"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Prof Ciek Julyati Dibantah Ketua Angkatan Jokowi di UGM Soal Materai Hijau Ijazah

Prof Ciek Julyati Hisyam dan Komentar tentang Ijazah Jokowi

Prof Ciek Julyati Hisyam, seorang sosiolog hukum dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menyatakan bahwa ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), diduga palsu. Ia menyoroti materai hijau yang terdapat pada ijazah Jokowi, menurutnya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Pernyataan ini langsung mendapat penyangkalan dari Mustoha Iskandar, ketua angkatan Jokowi di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sosok Prof Ciek Julyati Hisyam

Ciek Julyati Hisyam adalah dosen sekaligus guru besar di UNJ. Ia mengajar konsentrasi studi kriminologi, sosiologi perilaku menyimpang, dan sosiologi hukum. Lahir di Jakarta pada 12 April 1962, ia menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial IKIP Jakarta dan lulus pada Juli 1986. Setelah itu, ia melanjutkan studi S-2 pada program Keuangan Pascasarjana IPWI dan Kriminologi Program Pascasarjana UI dengan predikat cum laude. Pada 2011, ia menyelesaikan pendidikan S-3 dalam bidang Sosiologi di UI.

Sebagai dosen tetap di UNJ sejak 1987, Ciek telah melakukan beberapa penelitian, seperti pengembangan model pendidikan karakter dan pembelajaran kriminologi untuk mengatasi kenakalan remaja. Gelar akademiknya antara lain Prof. Dr. Hj. Ciek Julyati Hisyam, M.M., M.Si.

Komentar tentang Materai Hijau Ijazah Jokowi

Dalam pernyataannya, Ciek menyoroti materai hijau yang terdapat pada ijazah Jokowi. Menurutnya, warna hijau tersebut tidak sesuai dengan aturan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985, yang menyebutkan bahwa materai utama berwarna ungu. Ia menegaskan bahwa saat ia lulus pada tahun 1985, ijazahnya tidak menggunakan materai berwarna hijau. Ia juga mempertanyakan keabsahan ijazah Jokowi karena tidak ada bukti bahwa semua ijazah pada masa itu menggunakan materai serupa.

Penyangkalan dari Mustoha Iskandar

Mustoha Iskandar, ketua angkatan 1980 di UGM, langsung membantah pernyataan Ciek. Ia menegaskan bahwa ijazah Jokowi menggunakan materai berwarna hijau, bukan merah seperti yang disebutkan oleh sosiolog hukum tersebut. Mustoha menjelaskan bahwa UGM memiliki empat periode wisuda setiap tahun, yaitu Februari, Mei, Agustus, dan November. Wisuda Februari menggunakan materai berwarna merah, sedangkan periode lainnya menggunakan materai hijau.

Menurut Mustoha, Jokowi mengikuti wisuda pada 5 November 1985, sehingga ijazahnya pasti menggunakan materai hijau. Ia juga menegaskan bahwa seluruh lulusan Fakultas Kehutanan UGM dari angkatan 1980 memiliki ijazah dengan materai serupa. Mustoha menilai klaim ijazah Jokowi bermaterai merah sebagai tidak sesuai dengan fakta. Ia bahkan siap menjadi saksi jika kasus ini dibawa ke jalur hukum.

Polemik Ijazah Jokowi

Kasus ini berawal dari laporan TPUA yang diketuai Eggi Sudjana kepada Bareskrim Polri pada Desember 2024. Mereka mengadukan Jokowi atas dugaan pemalsuan ijazah dan melanggar beberapa pasal undang-undang. Setelah melalui penyelidikan, Bareskrim mengumumkan hasil uji forensik dari Puslabfor pada 22 Mei 2025. Hasilnya menyatakan bahwa ijazah Jokowi terbukti asli karena identik dengan ijazah rekan-rekannya dari UGM.

Namun, TPUA menolak hasil tersebut dan meminta gelar perkara khusus. Bareskrim kemudian melakukan gelar perkara khusus pada 9 Juli 2025. Meskipun pengacara Jokowi, Yakup Hasibuan, keberatan, ia tetap menghadiri acara tersebut. Hasil gelar perkara khusus tersebut tidak memenuhi harapan TPUA, karena Jokowi dan perwakilan UGM tidak hadir.

Kasus ini berlanjut ke Polda Metro Jaya setelah Jokowi melaporkan Roy Suryo Cs. Proses hukum ini masih berlangsung dan akan ditentukan melalui persidangan.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *