Fakta-Fakta Menarik Terkait Kasus Kematian NS dan Hubungan Anwar dengan Istri Baru serta Mantan Istrinya
Kasus kematian NS, bocah berusia 13 tahun yang meninggal setelah dianiaya oleh ibu tirinya, TR, telah memicu perbincangan luas. Anwar Satibi, ayah kandung NS, menjadi sorotan karena keterlibatannya dalam kejadian tersebut. Berikut adalah enam fakta menarik terkait kasus ini.
1. Konflik Antara Anwar dan Istri Baru
Anwar sering mengalami cekcok dengan TR, istri barunya, yang dipicu oleh masalah anak. Perbedaan pola asuh dan latar belakang anak masing-masing menjadi sumber gesekan. Anwar memiliki anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar, sedangkan TR memiliki anak angkat yang sudah remaja. Masalah ini menyebabkan ketidaknyamanan dalam rumah tangga.
Anwar menjelaskan bahwa sebelum menikah dengan TR, anaknya diberikan kepada ibu kandungnya untuk mondok. Setelah menikah, sekolah anaknya dipindahkan dari Purwasedar ke Cilubang oleh TR. Akibat pertengkaran yang semakin sering terjadi, Anwar meminta saran kepada ayah angkatnya, Haji Isep. Dari sana, ia memutuskan untuk mengeluarkan anaknya dari rumah sekitar setahun lalu dan tinggal di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Cibitung.
2. Potong Rambut Mantan Istri dengan Golok
Anwar pernah memotong rambut Lisnawati, mantan istrinya, menggunakan golok saat masih berumah tangga. Namun, ia menegaskan peristiwa itu terjadi belasan tahun lalu. Menurut Anwar, tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk teguran agar mantan istrinya jera dan mau berkomunikasi terlebih dahulu jika hendak mengambil keputusan.
Anwar menjelaskan bahwa pernikahan mereka saat itu dilakukan secara siri, sehingga peristiwa tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai KDRT. Ia juga menduga ada pihak lain yang memengaruhi mantan istrinya hingga kembali mengungkit peristiwa lama tersebut.
3. Tudingan Penelantaran Anak
Anwar membantah tuduhan bahwa dirinya telah menelantarkan NS. Ia menilai langkah mantan istrinya yang melaporkan dirinya di tengah suasana duka sebagai tindakan yang tidak masuk akal. Anwar menjelaskan bahwa ia memasukkan anaknya ke pondok pesantren adalah bukti tanggung jawabnya akan pendidikan sang anak.
Menurut Anwar, awalnya NS diantarkan sendiri oleh ibu kandung dan keluarganya ke yayasan tempat Anwar bekerja di wilayah Solokan Pari. Seiring berjalannya waktu, Anwar kemudian mengenal TR. Perhatian yang diberikan TR kepada NS itulah yang diakui Anwar menjadi salah satu alasannya menikahi TR.
4. Pengakuan Istri Baru tentang Keterlibatan Anwar
TR, ibu tiri NS, mengaku telah merawat korban sejak kelas 3 SD dan merasa terpukul atas kepergian anak tersebut. Ia membantah tudingan penganiayaan maupun pembunuhan, dan menyebut kematian NS sebagai takdir. Namun, TR juga mengungkap keterlibatan Anwar Satibi ayah kandung NS dalam penganiayaan yang mengakibatkan bocah NS meninggal dunia.
Pengakuan TR di depan penyidik, Anwar Satibi sempat tak mau membawa anaknya ke rumah sakit. Bahkan saat hendak dibawa ke rumah sakit, korban NS sempat dilempar ayahnya ke dalam mobil. TR juga mengungkap suaminya itu merupakan sosok yang tempramen.
5. Pengakuan Ayah Kandung
Dalam podcast di Denny Sumargo, Anwar Satibi membenarkan kalau dirinya memang tidak langsung membawa anaknya ke rumah sakit. Ia berdalih kalau dirinya bangun tidur kesiangan. Padahal sejak sehari sebelumnya, ia sudah melihat kondisi anaknya yang sudah tak berdaya. Anwar juga sempat mengirim pesan pada ibu kandung NS soal kondisi sang anak dua hari sebelum meninggal.
6. Chat Sadis Ayah Kandung
Anwar Satibi ternyata sempat mengirim pesan sadis ke ibu kandung NS, Lisnawati. Anwar justru menuduh Lisnawati sebagai pelaku penyebab NS tewas. Ia bercerita awal mula mengetahui sang anak sakit saat sedang bekerja di Sukabumi Kota. Sampai muncul video viral di media sosial dimana Nizam menunjuk ibu tirinya sebagai pelaku kekerasan terhadap dirinya.











