"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

Pasca Banjir, BPBD Ingatkan Warga Lebong Waspadai Bencana Lanjutan

Imbauan BPBD Lebong untuk Warga Waspadai Bencana Susulan

Setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan akibat cuaca ekstrem. Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebong, Saprul, yang menyatakan bahwa kondisi cuaca saat ini masih berpotensi memicu bencana lanjutan di wilayah rawan.

Menurutnya, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun daerah rawan longsor diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak lengah terhadap perubahan kondisi lingkungan. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengenali tanda-tanda potensi bencana, seperti peningkatan debit air sungai, retakan tanah, atau longsoran di sekitar permukiman. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan indikasi tersebut.

Selain itu, BPBD terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebong. Meski saat ini kondisi secara umum sudah kembali kondusif, proses pemulihan masih terus berjalan di wilayah terdampak. Saprul menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko bencana lanjutan.

Dampak Bencana pada Ratusan Rumah Warga

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Lebong, dampak bencana tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Uram Jaya, Amen, Lebong Utara, Lebong Tengah, hingga Pinang Belapis. Dalam laporan tersebut, ratusan kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir dan longsor.

Di Kelurahan Pasar Muara Aman, tercatat 138 KK rumah mengalami kerusakan ringan akibat banjir, sementara di Kampung Muara Aman sebanyak 137 KK juga terdampak dengan kategori serupa. Di Desa Nangai Amen, jumlah dampak lebih besar dengan 273 KK rumah rusak ringan dan 13 KK mengalami kerusakan berat. Selain itu, Desa Kota Agung mencatat 374 KK rumah rusak ringan, sementara Desa Tangua terdapat 270 KK rumah terdampak dan 1 KK mengalami kerusakan berat.

Wilayah lain seperti Desa Tunggang, Desa Sungai Gerong, Desa Karang Anyar, hingga sejumlah desa di Kecamatan Lebong Tengah juga mengalami dampak serupa dengan kategori kerusakan ringan hingga berat.

Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Umum

Selain permukiman warga, kerusakan juga terjadi pada berbagai infrastruktur umum. Di Desa Tunggang, jembatan gantung dilaporkan putus, jalan usaha tani longsor, serta beberapa ruas jalan mengalami kerusakan. Kerusakan juga terjadi pada jaringan irigasi di sejumlah desa seperti Desa Embong, Desa Kota Baru, dan Desa Tangua, serta kerusakan pada bronjong penahan tebing dan perpipaan air bersih masyarakat.

Di sektor pertanian, sawah warga turut terdampak, termasuk di Desa Kota Agung yang mencatat sekitar 10 hektare lahan pertanian terdampak.

Sekolah Terkena Dampak Banjir

Dampak banjir dan longsor juga dirasakan di sektor pendidikan. Data menunjukkan sejumlah sekolah mengalami kerusakan, mulai dari ruang kelas yang terendam air, keramik lantai pecah, hingga kerusakan pada peralatan belajar mengajar. Beberapa sekolah yang terdampak antara lain SDN 76 Lebong, SMPN 03 Lebong, SMP Muhammadiyah 05 Muara Aman, SMPN 09 Lebong, serta SMPN 01 Lebong dengan kerusakan buku mencapai sekitar 8.000 eksemplar dan ratusan unit meja kursi.

Selain itu, kerusakan juga mencakup perangkat elektronik seperti komputer, laptop, printer, hingga perlengkapan laboratorium dan perpustakaan.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *