"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Fakta Mengejutkan: Mobil MBG Tabrak Siswa SD Kalibaru, Sikap Sopir Diduga Aneh

Temuan Terbaru dalam Tragedi Tabrakan Mobil MBG di SDN Kalibaru 01

Dalam kasus mobil pengangkut Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeruduk murid dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, pada Kamis (11/12/2025) pagi, polisi telah mengungkap sejumlah fakta baru. Penyelidikan terhadap kejadian tersebut mencakup gerak-gerik sang sopir sebelum dan sesudah kejadian. Saksi mata dan rekaman di lapangan memberikan gambaran jelas tentang keadaan saat mobil tiba-tiba menabrak para siswa.

Aparat kepolisian memastikan bahwa ada upaya pengereman yang dilakukan oleh sopir MBG, Adi Irawan, sebelum kendaraan itu melaju tak terkendali. Wakasat Lantas Polres Metro Jakarta Utara, AKP Danu Sukmo Prakoso, menyebutkan bahwa jejak pengereman memang ada. Namun, kecepatan mobil saat menabrak pagar sekolah tercatat sebesar 19,7 kilometer per jam, menurut hasil penyelidikan Traffic Accident Analysis (TAA).

Perilaku Sopir yang Tidak Wajar

Selain itu, perilaku sopir yang tidak wajar juga menjadi fokus penyelidikan. Adi Irawan tidak fokus saat mengemudi hingga akhirnya menabrak sejumlah siswa. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Erick Frendriz, menjelaskan bahwa Adi baru tidur pada pukul 4.00 WIB dan berangkat membawa mobil MBG pada pukul 5.30 WIB. Hal ini membuat kondisi sopir tidak layak, sehingga berujung pada tragedi yang menimpa siswa dan guru di sekolah tersebut.

Pengakuan Sopir

Saat diperiksa setelah kejadian, Adi mengaku takut menabrak dan berniat menginjak pedal rem. Namun, ia justru salah menginjak gas, sehingga mobil melaju tanpa kendali. Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, menjelaskan bahwa Adi merasa ingin menginjak rem, tetapi justru menginjak pedal gas. Akibatnya, mobil melaju cepat dan menabrak gerbang sekolah serta para siswa.

Kondisi Mobil yang Layak Jalan

Meskipun demikian, Dinas Perhubungan memastikan bahwa mobil MBG yang dikemudikan Adi dalam kondisi layak jalan. Pihak Dinas melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pengecekan fisik hingga uji jalan terhadap mobil keluaran 2023 tersebut. Kasatpel Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Cilincing, Dardi Wahyudi, menjelaskan bahwa sistem pengereman mobil dalam kondisi baik. Tidak ditemukan kebocoran pada selang-selang rem maupun pada sistem hidrolik.

Rem depan cakram dan rem belakang tromol bekerja dengan baik. Selain itu, keadaan rem parkir juga bagus. Dengan demikian, kondisi kendaraan untuk sistem pengeremannya sangat bagus.

Faktor-Faktor yang Memicu Tragedi

Beberapa faktor yang mungkin memicu kejadian ini antara lain:

  • Kondisi sopir yang tidak layak karena kurang tidur.
  • Kesalahan dalam mengoperasikan kendaraan, seperti salah menginjak pedal gas.
  • Kecepatan mobil yang terlalu rendah, namun tetap berdampak besar karena kondisi kendaraan yang tidak terkendali.

Dari hasil penyelidikan ini, polisi dan dinas terkait berkomitmen untuk memastikan keamanan dan keselamatan lalu lintas di masa mendatang. Mereka juga akan terus memantau kondisi kendaraan yang digunakan untuk pengangkutan makanan bergizi gratis agar tidak terjadi insiden serupa.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *