"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Budaya  

Primbon Jawa: Makna Kelahiran 21 Agustus 2001 Berdasarkan Wuku dan Weton

Ramalan Primbon Jawa untuk Kelahiran Tanggal 21 Agustus 2001

Primbon Jawa merupakan salah satu warisan budaya yang masih dipercaya oleh masyarakat Jawa dan bahkan di luar Pulau Jawa. Primbon digunakan sebagai alat untuk mengetahui keberuntungan seseorang berdasarkan perhitungan wuku dan weton. Meskipun hanya sekadar ramalan, banyak orang yang percaya bahwa primbon dapat memberikan petunjuk mengenai karakter, nasib, dan perjalanan hidup seseorang.

Primbon Jawa sendiri adalah kitab warisan nenek moyang yang berorientasi pada hubungan manusia dengan alam semesta. Hingga saat ini, primbon masih digunakan sebagai pedoman dalam menentukan tindakan atau sikap dalam beraktivitas. Beberapa kitab primbon Jawa telah disimpan rapi oleh pemerintah Indonesia di Perpustakaan Nasional. Contohnya adalah Kitab Ta’bir, Primbon Padhukunan Pal-Palan, Mantra Siwastra Raja, dan Lontarak Bola.

Berikut adalah ramalan Primbon Jawa untuk seseorang yang lahir pada tanggal 21 Agustus 2001:

Informasi Umum

  • Tanggal Masehi: 21 Agustus 2001, Selasa Anggara
  • Tanggal Jawa: 1 Jumadil Akhir 1934, Selasa Wage
  • Tanggal Hijriah: 01 Jumadil Tsania 1422

Watak Berdasarkan Weton

  • Dina (Hari): Selasa
  • Pemarah dan pencemburu, luas pergaulannya.
  • Pasaran (Pasar): Wage
  • Menarik tetapi angkuh, setia dan penurut, malas mencari nafkah perlu dibantu orang lain, kaku hati, tidak bisa berpikir panjang, sering gelap pikiran dan mendapat fitnah.
  • Haståwårå/Padewan: Brama
  • Tidak sabaran, emosional.
  • Sadwårå: Aryang
  • Pelupa.
  • Sångåwårå/Padangon: Wurung
  • Tidak sabaran, bersemangat dalam mencapai cita-cita.
  • Saptåwårå/Pancasuda: Wasesa Segara
  • Pemaaf, suka menolong, berhati mulia.
  • Rakam: Mantri Sinaroja
  • Memperoleh kemuliaan, mampu menjalankan tugas, angkuh.
  • Paarasan: Lakuning Bumi
  • Melindungi, mengasuh, sabar, mengalah.

Watak Berdasarkan Wuku

  • Dewa Bumi: Bethara Cakra
  • Pohonnya: Beringin – menjadi tempat berlindung.
  • Burungnya: Ayam Alas – disenangi orang berpangkat.
  • Gedhongnya di sebelah kiri: Tulus ikhlas.
  • Kakinya berendam di air: Perintahnya lembut di depan, panas di belakang.
  • Gumbreg geter wong tinuku abane: Berwibawa dan berpengaruh, semua perintahnya diikuti bawahan.
  • Aralnya: Kalau berada di air.
  • Sedekah / sesaji: Nasi dang-dangan beras senilai zakat fitrah, lauknya ayam barumbun dipindang, kuluban 9 macam.
  • Do’anya: Rajukna, slawatnya: 4 ketheng.
  • Kala Jaya Bumi: Ada di selatan.
  • Kalau wukunya berjalan, selama 7 hari hendaknya menghindari bepergian ke arah selatan.
  • Gumbreg patining wreksa: Gumbreg kelemahan bagi yang mengandalkan kekuatan jasmani.
  • Wuku Gumbreg baik untuk merundingkan berbesanan, untuk mencari nafkah mendapat keberuntungan.
  • Tidak baik untuk menanam kebun, mendirikan rumah, memulai berbagai karya dan bepergian.

Kesimpulan

Ramalan Primbon Jawa untuk kelahiran tanggal 21 Agustus 2001 memberikan gambaran mengenai karakter, nasib, dan perjalanan hidup seseorang. Meski hanya sekadar ramalan, informasi ini dapat menjadi referensi tambahan untuk mengenal diri lebih baik. Tetaplah bijak dalam menyikapi ramalan ini dan jadikan sebagai panduan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.


Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *