dailybalikpapan.com – JAKARTA – Di berada dalam gempuran informasi dan juga godaan pembangunan ekonomi bodong, literasi keuangan adalah benteng terakhir. Astra Financial, melalui KLiK, bertekad memulai pembangunan benteng untuk melindungi penduduk dari kehancuran finansial.
Di berada dalam gemerlapnya perekonomian digital, Indonesia menghadapi ironi mencolok: literasi keuangan sangat rendah. Jutaan rakyat terjerat penanaman modal bodong, terlilit pinjol ilegal, juga menjadi korban kecurangan finansial yang mana semakin canggih.
Astra Financial, divisi jasa keuangan PT Astra International Tbk, hadir sebagai oase pada sedang gurun kegelapan finansial ini. Melalui kegiatan Kreasi Literasi Keuangan (KLiK), Astra Financial bertekad menyalakan lilin pengetahuan di area benak guru dan juga pelajar di tempat Medan, serta seterusnya, dalam seluruh Indonesia.
Acara yang tersebut dijalankan secara hybrid ini bukanlah sekadar seremoni biasa. Tapi, pengumuman pertempuran terhadap kebodohan finansial. Total, dihadiri lebih lanjut dari 1.200 peserta, guru juga pelajar, hadir secara segera maupun daring.
Ironi di area Balik Angka “Indah”: Literasi Keuangan Indonesia Memprihatinkan

Data berbicara lantang, meskipun tak seindah yang dibayangkan. Survei Nasional Literasi lalu Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 65.4%, serta inklusi keuangan 75%. Namun, angka-angka ini menutupi jurang yang digunakan menganga.
“Angka statistik ini bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak lapisan warga yang digunakan belum tersentuh edukasi keuangan,” ungkap Direktur Astra sekaligus Director in Charge Astra Financial, Suparno Djasmin.
“Literasi keuangan yang mana baik adalah fondasi kesejahteraan. Tanpa itu, kita akan terus terjerumus pada permasalahan finansial,” tegasnya.
Khoirul Muttaqien, Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, mengamini hal ini. “Guru adalah ujung tombak edukasi. Mereka harus dibekali pengetahuan keuangan yang mana mumpuni agar mampu menularkannya terhadap generasi penerus,” ujarnya. Ia menyoroti maraknya pembangunan ekonomi ilegal kemudian judi online yang tersebut menghancurkan perekonomian keluarga. “Ini adalah kejahatan finansial yang digunakan harus kita perangi bersama,” serunya.
Ramadan, Momentum Tepat Bangkitkan Kesadaran Keuangan Syariah
Di bulan Ramadan, literasi keuangan syariah menjadi fokus utama. “Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar, tapi literasi keuangan syariah kita masih tertinggal,” ungkap Khoirul Muttaqien. “Kita ada pada peringkat ketujuh pada Asia Tenggara. Hal ini memalukan! Kita harus bangkitkan kesadaran ini,” tambahnya.
Astra Financial, dengan dukungan empat unit bisnisnya—FIFGROUP, ACC, TAF, serta Asuransi Astra—menghadirkan layanan keuangan syariah AMITRA, ACC Syariah, TAF Syariah, serta Asuransi Astra Syariah. “Kami ingin publik paham bahwa keuangan syariah bukanlah hanya sekali persoalan ibadah, tapi juga pengelolaan keuangan yang adil kemudian berkelanjutan,” jelas Suparno Djasmin.
Menurut Suparno, KLiK Astra Financial tidak sekadar inisiatif literasi biasa. Astra Financial memiliki target guru sebagai agen perubahan, menjangkau kelompok rentan seperti perempuan, pemuda, pelajar, UMKM, penduduk 3T (terdepan, tertinggal, terluar), disabilitas, kemudian pekerja migran.
Kompetisi literasi keuangan kreatif kemudian inovatif diselenggarakan untuk para guru. Beasiswa diberikan terhadap 68 siswa serta peserta didik Perkumpulan Amal Bakti. Laboratorium Literasi Keuangan dibangun sebagai pusat edukasi lalu riset. “Kami ingin menciptakan habitat literasi keuangan yang berkelanjutan,” ujar Direktur Astra sekaligus Director in Charge Astra Financial, Rudy Chen.
Waspada Phishing dan juga Koperasi Bodong: Ancaman Nyata dalam Bumi Digital
Yovvi Sukandar, Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan juga Pelindungan Customer OJK Provinsi Sumatera Utara, mengingatkan tentang bahaya phishing kemudian koperasi bodong. “Jangan mudah percaya email atau arahan yang digunakan mengatasnamakan lembaga keuangan resmi,” tegasnya. “Cek keasliannya! Jangan bertransaksi dengan koperasi yang digunakan tidak ada terdaftar di tempat OJK,” tambahnya.
“Pengelolaan keuangan yang baik adalah kunci terhindar dari penipuan,” jelas Yovvi. “Pahami cara mengurus pinjaman, tabungan, juga investasi. Jangan biarkan diri kita menjadi korban kebodohan finansial,” serunya.
Astra Financial memiliki target tambahan dari 30 ribu penerima khasiat melalui KLiK, melampaui pencapaian tahun sebelumnya. “Kami ingin dampak inisiatif ini tambahan luas, lebih besar dalam, serta lebih banyak berkelanjutan,” ujar Ananda Gitasari, GFC Leader Communication & ESG AstraFinancial.











