"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

6 Fakta Menarik Keluarga Adipati Dolken, Terinspirasi Akting dari Kakaknya

Profil Adipati Dolken

Adipati Dolken adalah seorang aktor Indonesia yang telah menorehkan namanya dalam dunia perfilman tanah air. Ia dikenal melalui berbagai film dan sinetron yang ia bintangi, salah satunya adalah film What’s Up with Secretary Kim yang dirilis pada 8 November 2025 lalu. Dalam film ini, ia beradu akting dengan Mawar de Jongh. Film ini merupakan adaptasi dari drama Korea Selatan dengan judul yang sama.

Sebelumnya, Adipati juga telah tampil dalam beberapa film populer seperti Perahu Kertas, Teman tapi Menikah, hingga Warkop DKI Reborn. Keberhasilannya di bidang perfilman membuat banyak orang penasaran dengan kehidupan pribadinya. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang keluarga Adipati Dolken.

Lahir dari Ayah yang Berasal dari Indonesia dan Ibu Berdarah Jerman



Adipati Dolken lahir dengan nama lengkap Adipati Soemadji pada 19 Agustus 1991. Ia dilahirkan dari orang tua multikultural, yaitu ayah yang berasal dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dan ibu yang berdarah Jerman. Kedua orang tuanya diketahui bercerai ketika Adipati masih kecil. Setelah itu, ia memilih tinggal bersama ayahnya di Indonesia, sementara ibunya kini tinggal di Mesir. Meski tinggal jauh, Adipati tetap menjaga komunikasi yang baik dengan sang ibu.

Sempat Tinggal di Selandia Baru



Semasa kecil, Adipati dan keluarganya sempat tinggal di Auckland, Selandia Baru selama kurang lebih tiga tahun. Alasan kepindahan mereka disebut karena peristiwa kerusuhan yang terjadi pada Mei 1998 silam. Saat itu, Adipati dikenal sebagai anak yang cukup pendiam, terlebih setelah kedua orang tuanya berpisah.

Mempunyai Dua Orang Kakak Perempuan



Adipati memiliki dua orang kakak perempuan bernama Tia Muller dan Gianina Emanuella. Tia, yang merupakan penyanyi jazz, pernah tampil di beberapa acara televisi dan bahkan pernah bermain dalam film Petak Umpet Minako yang dirilis pada 2017. Saat ini, Tia tinggal di Maryland, Amerika Serikat setelah menikah.

Sementara itu, Gianina juga pernah berperan dalam beberapa film Indonesia seperti Hantu Ambulance dan Kereta Hantu Manggarai yang dirilis pada 2008. Gianina kini bekerja sebagai human design analyst dan sering membagikan konten seputar human design serta trauma healing melalui Instagram pribadinya, @gianiina.

Terjun ke Dunia Akting karena Sang Kakak



Minat Adipati dalam berakting ternyata dipengaruhi oleh kakak-kakaknya yang telah lebih dahulu terjun ke dunia perfilman. Ia mengakui bahwa kakak-kakaknya mampu menghidupi diri sendiri dari pekerjaan di bidang seni peran. Hal ini menjadi inspirasi baginya untuk mencoba dunia akting.

Adipati Resmi Menikah di Tahun 2020



Di usia 29 tahun, Adipati resmi menikah dengan Canti Tachril pada 18 Desember 2020. Pernikahan mereka digelar secara tertutup di Bangka Belitung dan hanya dihadiri oleh keluarga besar serta sahabat terdekat. Sayangnya, karena pandemi COVID-19, ayah, ibu, dan kakak Adipati, Tia tidak dapat hadir langsung. Namun, mereka tetap menyaksikan acara tersebut melalui panggilan video.

Tengah Menikmati Peran sebagai Orang Tua



Adipati dan Canti kini tengah menikmati peran sebagai orang tua setelah dikaruniai seorang putri bernama Naeswari Isthika Dyah Koesmadji yang lahir pada 8 Desember 2022. Dalam wawancara podcast bersama Kemal Palevi, Adipati membicarakan rencana pendidikan putrinya. Ia ingin menyekolahkan putrinya dengan sistem home schooling dan memberikan les sesuai minat dan keinginan sang anak.

“Gue merasa kayak kita, kita les-in saja yang banyak anak kita. Kayak dia maunya apa, dia nyamannya di mana, kita les-in saja gitu. Sisanya kita home schooling-in saja. Buat basic-nya kita home schooling-in, tapi buat tujuannya dia maunya apa gitu, nggak apa-apa berubah-ubah, tapi kita supply terus,” ujarnya.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *