"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Budaya  

Perahu Kertas Menggapai Mimpi Panjang



JAKARTA –

Setelah hampir tiga dekade sejak pertama kali ditulis, novel Perahu Kertas kembali hadir dalam medium baru, yaitu panggung musikal.

Karya yang awalnya lahir dari sebaris lirik lagu dan berkembang menjadi novel laris, film populer, hingga tembang ikonik, kini mewujud menjadi Musikal Perahu Kertas. Pertunjukan ini akan dipentaskan di Ciputra Artpreneur Jakarta pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026.

Produksi yang disajikan oleh Trinity Entertainment Network bersama Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST) dan Indonesia Kaya menunjukkan sinergi lintas disiplin dalam menghadirkan pertunjukan musikal berukuran besar. Transformasi karya ini bukan sekadar perjalanan sebuah kisah, melainkan bukti bagaimana cerita tentang mimpi, cinta, dan pencarian jati diri mampu menjelma kembali dalam bentuk yang lebih hidup. Hal ini memungkinkan kisah tersebut menjangkau generasi baru dan menghidupkan lagi mimpi-mimpi banyak orang.

Perjalanan Kekuatan Cerita yang Tak Pernah Padam

Saat Dee Lestari menulis novel Perahu Kertas pada tahun 1996, ia tidak pernah membayangkan bahwa kisah Kugy dan Keenan akan mengarungi perjalanan sejauh ini. Novel tersebut kemudian ditulis ulang pada 2007 dan diterbitkan pada 2008, langsung mencuri hati pembaca. Adaptasi film pada 2012 semakin memperluas jangkauan kisah ini. Film tersebut diperkuat dengan lagu-lagu yang menjadi bagian penting dari kultur pop Indonesia.

Namun, menghadirkannya ke panggung musikal adalah langkah baru yang bahkan sang penulis sendiri tidak pernah bayangkan sebelumnya.

“Jika ditanya apakah saya pernah bermimpi sebesar ini? Tidak. Dari baris lagu, menjadi buku, menjadi film, lalu melahirkan lagi banyak lagu, dan kini hadir dalam musikal. Ini mimpi yang dulu bahkan tidak terpikirkan,” ujar Dee saat temu media di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Tema “Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi” yang dibawa dalam musikal ini menjadi gema dari perjalanan karya itu sendiri dan mimpi kecil yang tumbuh menjadi gerakan kolektif.

Kolaborasi yang Penuh Nilai

Pementasan Musikal Perahu Kertas menjadi debut musikal bagi Trinity Entertainment Network, bekerja sama dengan TRUST Orchestra dan Indonesia Kaya. Bagi ketiga institusi ini, Musikal Perahu Kertas adalah proyek yang tidak hanya besar secara produksi, tetapi juga secara nilai.

Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya sekaligus Produser Musikal Perahu Kertas, menyebut kolaborasi ini sebagai jawaban mimpi bersama.

“Bagi Indonesia Kaya, ini sebenarnya jawaban dari mimpi kami. Kami berharap, ada pihak swasta lain yang mau dan berani terjun ke teater musikal. Dan jawabannya ada dari teman-teman dari Trinity Optima Network berani nyemplung ke panggung teater musikal,” ujar Billy.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan pihak swasta menjadi kunci akselerasi ekosistem musikal Indonesia.

“Musikal juga semakin banyak, akhirnya industrinya juga bisa semakin besar. Jika Indonesia Kaya sendirian di belakang layar, progress-nya ada, tapi tidak akan secepat itu. Namun, ketika ada pihak-pihak lain yang ikut terlibat, kita bisa melihat mimpi bahwa panggung teater musikal Indonesia bisa berkembang dan berlayar lebih cepat dari waktu yang seharusnya,” tambahnya.

Billy juga menekankan bahwa pertunjukan panjang seperti ini akan melahirkan penonton baru sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berani bermimpi menjadi performer seni pertunjukan.

“Semakin banyak pertunjukan panjang, semakin banyak yang bisa melihat bahwa menjadi performer adalah pilihan karier yang nyata. Mereka yang punya mimpi pun akhirnya berani bermimpi, dan mimpinya bisa hidup lewat panggung-panggung yang kami berikan,” imbuhnya.

Pengalaman Panggung yang Menghidupkan Mimpi

Musikal Perahu Kertas juga menjadi wadah untuk talenta muda, baik dari sisi seni pertunjukan maupun musik. Indonesia Kaya dan Trinity sama-sama memiliki program inkubasi talenta. Musikal ini pun menjadi titik temu kedua ekosistem tersebut.

“Beberapa penampil merupakan alumni Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya Indonesia Kaya, sedangkan beberapa lainnya berasal dari dunia musik Trinity. Ada yang awalnya disiapkan sebagai penyanyi, tapi justru orbit pertama mereka terjadi di panggung teater musikal. Ini sinergi yang sangat dibutuhkan,” ujar Billy.

Banyak dari mereka tampil untuk pertama kalinya dalam pertunjukan musikal berdurasi panjang. Menurut Billy, ini ibarat perjalanan “perahu” yang mulai berlayar dengan penuh harapan. Di balik musikal itu berdiri tim kreatif yang kuat, yakni naskah oleh Widya Arifianti, musik garapan Ifa Fachir dan Simhala Avadana, serta penyutradaraan dan koreografi oleh Venytha Yoshiantini.

Lagu-lagu ciptaan Dee yang juga mengiringi film Perahu Kertas, seperti “Milyaran Manusia”, “Tahu Diri”, “Dua Manusia”, dan “Langit Amat Indah”, akan diperluas dalam format musikal untuk membawa penonton masuk ke ritme emosi Kugy dan Keenan.

Billy berharap, musikal tersebut akan menjadi pertunjukan yang bukan hanya indah secara visual, melainkan juga menyentuh secara emosional.

“Kami ingin menghadirkan panggung yang indah dilihat dan menggugah hati. Pertunjukan tersebut menghidupkan mimpi kami, para kreator, dan juga mimpi bahwa seni pertunjukan panjang Indonesia akan kembali hadir dan dinikmati masyarakat. Semoga kolaborasi ini bisa membuat kita percaya diri bahwa karya kreator musikal Indonesia sangat bisa disandingkan dengan negara lain,” jelas Billy.

Dengan semangat itu, Musikal Perahu Kertas hadir bukan hanya untuk merayakan kisah yang sudah dicintai banyak orang, melainkan juga untuk menyalakan kembali mimpi-mimpi, baik bagi penonton, kreator, dan masa depan teater musikal Indonesia.

Penjualan tiket Musikal Perahu Kertas untuk umum dibuka mulai Rabu (19/11/2025) pukul 12.00 WIB dengan harga pre-sale mulai dari Rp 209.000 melalui https://www.loket.com/e/musikalperahukertas.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *