Pelaku Pembakaran Rumah Hakim Khamozaro Waruwu Dikabarkan Ditangkap
Beberapa waktu lalu, sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di Kota Medan, Sumatra Utara. Sebuah rumah milik hakim Khamozaro Waruwu dibakar secara misterius. Saat ini, pihak berwajib telah mengamankan tiga orang sebagai pelaku pembakaran tersebut.
Tiga Orang Ditangkap
Menurut informasi yang diperoleh, tiga orang ditangkap dalam kasus pembakaran rumah hakim tersebut. Salah satu dari mereka adalah sopir korban. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku memiliki akses dan pengetahuan yang cukup terkait kehidupan sehari-hari korban.
“Benar, ada yang ditangkap,” ujar salah satu personel Polrestabes Medan kepada media. Ia menjelaskan bahwa para pelaku diduga ingin mencuri barang berharga milik hakim Khamozaro Waruwu. Namun, untuk menghilangkan jejak, mereka memilih membakar rumah korban.
Motif Pencurian dan Penghilangan Jejak
Menurut keterangan sumber, pelaku tahu tempat di mana korban menyimpan kunci rumahnya. Dengan demikian, mereka bisa masuk ke dalam rumah tanpa kesulitan. Setelah melakukan pencurian, mereka membakar rumah korban agar tidak mudah dilacak oleh pihak berwajib.
“Jadi mereka itu mau mencuri, karena pelaku ini tahu di mana letak korban menyimpan kuncinya,” kata sumber tersebut. “Untuk menghilangkan jejak, rumahnya mereka bakar,” tambahnya.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Meskipun tiga orang telah diamankan, penyelidikan masih berlangsung. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, belum memberikan jawaban resmi saat dikonfirmasi mengenai kasus ini.
Sementara itu, hakim Khamozaro Waruwu sendiri mengaku belum mengetahui bahwa pelaku pembakaran rumahnya telah ditangkap. Ia mengharapkan polisi melakukan penyelidikan dengan lebih mendalam.
“Kita berharap agar pengungkapan ini tidak berhenti dengan modus pencurian saja. Perlu didalami modus lainnya termasuk adanya aktor intelektual yang bisa saja terlibat di dalamnya,” ujarnya.
Detail Kejadian
Kebakaran rumah Khamozaro terjadi pada 4 November 2025 sekira pukul 10.43 pagi. Akibat insiden ini, bagian belakang rumahnya ludes terbakar. Sementara di bagian depan masih utuh.
Setelah kejadian tersebut, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap saksi. Sampai saat ini, sudah ada 43 saksi yang dimintai keterangan, mulai dari warga hingga anggota kepolisian.
Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap kamera CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sayangnya, kamera CCTV yang berada di dekat lokasi ternyata sudah rusak sejak lama. Oleh karena itu, penyelidikan dilakukan dengan mengandalkan kamera CCTV yang berada di luar kompleks.
Hakim yang Memimpin Sidang Kasus Korupsi
Khamozaro Waruwu merupakan hakim yang memimpin sidang kasus dugaan korupsi pembangunan jalan di lingkungan Pemprov Sumut. Dalam persidangan, ia sempat meminta Gubernur Sumut, Bobby Nasution, agar dihadirkan sebagai saksi karena adanya dugaan pergeseran anggaran yang terkait dengan kasus tersebut.
Selain itu, ia juga memerintahkan penerbitan surat perintah penyidikan baru terhadap Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah I Medan, Dicky Erlangga, yang diduga memberikan keterangan palsu dalam persidangan.
Dalam kasus korupsi ini, terdakwa Akhirun Piliang alias Kirun dan anaknya, Rayhan Dulasmi, diduga memberikan suap sebesar Rp 4,04 miliar kepada sejumlah pejabat, termasuk Topan Obaja Putra Ginting selaku Kepala Dinas PUPR Sumut dan Rasuli Efendi Siregar sebagai Pejabat Pembuat Komitmen di Unit Pelayanan Teknis Gunung Tua.
Suap tersebut merupakan commitment fee hingga 5 persen dari nilai kontrak pembangunan jalan Provinsi Sipiongot Batas Labuhanbatu dan Kutalimbaru Padang Lawas Utara senilai Rp 231 miliar.
Awal Terungkapnya Kasus
Kasus ini pertama kali terungkap setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang dilakukan pada 1 Juli 2025 lalu. OTT itu dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat bahwa infrastruktur jalan di Sumut dalam kondisi buruk.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











