Pertemuan Ayah dan Anak dalam Laga Sriwijaya FC vs PSMS Medan
Laga antara Sriwijaya FC melawan PSMS Medan di pertandingan ke-13 kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 akan menjadi momen yang sangat menarik. Pasalnya, salah satu pemain Sriwijaya FC, King Erick Cantona, adalah putra sulung dari pelatih PSMS Medan, Kas Hartadi. Hal ini membuat laga tersebut menjadi pertempuran ayah dan anak.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada hari Sabtu (27/12/2025) pukul 15.30 WIB dipastikan akan memicu perhatian besar dari para penggemar sepak bola. Meski hubungan keluarga antara Kas Hartadi dan King Erick Cantona tidak bisa dihindari, keprofesionalan akan menjadi kunci dalam pertandingan ini.
Setelah kekalahan Sriwijaya FC dari Sumsel United dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Senin (24/11/2025), Kas Hartadi mengatakan bahwa timnya masih memiliki waktu untuk berbenah. Ia menyebutkan bahwa ada jeda waktu selama sebulan sebelum kompetisi dilanjutkan.
“Kita pasti perbaiki semua lini. Masih ada jeda waktu satu bulan lagi mulai lagi kompetisi kita akan berbenah,” ujar Kas Hartadi. Ia juga menegaskan bahwa timnya akan mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi Sriwijaya FC.
King Erick Cantona sendiri mengungkapkan bahwa ia merasa nyaman berada di Sriwijaya FC. Ia menyebutkan bahwa suasana di tim tersebut sangat kompak dan menyenangkan. “Alhamdulillah senang suasana di tim Sriwijaya FC juga nyaman, kompak juga,” katanya.
Erick, yang lahir pada 23 Desember 2004, menjelaskan alasan ia tidak bergabung dengan PSMS Medan. Ia ingin menciptakan jalannya sendiri tanpa terpengaruh oleh nama besar ayahnya. “Saya sendiri ingin punya jalan sendiri juga, tidak ingin ada bayang-bayang nama besar bapak agar bisa lebih berkembang. Target saya bisa membantu tim Sriwijaya FC mencapai targetnya,” ujarnya.
Sebagai pemain profesional, King Erick Cantona mengaku siap menghadapi laga melawan PSMS Medan yang dipegang oleh ayahnya. “Sama-sama profesional aja. Kalau di lapangan ya bukan bapak saya. Tapi kalau di luar lapangan jadi bapak saya,” kata Cantona.
Kas Hartadi telah resmi ditunjuk sebagai pelatih PSMS Medan untuk kompetisi Championship 2025/26. Ia mengatakan bahwa sengaja tidak mengajak putranya untuk bergabung di tim Ayam Kinantan. “Memang sengaja tidak saya ajak. Biar dia bisa berkembang, dan kini dia sudah bergabung dengan Sriwijaya FC,” ujarnya.
Musim lalu, saat membesut PSKC Cimahi di Pegadaian Championship League 2024/25, Kas Hartadi sempat membawa King Erick Cantona yang merupakan jebolan Sekolah Sepakbola (SSB) Firman Utina (FU) 15 Football Academy. Sehari menjelang laga ujicoba perdana melawan MSG (Munial Sport Group) di lapangan B Senayan Jakarta, Selasa (22/2025) lalu, Sriwijaya FC kedatangan satu pemain muda.
King Erick Cantona, kelahiran 23 Desember 2004, yang musim lalu merupakan winger PSKC Cimahi telah berseragam Sriwijaya FC. “Putra sulungnya coach Kas Hartadi gabung dengan Sriwijaya FC sejak Senin kemarin,” ujar Asdirkom III PT SOM Mohammad David.
Kas Hartadi memiliki kedekatan yang kuat dengan Sriwijaya FC. Karier kepelatihannya dimulai pada tahun 2009–2011 di Sriwijaya FC sebagai asisten pelatih membantu Ivan Kolev. Pada musim kompetisi Liga 1 2011–2013, ia menjadi pelatih Sriwijaya FC. Di musim kompetisi Liga 2 2019, Kas Hartadi kembali menjadi pelatih Sriwijaya FC.
Selain itu, Kas Hartadi juga pernah bermain di Palembang era Galatama dulu di Kramayudha Tiga Berlian. Karier pelatihnya dimulai dari bawah. Pada 2005-2008, Kas menjadi pelatih Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA), di Kabupaten Musi Banyuasin. Berkat keuletan dan kesungguhannya dalam menjalankan profesinya, perlahan namun pasti karier Kas menanjak.
Pada musim 2009/2010, Kas dipercaya menjadi pelatih kepala Sriwijaya FC U21. Satu musim berselang, Kas mendapatkan promosi sebagai asisten pelatih Ivan Kolev.
Sementara putra sulungnya, King Erick Cantona, musim kompetisi Pegadaian Championship 2024/25 lalu berseragam PSKC Cimahi. Sebelumnya, ia juga pernah bermain bersama Dewa United U20 pada musim 2023/24 dan Kalteng Putra Youth pada musim 2018/19.
Perjalanan Karier Kas Hartadi
Kas Hartadi memiliki riwayat panjang dalam dunia sepak bola. Mulai dari menjadi pemain hingga menjadi pelatih, ia telah membuktikan dirinya sebagai sosok penting dalam sejarah Sriwijaya FC.
Karier sebagai Pelatih
- 2005–2008: Pelatih Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA), Kabupaten Musi Banyuasin.
- 2009–2011: Asisten pelatih Sriwijaya FC, membantu Ivan Kolev.
- 2010–2011: Pelatih kepala Sriwijaya FC U21.
- 2011–2013: Pelatih Sriwijaya FC.
- 2019: Kembali menjadi pelatih Sriwijaya FC di Liga 2.
- 2025/26: Ditunjuk sebagai pelatih PSMS Medan.
Karier sebagai Pemain
- Era Galatama: Bermain di Kramayudha Tiga Berlian di Palembang.
Karier King Erick Cantona
King Erick Cantona memiliki perjalanan karier yang menjanjikan. Berikut adalah riwayatnya:
- 2018/19: Bermain bersama Kalteng Putra Youth.
- 2023/24: Bersama Dewa United U20.
- 2024/25: Berseragam PSKC Cimahi.
- 2025/26: Bergabung dengan Sriwijaya FC.
Dengan latar belakang keluarga yang kuat dalam dunia sepak bola, King Erick Cantona memiliki potensi besar untuk sukses di masa depan. Ia akan menjadi fokus utama dalam laga melawan PSMS Medan nanti.











