"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Budaya  

Pohon Natal Nova Scotia Tiba di Boston Common

Pohon Natal yang Menghubungkan Dua Kota

Pohon Natal ke-54 yang dikirim sebagai hadiah dari Nova Scotia tiba di Boston pada pagi hari Selasa, membawa semangat liburan ke Common. “Setiap musim dingin, pohon terindah di taman tertua di Amerika dinyalakan untuk kebahagiaan seluruh keluarga Boston, dalam perayaan kemitraan ini dan dalam perayaan semangat liburan,” kata Wali Kota Michelle Wu, berdiri di depan pohon spruce raksasa yang dihiasi lampu warna-warni dan dipasang di truk. “Ini adalah hadiah yang menyinari Common kita dan hati kita, menghormati kemitraan dan persahabatan kita.”

Pohon Natal 2025 yang disediakan oleh pejabat, sebuah spruce putih setinggi 45 kaki yang diusulkan oleh warga lokal Ronald dan Claire Feener dari Lunenburg County di Nova Scotia, tiba di tempatnya untuk musim ini di Boston Common tepat setelah pukul 11 pagi hari Selasa, menandai dimulainya musim liburan.

Pemberian tahunan ini merupakan pohon ke-54 yang diberikan sejak 1971 dan menghormati bantuan darurat yang diberikan Boston kepada wilayah tersebut setelah ledakan munisi mengerikan di Pelabuhan Halifax pada tahun 1917.

“Lebih dari 100 tahun yang lalu, ketika salah satu bencana buatan manusia terbesar pada masa itu terjadi, ledakan Halifax tahun 1917,” cerita Wu. “Ribuan orang terluka. Hampir 2.000 orang kehilangan nyawa mereka dan komunitas yang terkena dampaknya terus terguncang. Boston adalah komunitas pertama dari luar Kanada yang mengirim bantuan. Dalam waktu 12 jam setelah mengetahui apa yang terjadi, kereta yang membawa personel medis, pasokan, dan semangat Boston langsung berangkat untuk memberikan bantuan bagi tetangga utara kita.”

Petugas taman Boston Walter Evans menceritakan sejarah tragedi tersebut pada hari Selasa, menjelaskan bagaimana ledakan di Halifax pada 6 Desember 1917 menyebabkan bola api yang mencapai suhu 9.000 derajat, gelombang kejut yang bergerak dengan kecepatan 3.400 mph, jendela yang pecah hingga 50 mil jauhnya, tsunami setinggi 35 kaki, dan kematian sekitar 1.900 orang.

Pada 8 Desember, penduduk Boston tiba di kota yang sedang membutuhkan bantuan tersebut dengan bantuan dan “langsung mulai merawat korban luka, mendirikan tempat penampungan.”

“Kereta berikutnya datang dengan 100 dokter, 300 perawat, personel Palang Merah, dan lebih dari 1 juta dolar pasokan, semua tanpa diminta,” kata Evans. “Orang-orang Halifax sangat bersyukur kepada kota Boston, dan pada 1918 mereka mengirim pohon Natal sebagai tanda apresiasi kepada warga Boston atas bantuan mereka saat paling sulit. Pada 1971, tradisi ini dihidupkan kembali, dan setiap tahun provinsi Nova Scotia melakukan kontes untuk menentukan siapa yang akan menyediakan pohon Natal.”

Tradisi yang Berlangsung Selama Berpuluh Tahun

Pohon Natal ini akan dinyalakan sekitar pukul 7:55 malam pada Kamis, 4 Desember, dengan upacara penerangan pohon akan berlangsung dari pukul 6 hingga 8 malam.

Wali Kota Wu ikut serta dalam upacara pemotongan pohon di Kanada awal bulan ini, menggunakan gergaji mesin dan menjadi wali kota Boston pertama yang melakukannya.

“Saya pikir kita semua bisa sepakat bahwa itu adalah dedikasi yang benar-benar terhadap semangat liburan,” kata Komisaris Perparkiran dan Rekreasi Cathy Baker-Eclipse. “Jadi kali berikutnya seseorang berkata bahwa menjadi wali kota adalah pekerjaan yang sulit, ingatkan mereka bahwa ternyata termasuk tugas sebagai tukang kayu juga.”

Sejarah yang Menghubungkan Dua Negara

Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol perayaan Natal, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya bantuan dan persahabatan antar negara. Dari ledakan besar di Halifax hingga pohon Natal yang dikirim sebagai tanda terima kasih, hubungan antara Boston dan Nova Scotia terus berlanjut. Setiap tahun, masyarakat Nova Scotia berkompetisi untuk memilih pohon yang akan dikirim ke Boston, menjaga tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Selain itu, upacara penerangan pohon Natal tahun ini akan menjadi momen spesial bagi warga Boston, yang akan merayakan kebersamaan dan semangat liburan. Dengan pohon yang dinyalakan di Boston Common, semangat kebersamaan dan persahabatan antara dua kota ini akan terus berlanjut.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *