Aksi Pemain Persija Jakarta yang Menimbulkan Kontroversi
Pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta dalam pekan ke-17 Super League berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026). Pertandingan ini berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Persib Bandung. Namun, selain hasil pertandingan, yang menjadi sorotan utama adalah aksi beberapa pemain Persija Jakarta setelah laga.
Setelah wasit meniup peluit akhir, situasi di lapangan sempat memanas. Beberapa pemain terlihat bersitegang, tetapi akhirnya bisa ditenangkan. Meski begitu, perhatian suporter tidak berhenti di sana. Kamera suporter berhasil merekam momen ketika para pemain Persija Jakarta kembali ke ruang ganti. Dalam rekaman video yang beredar, salah satu pemain, Van Basty Sousa, tampak mengacungkan jari tengah ke arah suporter.
Namun, aksi tersebut cepat dihentikan oleh Van Basty. Ia segera menurunkan tangannya dan melanjutkan perjalanan masuk ke ruang ganti. Aksi ini juga mendapat perhatian dari akun fanbase Persib Bandung @stay_persib, yang membagikan foto Van Basty Sousa sedang mengacungkan jari tengah kepada suporter.
Dalam unggahan akun tersebut, juga ditampilkan kolase foto Ciro Alves dan Putu Gede yang pernah melakukan aksi serupa. Dalam caption foto, disebutkan bahwa Ciro Alves mendapat hukuman dua kali larangan bermain dan denda sebesar Rp 75 juta. Sedangkan Putu Gede mendapatkan hukuman empat kali larangan bermain dan denda sama besar.
Aksi Ciro Alves dan Putu Gede terjadi setelah Persib Bandung kalah 1-2 dari Persis Solo di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, pada 8 Agustus 2023. Caption dari akun @stay_persib menulis, “Sama-sama mengacungkan jari tengah dan tentu tindakan tersebut adalah tindakan yang memprovokasi supporter. Kita lihat apakah pemain Persija juga akan terkena sanksi atau lolos dari sanksi?”
Di kolom komentar, banyak suporter Persib Bandung memberikan respons. Salah satu pengguna, @fauzigynnjr, menulis, “Si tubarao ge nginjek pantau di sanksi teu. Si Sousa ngacung keun jari tengah. Kudu di up pantau terus!!!”. Sementara itu, @kntnk07 menulis, “UP TERUS SHARE KE SEMUA MEDIA PERSIB BIAR DAPET SANKSI YANG SAMA.”
Beberapa suporter lain seperti @epul_pm, @dhen.arif25, dan @gugumgumilar.gg juga menyampaikan pendapat mereka, meminta agar pemain Persija Jakarta juga diberi sanksi yang sama. Mereka menilai bahwa tindakan tersebut tidak adil jika hanya memilih kasus tertentu.
Van Basty Sousa adalah gelandang asal Brasil, lahir pada 27 November 1994. Pemain dengan tinggi 1,84 meter ini didatangkan Persija Jakarta pada 1 Juli 2025 dari klub Brasil, Nautico, dengan status bebas transfer. Van Basty Sousa memiliki kaki dominan kiri dan saat ini harga pasarnya mencapai Rp 4,35 miliar.
Bersama Persija Jakarta, Van Basty Sousa telah bermain dalam 16 pertandingan, mencetak 1 gol, 2 assist, serta menerima 4 kartu kuning dalam total 1.387 menit bermain. Dalam rating SofaScore, ia mendapatkan rating 6,7 dalam pertandingan melawan Persib Bandung.
Ancaman Terhadap Thom Haye
Selain aksi Van Basty Sousa, panasnya pertandingan juga dirasakan oleh Thom Haye. Setelah laga, Thom Haye mengungkapkan bahwa keluarganya menerima pesan ancaman kematian melalui Insta Story Instagram pribadinya. Ia menulis, “Kami memenangkan derbi hari ini dan saya bangga dengan tim kami dan Bobotoh. Saya benar-benar percaya sepak bola Indonesia memiliki potensi. Semangat dan atmosfernya istimewa.”
Namun, ia juga merasa sedih karena banyak pertandingan yang dibayangi oleh perilaku tidak hormat dan pelanggaran yang tidak perlu. Thom Haye menegaskan bahwa rasa hormat sangat penting untuk pertumbuhan permainan. Ia juga meminta orang-orang yang mengirimkan harapan kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarganya untuk berhenti.
Hingga kini, Thom Haye belum memberikan pernyataan lebih lanjut tentang pihak-pihak yang mengancamnya. Di sisi lain, Bobotoh memberikan dukungan penuh terhadap Thom Haye dan keluarga atas kasus ini.











