"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Sebulan di Lokasi Syuting, Tubuh Amara Sophie Lebam hingga Dihantui Mimpi

Pengalaman Mengerikan Saat Syuting Film Horor

Amara Sophie, aktris yang berperan sebagai Tiwi dalam film terbarunya yang berjudul “Aku Harus Mati”, mengungkap pengalaman mengerikan selama proses syuting di Yogyakarta. Film horor ini tidak hanya menantang kemampuan aktingnya, tetapi juga membawanya menghadapi teror mistis yang mengancam fisik dan mentalnya.

Tanda-Tanda Aneh yang Mengkhawatirkan

Selama berminggu-minggu di Yogyakarta, Amara mengalami sejumlah tanda-tanda aneh pada tubuhnya yang tidak bisa dijelaskan secara medis. Ia mengaku baru menyadari dirinya “ketempelan” (diikuti makhluk halus) setelah melihat lebam-lebam di bagian kaki dan paha.

“Ya gimana caranya aku tahu kalau ketempelan ya lebam-lebam sih. Kaki yang parah, paha pokoknya ada beberapa, terus kayak betis gitu-gitu,” ujar Amara saat ditemui di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/3/2026).

Teror Gedoran Pintu dan Mimpi Buruk

Teror tersebut tidak hanya mengganggu tubuhnya, tetapi juga waktu istirahatnya. Setiap malam, ia merasa pintu cottage-nya digedor dengan keras. Meski memperingatkan pihak hotel, mereka menganggap itu hanya tikus. Namun, bagi Amara, hal itu tidak masuk akal karena kekuatan dorongan sangat parah.

Selain itu, mimpi buruk sering menghiasi tidurnya. Ia menggambarkan mimpi tersebut dengan visualisasi yang sangat mengerikan.

“Mimpi aku tuh bukan mimpi yang lain. Jadi misal kita di sini, bentuknya CCTV lihat aku yang lagi tidur. Cuma bedanya, di saat tidur itu aku melihat aku tidur dengan makhluk-makhluk yang lagi ada apa aja di sekitar aku,” jelasnya sambil bergidik ngeri.

Fakta yang Ditutupi Kru Film

Yang paling membuat bulu kuduk Amara berdiri adalah fakta bahwa sosok gaib tersebut sudah menempel padanya sejak hari pertama hingga hari terakhir syuting. Ironisnya, seluruh kru dan sutradara yang menyadari hal itu sepakat untuk bungkam agar Amara tidak ketakutan.

“Orang-orang di situ nggak ada yang bilang kalau aku ketempelan sampai hari terakhir. Sutradaranya juga ngeh. Katanya aku tuh ‘wangi’, tapi aku sebenarnya nggak mau percaya dan nggak mau cari tahu,” ujar Amara Sophie.

Energinya yang terus-menerus disedot oleh entitas gaib itu ditambah dengan jam kerja syuting horor dari malam hingga pagi, membuat stamina Amara benar-benar terkuras habis.

“Ganggu syuting mungkin nggak terlalu, tapi aku jadi tiap scene selalu tidur karena capek banget, kayak diikutin (makhluk halus) kan. Tapi semuanya tetap berjalan lancar sampai selesai,” ujar Amara Sophie mensyukuri proses syuting yang akhirnya rampung.

Bertahan dengan Sikap Lugu Sebagai ‘Tiwi’

Di tengah gempuran teror nyata tersebut, Amara harus tetap profesional mendalami karakternya sebagai Tiwi, seorang gadis panti asuhan yang sangat lugu dan polos. Karakter Tiwi memiliki sifat mencari zona nyaman dan berusaha tidak keluar dari situ. Dari kecil ia yatim piatu di panti asuhan, dan tidak keluar sampai umur 20-an. Bahkan, ia menjadi salah satu yang mengurus panti tersebut.

Konflik emosional karakter Tiwi muncul ketika ia menemani sahabatnya, Mala, dan harus berhadapan dengan musibah besar yang dibalut oleh perasaan jatuh cinta.

“Jujur, level ke-innocent-an (lugu) dia dengan kejatuhcintaan dia ke lelaki itu bertabrakan banget. Jadi dia innocent, tapi punya rasa memiliki yang besar banget pas suka sama laki-laki,” katanya menjabarkan kompleksitas perannya.

“Jadi kayak innocent tapi nggak berani terlalu bergerak,” sambungnya menutup obrolan.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *