JAKARTA – Pantai Indah Kapuk (PIK) kembali menjadi pusat perhatian. Memasuki bulan November, kawasan pesisir ini berubah menjadi panggung besar yang dipenuhi dengan dentuman musik dan acara spektakuler.
Extraordinary November, program bulanan yang disiapkan sebagai etalase hiburan kelas dunia, menyajikan konser besar, pertunjukan komunitas, hingga line-up internasional. Di sepanjang garis pantai hingga sudut-sudut ruang publik, PIK menawarkan ritme yang tak pernah berhenti.
“November ini, kawasan PIK menghadirkan banyak event spektakuler yang skalanya mencapai taraf nasional bahkan internasional. Ini bukan sekadar rangkaian acara bulanan biasa; ini adalah pameran dari apa yang PIK tawarkan sebagai destinasi wisata world-class,” ujar Fenny Maria, Head of Tourism Development Agung Sedayu Group.
Konser Besar di Tepi Pantai dan Pertunjukan Musik Tiap Pekan
Salah satu acara utama adalah konser ikonik “Sunset di Pantai 2025” yang digelar di Land’s End PIK2 pada 15 November. Hindia, Feast, Tulus, dan sejumlah musisi besar tampil dalam suasana pantai senja yang memanjakan mata dan telinga.
Suasana musik tidak hanya berkumpul di satu titik. Di MIMI LIVEHOUSE, komunitas lokal tampil dalam Y3LLO Performance. Di Community Park PIK, anak muda memadati NU HighSchool Festival yang menghadirkan Juicy Luicy, Vierratale, Sal Priadi, dan Nadin Amizah. Puncaknya, SPIKE PIK2 Euphoria memadukan festival musik dan pasar malam modern.
Nama-nama internasional juga turut meramaikan panggung indoor lewat Noya x 80 Proof—Nervo, Nicky Romero, Marnik, hingga Yellow Claw tampil di PIK sepanjang November.
Musik Tak Pernah Sepi: Dari Live Performance hingga Chinese Live Music
Hampir setiap sudut kawasan memiliki ritme sendiri. Aloha menawarkan live music setiap akhir pekan, Dragon Point menampilkan pertunjukan komunitas, sementara Batavia PIK menghadirkan live music bertema sejarah. Pantjoran pun memiliki Chinese Live Music setiap Jumat–Minggu, memberi warna tersendiri bagi wisatawan.
Setelah Musik, Wisatawan Bisa Menjelajah Kuliner dan Budaya
Dengan kalender musik yang padat, pengunjung sering datang lebih awal atau pulang lebih lambat, dan itu membuka kesempatan menikmati acara lain. Dragon Point menggelar dua festival kuliner: “Jajanan Kalcer” dan “Food Market” yang berlangsung serentak selama November.
Di ranah budaya, perayaan Galungan & Kuningan, Batavia Tales, pameran seni “A Path to Glory”, serta Grand Opening Sunset Pier bertema “Aku, Wastra, dan Kisah” menjadi pilihan wisata non-musik yang memperkaya pengalaman pengunjung.
Pilihan Lain: Olahraga, Belanja, Aktivitas Keluarga, hingga Wisata Religi
Tak hanya musik dan kuliner, Extraordinary November juga memuat aktivitas keluarga seperti OS GOT Talent dan Indomaret Run. Wisata religi menambah sisi spiritual lewat perayaan setahun perjalanan Si Mian Fo dan misa adorasi di Taman Doa Our Lady of Akita.
Bagi wisatawan yang berfokus pada gaya hidup, ada Sundown Workout, pameran wellness, dan program belanja berhadiah di Central Market serta diskon di Hotel Osaka PIK2.
Musik sebagai Magnet, PIK sebagai Ekosistem Wisata
Fenny Maria menegaskan bahwa perjalanan besar PIK dalam membuka ruang bagi semua kalangan. “Extraordinary November ini sejalan dengan visi dari PIK Tourism Board, untuk menciptakan destinasi pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan mendunia,” ujarnya.
Dengan begitu banyak panggung dan ritme yang tersebar di berbagai titik, November menjadi bulan ketika musik bukan hanya hiburan, tetapi pintu masuk menuju seluruh pengalaman pariwisata PIK yang kian matang dan kaya warna.











