"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Budaya  

Setiap Hari Berjalan Kaki, Jual Arang, dan Bertani, Mbah Siti Akhirnya Bisa Naik Haji Setelah Punya Tanah

Kehidupan Nenek Siti Robiah yang Menginspirasi

Nenek Siti Robiah, warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, adalah contoh nyata dari semangat dan ketekunan. Di usia 91 tahun, ia berhasil mewujudkan impian untuk naik haji setelah bertahun-tahun bekerja keras sebagai penjual arang dan petani. Perjalanan hidupnya penuh dengan perjuangan, tetapi juga penuh makna.

Perjalanan Hidup yang Penuh Perjuangan

Setiap hari, Siti Robiah berjalan kaki puluhan kilometer dari Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, untuk menjual arang. Ia tidak hanya menjual, tetapi juga bertani. Dengan ketekunan dan kerja keras, ia berhasil mengumpulkan uang untuk membeli tanah. Tanah itu kemudian dijual agar bisa membiayai perjalanan ke Tanah Suci.

Siti Robiah mengungkapkan rasa bahagia yang luar biasa setelah bisa naik haji. “Awalnya saya ingin umroh, tapi sama anak-anak haji sekalian. Lalu jual tanah,” katanya. Ia mengingat masa mudanya, saat ia bekerja mulai dari menjual kayu hingga menjadi penjual arang dan bertani.

Peran Cucu dalam Mewujudkan Impian Nenek

Cucu Siti Robiah, Binti Masruroh, menjelaskan bahwa neneknya mendaftar haji pada 15 Juli 2020. Awalnya, ia hanya ingin umroh, tetapi setelah melihat saudara-saudaranya naik haji, ia pun tertarik. Binti mengaku kaget karena neneknya bisa berangkat pada 2026 ini, meskipun sejak awal ingin berangkat secepat mungkin.

Binti mencari informasi agar neneknya masuk prioritas lansia. Tidak hanya itu, ia juga membantu mengurus segala proses administrasi. Bahkan, saat mendaftar ke Kantor Kementerian Agama Ponorogo, Binti sempat menangis karena kesulitan mengambil sidik jari neneknya yang sudah tua. Akhirnya, dengan bantuan handsanitizer dan minyak telon, sidik jari neneknya muncul.

Pengalaman Berharga Saat Naik Haji

Binti mengklaim bahwa neneknya memang sudah sepuh, tetapi kondisi kesehatannya baik. Ia meminta doa agar ibadah haji neneknya mabrur. Selain itu, Binti juga menjelaskan bahwa selama proses persiapan, semua tahapan manasik haji telah selesai dilaksanakan. Mulai dari manasik tingkat kecamatan hingga manasik Akbar di halaman Masjid Namira.

Meski beberapa kali mengikuti pembekalan, Binti mengimbau seluruh calon jemaah untuk tetap menjaga kesehatan. Ibadah haji membutuhkan fisik yang prima. Ia juga mengingatkan para jemaah untuk memahami rukun pelaksanaan dan sunnah ibadah haji.

Data Calon Jemaah Haji di Kabupaten Lamongan

Selain cerita tentang Siti Robiah, berita lain menyebutkan bahwa sebanyak 2.758 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan pada musim haji 2026 didominasi oleh mereka yang berlatar belakang pendidikan sekolah dasar. Data tersebut mencerminkan bahwa minat menunaikan ibadah haji di Jawa Timur masih didominasi masyarakat dari kalangan pendidikan dasar.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur, menjelaskan bahwa dari total 2.758 CJH, sebanyak 948 orang memiliki latar belakang pendidikan dasar sederajat (34,0 persen), SMP sederajat 476 orang (17,0 persen), SMA sederajat 635 orang (23,0 persen), D1, 2, 3 sebanyak 67 orang (2,0 persen), S1 sebanyak 577 (21,0 persen), dan S2 sebanyak 55 orang (2,0 persen).

Jumlah jemaah perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Total jemaah perempuan mencapai 1.511 orang, sedangkan jemaah laki-laki sebanyak 1.247 orang. Meski jumlahnya berbeda, perbandingan antara Annisa’ (perempuan) dan Arrijal (laki-laki) tidak terlalu jauh.

Ghofur menambahkan bahwa dominasi jemaah dengan latar belakang pendidikan dasar hingga menengah tidak lepas dari waktu pendaftaran haji yang dilakukan sekitar tahun 2012 lalu. Saat itu, sebagian besar masyarakat yang mendaftar haji memang berasal dari kelompok pendidikan dasar, baru disusul berpendidikan SMA sederajat.

Ia memprediksi komposisi latar belakang pendidikan calon jemaah haji akan berubah pada masa mendatang. Pasalnya, masyarakat yang mendaftar haji dari tahun ke tahun dinilai memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, seiring dengan perkembangan pendidikan yang ditempuh masyarakat Lamongan.

Persiapan Keberangkatan yang Lancar

Seluruh tahapan manasik haji bagi calon jemaah asal Lamongan telah selesai dilaksanakan. Manasik tingkat kecamatan, hingga manasik Akbar, tingakat kabupaten juga telah selesai dilaksanakan dan digelar di halaman Masjid Namira. Meski sebagian calon jemaah telah beberapa kali mengikuti pembekalan, ia tetap mengimbau seluruh CJH Lamongan untuk menjaga kesehatan untuk persiapan keberangkatan.

Proses penerbitan visa bagi calon jemaah haji Lamongan sudah tuntas. Jemaah juga bisa mengecek melalui link yang ada. Dan Alhamdulillah, seluruh visa jemaah haji Kabupaten Lamongan sudah beres. Diakui, proses persiapan seluruh kelengkapan administrasi haji di Kantor Kemenhaj dan Umrah Lamongan dilakukan jauh lebih cepat.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *