"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Budaya  

Menjelang Peresmian Panggung Songgo Buwono, Keraton Surakarta Kekacauan, LDA Dilarang Masuk

Kondisi Keraton Surakarta Memanas Jelang Peresmian Panggung Songgo Buwono

Menjelang peresmian Panggung Songgo Buwono dan Museum Keraton yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (16/12/2025), kondisi di dalam Keraton Surakarta semakin memanas. Situasi di lingkungan keraton dilaporkan semakin tegang, dengan adanya konflik internal yang muncul antara berbagai pihak terkait.

Pada Senin (15/12/2025), sehari sebelum agenda peresmian digelar, terjadi insiden di area Museum Keraton Solo. Sejumlah kerabat Keraton yang tergabung dalam Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo dihalangi masuk ke kawasan museum. Hal ini menunjukkan adanya friksi internal di tubuh Keraton Solo. Pihak yang menghalangi akses masuk berasal dari kubu Pakubuwono XIV Purboyo, sementara LDA Keraton Solo mendukung Pakubuwono XIV Hangabehi.

Ketua LDA Keraton Solo, GRAy Koes Moertiyah Wandansari atau yang akrab disapa Gusti Moeng, mempertanyakan kebijakan Pengageng Kebudayaan dan Pariwisata Keraton Solo, GKR Devi Lelyana Dewi, yang membatasi akses ke area museum tersebut. Gusti Moeng menyatakan bahwa dirinya masih menjabat sebagai Pengageng Sasana Wilapa sejak masa pemerintahan Pakubuwono XIII dan hingga kini belum pernah dinyatakan selesai atau dicabut secara resmi.

“Saya jadi pengageng sasana wilapa 2004 sejak Bapaknya kami dudukkan sebagai pemangku adat. Sampai sekarang juga belum selesai. Jabatan saya dan bebadan belum selesai,” ujarnya.

Gusti Moeng juga termasuk dalam Tim Lima, yakni tim yang dipercaya untuk melakukan revitalisasi Museum Keraton Solo dan Panggung Songgo Buwono. Ketegangan ini menambah daftar polemik yang menyelimuti Keraton Solo di tengah rencana peresmian fasilitas budaya tersebut.

Anggota Tim Lima

Berikut anggota Tim Lima:

  • KG Panembahan Agung Tedjowulan
  • SISKS Pakoe Boewono XIII
  • GRAy Wandansari
  • BKRAy Hanantowiyah
  • KRAy Krisnina Maharani

Gusti Moeng menjelaskan bahwa ketuanya adalah almarhum, dan tim lima dibentuk dengan anggota yang mewakili trah Sinuhun, Gusti Tedjo, serta beberapa tokoh lainnya.

Penjelasan Kubu PB XIV Purboyo

Terkait dengan pihak LDA yang tidak diizinkan masuk ke area museum, kubu PB XIV Purboyo memberikan penjelasan. Penghageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, Pakubuwono XIV Purbaya GKR Panembahan Timoer Rumbai, menegaskan bahwa sesuai kesepakatan rapat, hanya petugas BPK yang diperbolehkan masuk museum.

“Ketika rapat di Balai Kota menyepakati hanya pekerja saja yang masuk. Saya juga di luar. Yang masuk pekerja saja. Supaya tidak mengganggu pekerjaan,” jelasnya.

GKR Panembahan Timoer menambahkan bahwa penggunaan aset keraton harus melalui komunikasi resmi dengan kelembagaan yang dibentuk Pakubuwono XIV Purboyo. Menurutnya, pengelolaan museum semestinya berada di tangan Pangageng Kebudayaan dan Pariwisata GKR Devi Lelyana Dewi.

Masalah Tim Lima

GKR Panembahan Timoer juga menyatakan bahwa Tim Lima tidak pernah melibatkan pihak Pakubuwono XIII dalam kegiatan revitalisasi. Ia menegaskan bahwa pembentukan Tim Lima tidak memiliki persetujuan dari pihak yang berwenang.

“Beliaunya ketika PB XIII pengelolaan museum dimandatkan PB XIII ke Gusti Devi. Sekarang PB XIV Gusti Devi pun yang dipercaya untuk mengelola museum. Nggak pernah dan tidak pernah ada ijinnya. Kalau Tim Lima mengklaim sudah ada terbentuknya Tim Lima tidak ada persetujuan pembentukan itu. Untuk ijin pengerjaannya tidak ada. Bahkan Tim Lima atau pun dinas memberikan surat kepada kami tapi kami belum membalas,” jelasnya.

Masalah Gembok

Sebelum kejadian LDA dilarang masuk ke area museum, sebelumnya di Keraton Solo juga ramai soal gembok. Perkara gembok ini mencuat ke publik sejak Sabtu (13/12/2025). Saat itu, pekerja dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X DIY – Jateng ikut terdampak, mereka diusir saat merevitalisasi Museum Keraton Kasunanan Surakarta.

Pelaksana BPK Wilayah X DIY–Jateng, Aldila Christian, mengungkapkan bahwa saat diusir, pihaknya tengah melakukan kegiatan revitalisasi. Setelah mengusir para pegawai, sejumlah oknum tersebut mengunci beberapa pintu sehingga petugas tidak bisa kembali masuk.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *