Doa dan Tata Cara Menerima Zakat Fitrah dalam Islam
Zakat merupakan salah satu bentuk ibadah yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, dalam proses penyaluran zakat, ada beberapa doa dan tata cara yang dianjurkan agar ibadah ini dapat diterima dengan sempurna oleh Allah SWT.
Doa Saat Menerima Zakat Fitrah
Dalam menerima zakat, baik pemberi maupun penerima diharapkan membaca doa sebagai bentuk penghormatan dan harapan agar amalnya diterima oleh Tuhan. Berikut adalah bacaan doa saat menerima zakat fitrah:
آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا
Aajarokallaahu Fiimaa A’thoita Wabaaroka Fiimaa Abqoita Waja’alahu Laka Thohuuron
Artinya:
“Semoga Allah memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberkahimu dalam harta-harta yang masih engkau sisakan dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu.”
Selain itu, ada juga doa lain yang sering digunakan, seperti:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ …………………….. (nama orang yang membayarkan zakat fitrah)
Allahumma sholli ‘ala ali …………………….. (nama orang yang membayarkan zakat fitrah)
Artinya:
“Ya Allah, berilah ampunan kepada ……………………….”
Doa pendek yang populer juga adalah:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُم.
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Artinya:
“Semoga Allah menerima amal dari kami dan dari kalian.”
Tata Cara Menerima Zakat yang Baik
Menurut ajaran Islam, cara menerima zakat harus dilakukan dengan tulus ikhlas dan penuh rasa syukur. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Menerima dengan tangan kanan: Menunjukkan rasa hormat dan syukur.
- Rendah hati: Tidak meremehkan jumlah pemberian.
- Ucapkan terima kasih: Sapa pemberi zakat dengan ramah.
- Mendoakan muzakki: Ini adalah bentuk syukur atas rezeki dan menghargai keikhlasan mereka.
Dengan melakukan hal-hal tersebut, penerima zakat menunjukkan sikap terima kasih dan menghargai keberadaan zakat sebagai bentuk ibadah.
Waktu Menunaikan Zakat Fitrah
Zakat fitrah memiliki waktu-waktu tertentu yang disarankan untuk ditaati:
- Waktu Harus: Dari awal sampai akhir bulan Ramadan.
- Waktu Wajib: Setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadan.
- Waktu Afdhal: Setelah melaksanakan solat subuh pada hari akhir Ramadan sampai sebelum mengerjakan salat Idul Fitri.
- Waktu Makruh: Melaksanakan salat Idul Fitri sehingga sebelum terbenam matahari.
- Waktu Haram: Setelah matahari terbenam pada Hari Raya Idul Fitri.
Golongan Penerima Zakat Fitrah
Berdasarkan ketentuan dalam agama Islam, ada delapan golongan yang berhak menerima zakat fitrah, yaitu:
-
Fakir
Fakir adalah orang-orang yang memiliki harta, tapi sangat sedikit. Mereka sulit mencukupi kebutuhan pokok harian dan sudah sepatutnya mendapat bantuan. -
Miskin
Selain fakir, ada pula golongan miskin yang berhak menjadi penerima zakat. Mereka masih memiliki harta akan tetapi hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. -
Amil
Amil adalah mereka yang mengurus zakat mulai dari penerimaan zakat hingga menyalurkannya kepada orang yang membutuhkan. -
Mualaf
Seorang yang mualaf juga memiliki hak sebagai penerima zakat. Mereka adalah orang yang baru masuk Islam, dengan tujuan agar semakin mantap meyakini Islam sebagai agamanya. -
Riqab
Riqa adalah budak yang ingin memerdekakan dirinya. Mereka berhak menerima zakat untuk meringankan penderitaan mereka. -
Gharimin
Gharimin adalah mereka yang berutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya. -
Fi Sabilillah
Mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad, dan sebagainya juga berhak menerima zakat. -
Ibnu Sabil
Ibnu Sabil disebut juga sebagai musaffir atau orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh termasuk pekerja dan pelajar di tanah perantauan.











