Ressa Rizky Rossano: Dari Kehidupan yang Tersembunyi Hingga Viral di Media Sosial
Ressa Rizky Rossano kini menjadi sorotan publik setelah mengungkap bahwa dirinya adalah anak kandung dari penyanyi Denada. Sebelumnya, ia tinggal di Banyuwangi dan dirawat oleh tante Denada. Pernyataan ini membuat banyak orang mendukung Ressa dan meminta Denada untuk bertanggung jawab terhadap anaknya.
Awal Mula Pengakuan
Ressa mengaku bahwa ia mengetahui dirinya adalah anak kandung Denada sejak duduk di bangku SMP. Namun, karena masih kecil dan belum memahami hukum, ia tidak langsung menyampaikan keinginannya. Selama ini, Ressa hanya memanggil Denada dengan sebutan “mbak”.
Pengakuan ini akhirnya muncul ke publik setelah Ressa viral di media sosial. Ia kemudian diajak live TikTok oleh salah satu brand skincare. Saat itu, Ressa terlihat menangis saat menerima hadiah sepeda listrik. Video tersebut viral dan membuat banyak orang terharu.
Respons dari Host
Host acara tersebut membeberkan sifat baik Ressa yang tidak ingin merepotkan orang lain. Ia menjelaskan bahwa Ressa tidak mau dijemput dari Banyuwangi menggunakan mobil, sehingga memilih naik kereta sendiri. Host kemudian menjemputnya di stasiun.
Ressa terharu dan mengucapkan terima kasih kepada host. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa Ressa memiliki hati yang baik meskipun menghadapi kesulitan dalam hidupnya.
Pengakuan Resmi dari Denada
Setelah digugat ke Pengadilan, Denada akhirnya mengakui Ressa sebagai anaknya. Kuasa hukum Denada, Muhammad Ikbal, menyatakan bahwa Denada tidak pernah tidak menganggap Ressa sebagai anak. Menurutnya, semua kebutuhan Ressa telah dipenuhi, termasuk pendidikan.
Meski begitu, proses mediasi yang dilakukan gagal mencapai kesepakatan. Denada tidak hadir dalam empat kali pertemuan mediasi, sehingga pihak Ressa memutuskan untuk menutup pintu damai.
Penutupan Pintu Damai
Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menyatakan bahwa mereka telah berusaha melakukan berbagai upaya damai, termasuk meminta tambahan waktu mediasi. Namun, pihak Denada tidak merespons dan tetap bersikeras tidak hadir dalam proses mediasi.
Ronald menyatakan bahwa mereka akan mengambil langkah hukum lebih lanjut. Ia juga meminta maaf atas keputusan ini, tetapi menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan karena tekanan dari pihak Denada.
Keinginan Ressa untuk Diakui
Sebelumnya, Ressa mengungkapkan keinginannya untuk didengar oleh Denada. Ia mengaku bahwa selama ini hanya bisa memanggil Denada dengan sebutan “mbak” karena takut tidak dianggap sebagai anak.
Ressa juga menyebutkan bahwa ia tidak bermimpi untuk tinggal bersama Denada. Baginya, keluarga yang sekarang sudah cukup baginya. Ia mengaku tidak benci pada Denada dan tetap menganggapnya sebagai ibunya.
Persiapan untuk Tes DNA
Ressa siap menjalani tes DNA jika diperlukan. Meskipun ia pasrah jika Denada tetap bersikeras tidak mengakui dirinya sebagai anak, ia tetap merasa sedih. Namun, ia percaya bahwa kebenaran akan terungkap.












