Warga Jalan Sido Kapasan Terkena Keracunan Massal Setelah Mengonsumsi Bingkisan Hajatan
Beberapa warga di Jalan Sido Kapasan, Simokerto, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap bingkisan makanan dari acara hajatan. Insiden ini terjadi pada Sabtu (4/4/2026), dan sebanyak 26 orang melaporkan gangguan kesehatan yang mereka alami.
Gejala yang dirasakan oleh para korban mencakup diare parah, pusing, meriang, serta nyeri di seluruh tubuh. Beberapa korban bahkan sampai tidak mampu menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Sebagian besar warga memilih menjalani perawatan mandiri di rumah, sementara empat orang lainnya harus dirujuk ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Penanganan Medis dan Pemeriksaan Polisi
Empat orang korban dilarikan ke rumah sakit, antara lain:
* 2 orang dirujuk ke RSUD dr Soewandhie.
* 1 orang menjalani perawatan di RS PHC Surabaya.
* 1 orang dilarikan ke RS Al Irsyad.
Polsek Simokerto sedang melakukan penyelidikan terhadap insiden ini dengan memeriksa pengurus RT dan RW. Menurut Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur Rofiq, pihak kepolisian masih mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas pembuatan makanan tersebut.
Dalam laporan BPBD Kota Surabaya, tercatat 15 korban yang terdata, dengan tiga orang dirawat di rumah sakit dan 12 lainnya menjalani rawat jalan. Namun, Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, mencatat jumlah yang berbeda dalam keterangan tertulisnya. Ia menyebut bahwa 4 orang dirujuk ke rumah sakit, 2 orang ke RSUD dr Soewandhie, 1 orang dibawa keluarga ke PHC, dan 1 orang ke RS Al Irsyad. Sementara itu, 18 orang lainnya menjalani rawat jalan.
Niat Baik Berujung Musibah
Bingkisan makanan tersebut berasal dari acara doa bersama untuk seorang warga lansia yang meninggal dunia dalam kesendirian. Niat baik dari pengurus RT dan warga setempat berubah menjadi musibah setelah makanan tersebut dikonsumsi oleh banyak orang.
Proses memasak dan penyediaan bahan makanan dilakukan secara swadaya oleh warga setempat. Menu yang disajikan dalam bingkisan tersebut terdiri dari nasi, lauk ayam, olahan mi, dan telur.
Salah satu korban, Syamsuri, mengaku mengalami mual dan pusing hebat setelah menghabiskan sisa makanan anaknya. Beruntung, sang anak hanya memakan bagian mi dan tidak mengalami gejala apa pun. Sementara itu, Imron mengaku mengalami mulas dan diare parah setelah menyantap bingkisan tersebut. Ia kini sudah mulai membaik setelah mendapatkan resep obat dari dokter terdekat.
Gejala Keracunan Makanan dan Tips Pertolongan Pertama
Keracunan makanan umumnya disebabkan oleh kontaminasi bakteri, virus, atau parasit pada makanan yang tidak diolah dengan steril. Gejala biasanya muncul dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah konsumsi. Beberapa gejala umum meliputi:
* Diare dan kram perut yang hebat.
* Mual dan muntah secara terus-menerus.
* Demam ringan hingga tinggi.
* Dehidrasi yang ditandai dengan lemas dan pusing.
Bagi warga yang mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan tertentu, sangat disarankan untuk segera meminum air putih dalam jumlah banyak atau cairan elektrolit (oralit) guna mencegah dehidrasi parah. Penggunaan air kelapa hijau juga dapat membantu menetralkan racun dalam skala ringan.
Jika gejala tidak membaik dalam waktu 24 jam atau disertai demam tinggi, segera kunjungi fasilitas layanan kesehatan (Puskesmas atau RS) terdekat untuk mendapatkan penanganan medis profesional.











