Video Pilot Captain Andy Dahananto Viral Sebelum Kecelakaan Pesawat
Sebuah video yang menampilkan pilot pesawat ATR 42-500, Captain Andy Dahananto, tersenyum sambil menyapa dari dalam pesawat sebelum insiden kecelakaan, kini menjadi viral di media sosial. Video tersebut ditonton jutaan kali dan memicu berbagai respons dari netizen.
Video itu diunggah oleh akun TikTok @dadi_muhidin86 pada Senin (19/1/2026). Dalam rekaman tersebut, Captain Andy Dahananto terlihat duduk di kursi pesawat dengan mengenakan seragam biru. Ia sempat menyapa ke arah kamera dengan mengacungkan jempol sambil tersenyum tulus. Caption yang disertakan dalam unggahan tersebut berbunyi: “Tugas Mulia Capt. Andi Dahananto. Senyum tulus melaksanakan tugas pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan dengan penuh tanggungjawab dan integritas, semoga ada keajaiban.”
Video ini langsung menarik perhatian banyak orang, hingga menerima jutaan penonton. Ratusan netizen memberikan komentar di kolom komentar. Salah satu komentar yang menarik perhatian adalah dari akun bernama Bima Antariksa. Bima mengaku sebagai putra dari Captain Andy Dahananto. Dalam komentarnya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pemilik akun yang telah memviralkan video sang ayah. Ia juga merasa lega karena melihat ayahnya tampak bahagia menjalani tugas yang sesuai dengan hobinya.
“Saya sebagai anaknya mengucapkan makasih banyak yaaa mas udah nunjukin video ini mas. Seneng liat muka bapak menunaikan tugasnya sejalan dengan hobinya, sekali lagi makasih banyak yaa mas,” tulis Bima.

Komentar dari Bima langsung mendapat respon positif dari netizen lain. Mereka beramai-ramai mendoakan keluarga Bima agar tetap kuat dalam menghadapi musibah ini.
Profil Kapten Andy Dahananto
Kapten Andy Dahananto merupakan pilot pesawat ATR-200 yang hilang kontak di kawasan Maros. Ia lahir pada tahun 1967. Menurut laman resmi Indonesia Air Transport, Andy adalah lulusan Juanda Flying School tahun 1987. Karier pilotnya dimulai pada 1988 di Indonesia Air sebagai Pilot Fix Wing hingga saat ini.
Di Indonesia Air, nama Andy masuk dalam jajaran Direksi. Ia menjabat sebagai Direktur Operasi. Jabatan ini diemban berdasarkan Akta Keputusan Rapat Nomor 14 tertanggal 19 Juni 2019. Menurut laporan Indonesia Air, Andy tidak memiliki hubungan keluarga dengan Komisaris, Direktur, maupun Pemegang Saham Pengendali.
Kronologi Hilang Kontak
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membeberkan kronologi pesawat ATR 42-500 hilang kontak di Maros. Pesawat diketahui bertolak dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pada pukul 11.23 WIB atau 12.23 WITA, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center mengarahkan pesawat mendekat ke landasan pacu Bandara Makassar.
“Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya.” Sehingga ATC memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi. ATC kemudian memberikan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur.

Saat arahan terakhir disampaikan, komunikasi dengan awak pesawat mendadak terputus. Merespons kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA atau Distress Phase sesuai ketentuan. Upaya pencarian kini difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros.
Kondisi Pencarian Saat Ini
AirNav Indonesia juga menyiapkan penerbitan Notice to Airmen atau NOTAM terkait kegiatan pencarian dan pertolongan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar dengan AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya guna memantau perkembangan situasi dan memastikan langkah penanganan berjalan optimal.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan titik terakhir hilang kontak dan lokasi posko pencarian berjarak sekitar 16 meter dengan medan pegunungan. Untuk menuju ke sana, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam. Medannya cukup berat, kawasan pegunungan, estimasi waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam dari posko.
Saat ini, proses pencarian mengalami kendala karena cuaca buruk. Berdasarkan pantauan drone, cuaca di sekitar lokasi diselimuti kabut tebal dan hujan. Andi mengatakan pihaknya menunggu cuaca membaik untuk kembali mendekat ke titik koordinat terakhir.
Unggahan Terakhir
Beberapa waktu sebelum pesawat ATR yang dikemudikan Captain Andy Dahananto dilaporkan hilang kontak, dia sempat memposting foto senyum di akun media sosialnya. Yaitu foto selfie yang menunjukkan wajahnya sambil tersenyum. Itu diposting pada 17 Desember 2025 kemarin. Dia tampak mengenakan seragam hitam dengan tulisan nama Capt Andy Dahananto dan tulisan ‘patroli udara.’ Terlihat seragam hitam tersebut merupakan seragam dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pada postingannya tahun 2016, Andy juga sempat foto selfie tersenyum dengan wajah yang masih agak muda. Di foto tersebut dia tampak mengenakan kacamata hitam dan mengenakan seragam pilot putih.











