"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Kereta Api Bandara Tabrak Truk, Siswa SMA Kehilangan Ijazah

Kecelakaan Kereta Api Bandara Soetta Tabrak Truk Kontainer di Tangerang

Sebuah kecelakaan terjadi di perlintasan Stasiun Poris, Tangerang, Banten. Kereta Api Bandara Soetta menabrak truk kontainer yang menerobos palang pintu. Truk tersebut mengangkut benda berbentuk lingkaran dengan tampilan piringan tipis di tengahnya serta memiliki empat jendela persegi dan tali putih. Benda ini diketahui sebagai sekoci berwarna orange yang bertuliskan Pertamina.

Berdasarkan pantauan dari sumber lokal, truk kontainer tersebut terpental sejauh 100 meter dari lokasi kejadian. Sekoci berukuran besar ini ditemukan di tepi rel kereta api. Pada bagian samping sekoci terdapat tulisan Pertamina lengkap dengan logonya dan keterangan PHE ONWJ di bagian bawahnya. PHE ONWJ adalah singkatan dari Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java, anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi yang mengelola eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi di Laut Jawa.

Satu unit eskavator berukuran besar terlihat mengangkut sekoci setinggi tiga meter dari tepi rel ke lahan kosong yang ada di tengah-tengah Jalan Raya Benteng Betawi. Meski demikian, belum diketahui tujuan dari kontainer tersebut. Menurut Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, kontainer itu berisi muatan semen dalam jumlah banyak. “Kontainernya itu ada semen seperti bahan untuk angkutan dan saat ini sedang dilakukan evakuasi dari perlintasan rel kereta api,” ujar Jauhari kepada awak media.

Truk kontainer yang mengangkut sekoci berwarna orange itu menerobos palang pintu perlintasan kereta Stasiun Poris meskipun telah ada peringatan dari pos jaga di perlintasan. Bunyi sirene yang menggaung kencang tidak diindahkan oleh supir pembawa kontainer sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Hingga akhirnya KA Bandara Soetta yang menabrak kontainer datang dari arah Stasiun Manggarai menuju Stasiun Batuceper pada pukul 06.05 WIB.

Operasional transportasi massal Kereta Rel Listrik (KRL) rute Tangerang-Duri lumpuh total akibat kecelakaan di perlintasan kereta Stasiun Poris. Aktivitas kereta penumpang mulai dari Stasiun Poris, Kalideres sampai dengan Duri tidak memiliki perjalanan. Ruas jalur kereta yang tidak bisa dilalui berada di antara Stasiun Batuceper dan Stasiun Poris.

Siswa SMA Tak Bisa Ambil Ijazah karena Nunggak Iuran Sekolah

Masalah ijazah yang tertahan juga terjadi di Kabupaten Bangka Belitung. Sebanyak 3.568 ijazah sekolah negeri dan 594 ijazah sekolah swasta masih belum diambil. Penahanan ijazah terhadap siswa yang nunggak bayar sekolah rupanya masih terjadi di wilayah tersebut.

Ketua DPRD Bangka Belitung Didit Srigusjaya menyampaikan bahwa banyak laporan yang masuk ke kantor dewan perihal ijazah yang tertahan karena faktor administrasi. “Kami memberi tenggat waktu agar dalam waktu satu bulan ini sudah diselesaikan. Dinas harus mencari solusi agar hak siswa terpenuhi,” kata Didit.

Pimpinan DPRD telah menggelar pertemuan dengan pegawai Dinas Pendidikan untuk mempertanyakan ijazah siswa yang masih tertahan, bahkan ada yang sudah bertahun-tahun. Dari hasil penelusuran bersama, terungkap sekitar 3.568 ijazah belum diambil dengan berbagai latar belakang persoalan, termasuk kasus penahanan karena tunggakan biaya.

DPRD Kepulauan Bangka Belitung bergerak menyikapi persoalan serius terkait ribuan ijazah SMA dan SMK yang belum diambil, bahkan diduga tertahan karena persoalan administrasi dan tunggakan iuran sekolah. Ribuan ijazah yang masih tertahan tersebut terdiri dari sekolah negeri sekitar 3.568 ijazah dan sekolah swasta sekitar 594 ijazah. Fenomena ini bukan hanya terjadi pada lulusan baru (2025), melainkan akumulasi sejak tahun 2016.

Secara umum, ada dua faktor utama mengapa ijazah ini tidak sampai ke tangan siswa, antara lain disebabkan tunggakan biaya pendidikan dan ini adalah penyebab yang paling sering dilaporkan. Banyak siswa dari keluarga kurang mampu belum bisa melunasi sumbangan iuran sekolah atau biaya komite. Dalam satu kasus di Bangka Tengah, ijazah seorang siswa tertahan hanya karena tunggakan Rp 500.000.

Di sisi lain, kurangnya komunikasi dan kepedulian, beberapa siswa/alumni merasa tidak terlalu membutuhkan ijazah segera setelah lulus karena bekerja di sektor informal. Perwakilan Dinas Pendidikan Bangka Belitung, Saiful Bakri membenarkan persoalan ijazah yang masih tertahan. “Jumlah sejak beberapa tahun, mungkin ada kendala komunikasi dan finansial,” ujar Saiful.

Selanjutnya, Disdik berencana menyurati seluruh sekolah untuk membagikan ijazah yang masih tertahan.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *