"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Tersangka Pembunuhan Mahasiswi UMM Ditangkap di Pamekasan

Penangkapan Pelaku Pembunuhan Faradila Amalia Najwa

Polisi berhasil menangkap pria berinisial S (45) di Pamekasan setelah terlibat dalam kasus pembunuhan Faradila Amalia Najwa. Proses penangkapan ini tergolong dramatis karena keluarga pelaku mencoba membantu ia kabur.

Sebelumnya, Bripka AS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani proses pidana serta sidang kode etik. Penangkapan S dilakukan oleh Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim pada Jumat (19/12/2025). Pria ini kabur ke Pamekasan setelah berkomplot melakukan aksi pembunuhan bersama dengan Bripka AS.

Kanit III Subdit III Ditreskrimum Polda Jatim, AKP Muhammad Fauzi, menceritakan bahwa pengejaran terhadap S berlangsung dramatis. Pelaku sempat diduga dibantu oleh pihak keluarga untuk bersembunyi dari kejaran polisi.

“Kami kejar sejak Selasa di Tiris (Probolinggo), kemudian ke Lumajang, hingga berakhir di Pamekasan. Di Pamekasan sempat ada upaya membawa kabur oleh keluarganya. Setelah negosiasi yang sangat alot, alhamdulillah tersangka bisa kami amankan pada Jumat dini hari,” ujar AKP Muhammad Fauzi.

Sebelumnya, pihak kepolisian sudah lebih dulu menangkap Bripka AS dan ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik mengantongi minimal dua alat bukti yang sah, termasuk keterangan saksi dan barang bukti fisik.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa selain proses pidana, Bripka AS juga akan menghadapi sidang kode etik Polri. “Telah terpenuhi alat bukti yang cukup. Terhadap terduga pelaku AS telah ditingkatkan statusnya menjadi tersangka. Kami akan kenakan sanksi pidana maupun kode etik,” tegas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sejumlah barang bukti telah disita, termasuk mobil Mitsubishi Triton warna merah milik tersangka, pakaian pelaku, serta dua ponsel milik korban yang sempat hilang.

Bripka AS Dikenal Arogan

Bripka AS, tersangka pembunuhan terhadap Faradila Amalia Najwa alias FAN (21), adik iparnya yang berstatus mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memiliki perangai arogan. Fakta tersebut diungkap salah satu rekan sesama anggota polisi yang enggan disebutkan namanya.

Berlatarbelakang sebagai mantan anggota Brimob, Bripka AS kerap berseteru dengan sejumlah rekan dan orang luar. “Kalau dengar dari omongan ke omongan, katanya dia arogan. Selain itu, Bripka AS ini tidak hanya teman polisinya, teman luar yang bukan polisi juga menyebutnya PK (Penjahat Kelamin),” ujar seorang polisi yang enggan disebut namanya.

“Bahkan dulu pernah ada konflik sama saya, karena menjalin hubungan dengan mantan saya dan saya diminta untuk tidak menghubungi mantan saya lagi. Katanya sih karena dia terlanjur sayang,” pungkasnya.

Tak hanya rekan kerja, pihak orang dekat keluarga almarhumah FAN, Felani (32) sopir pribadi keluarga FAN, menyebut Bripka AS sudah tiga kali bercerai sebelum akhirnya menikahi kakak dari korban bernama Husnawiyah. “Pelaku (Bripka AS) nikah dengan kakak korban ini pas jadi duda 3 kali. Menikah dengan Husna pas posisi Husna masih perawan,” kata Felani.

Korban Dicekik

Jasad Faradila Amalia Najwa ditemukan dalam kondisi telentang di dasar sungai yang kering dengan posisi lutut kaki tertekuk dan pakaian masih lengkap di pinggiran sungai Jalan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (16/12/2025). Dari hasil autoposi jasad Faradila menunjukkan sejumlah lebam dan memar ditubuh mengindikasikan tindakan kekerasan yang dilakukan Bripka AS.

Samsul (40) selaku sopir pribadi keluarga korban usai menerima hasil tersebut dari rumah sakit Bhayangkara, Watukosek, Sidoarjo. “Saya biasanya yang jemput dia (Korban) kalau mau pulang ke Probolinggo dan yang ngantarkan juga kalau mau balik. Jadi sama abah (Ayah korban) yang disuruh ke rumah sakit itu saya,” ungkap Samsul.

Samsul menyebut dibagian leher ada bekas cekikan, bagian dahi ada bekas pukulan, di bagian nadi ada bekas tekanan dan di bagian paha ada bekas cubitan. Cara sadis itu dilakukan Bripka AS kepada adik iparnya sendiri yang disebut tidak memiliki hubungan harmonis.

Dugaan Motif

Menurut pengakuan keluarga yakni orang tua korban, memang hubungan keduanya di mata keluarga korban sama sekali tidak harmonis. Bripka AS dan korban memiliki hubungan yang sangat tidak harmonis. Begitupun juga antara terduga pelaku dengan kakak sulung korban. FAN (21) merupakan anak bungsu dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) H. Ramlan (60) dan Siti (52).

Sedangkan kakak sulung korban FAN (21) bernama Yanu (36) dan kakak kedua korban bernama Husna (34). Husna (34) ini diketahui sebagai istri dari terduga pelaku yakni Bripka AS.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *