya, direktur kepelatihan ganda BAM, Rexy Mainaky, ingin Zakry menggunakan pengalamannya sebagai mantan pemain kelas dunia untuk menjembatani kesenjangan antara ganda putri pelapis dan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.
Rexy, yang melatih Zakry hingga mencapai peringkat tertinggi dunia No. 4 pada 2009, percaya bahwa mantan pemain internasional itu akan memberikan dukungan penting kepada pelatih ganda putri, Rosman Razak. Saat Rosman fokus pada Tan/Thinaah yang berada di peringkat nomor 2 dunia, Zakry akan menjalankan program untuk pasangan cadangan, termasuk Carmen Ting/Ong Xin Yee yang berada di peringkat No. 25 dunia.
“Zakry dapat memberikan masukkan yang sangat positif kepada Rosman karena ia adalah salah satu pemain ganda terbaik selama kariernya,” kata Rexy. “Ia memiliki banyak pengalaman untuk dibagikan dan menginspirasi pasangan cadangan selain melatih mereka.”
Selama kariernya di bawah bimbingan Rexy, Zakry memenangkan empat gelar internasional bersama Fairuzizuan Tazari. Duo ini tetap menjadi pasangan Malaysia terakhir yang memenangkan Indonesia Open (2008) dan meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia 2009. Zakry, yang akan mulai bertugas pada 18 Februari, mengatakan bahwa tujuannya adalah memotivasi pemain muda dengan berbagi perjalanan kariernya di sirkuit internasional.
“Saya menghargai kepercayaan mantan pelatih saya, Rexy, kepada saya dan akan memberikan yang terbaik untuk menginspirasi pasangan cadangan,” ujar Zakry. Pelatih kelahiran Seremban ini adalah salah satu dari tiga penunjukan baru oleh BAM untuk memperkuat struktur nasional. Personel lainnya adalah pelatih tunggal junior Yeoh Kay Bin dan asisten pelatih tunggal putra Harry Hartono. BAM mengumumkan penunjukkan tiga pelatih baru untuk memperkuat struktur kepelatihan nasional pada Jumat (30/1/2026). Mereka adalah Harry Hartono sebagai pelatih tunggal putra senior, Yeoh Kay Bin sebagai pelatih tunggal putra junior, dan Mohd Zakry Abdul Latif sebagai pelatih ganda putri.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











