"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Polisi Panggil Pengeroyok Siswi SMP di Balap Liar Jalan Baru Binduriang Bengkulu

Penanganan Aksi Pengeroyokan Siswi SMP di Jalan Baru Desa Simpang Beliti

Polisi telah memastikan akan memanggil para remaja yang terlibat dalam video pengeroyokan siswi SMP yang viral di jalan baru Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong. Tindakan ini merupakan langkah penanganan atas keresahan warga dan gangguan ketertiban di lokasi tersebut.

Aktivitas berkumpulnya remaja di lokasi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama setelah video perkelahian menyebar di media sosial. Video tersebut menampilkan aksi pengeroyokan antar remaja, termasuk seorang siswi SMP yang menjadi korban. Kejadian ini semakin memperparah rasa khawatir warga terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT), AKP Mansyur Daud Manalu, menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan arena balap liar, melainkan tempat berkumpul anak muda. Ia menyatakan bahwa aktivitas yang terjadi lebih kepada kebiasaan “mejeng” atau pacaran anak-anak muda karena suasana jalan baru.

Meski demikian, keberadaan remaja yang berkumpul hingga menimbulkan kegaduhan dinilai tetap berpotensi mengganggu ketertiban umum. Apalagi, dalam beberapa hari terakhir, video perkelahian antar remaja di lokasi tersebut menyebar luas dan menjadi perhatian masyarakat. Untuk menangani situasi ini, pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Langkah-langkah yang dilakukan meliputi koordinasi dan rapat bersama unsur Tripika Kecamatan Binduriang, pemberian imbauan kepada masyarakat bahwa lokasi tersebut bukan arena balap, serta pengingat agar tidak terjadi peristiwa yang dapat menimbulkan korban. Selain itu, patroli rutin di lokasi tersebut akan ditingkatkan.

“Setiap sore kami akan melaksanakan patroli rutin, termasuk patroli gabungan bersama TNI, untuk mengantisipasi potensi balap liar maupun gangguan kamtibmas lainnya,” jelas Kapolsek.

Viral di Media Sosial

Sebuah video aksi perkelahian antar remaja perempuan yang masih berstatus sebagai pelajar SMP viral di media sosial dan menuai beragam respons dari masyarakat. Peristiwa ini terjadi di jalan baru Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Rejang Lebong, Bengkulu pada Senin (15/12/2025) sore.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang remaja perempuan menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah remaja perempuan lainnya. Korban tampak dipukul, dijambak, hingga ditusuk-tusuk yang diduga menggunakan kunci motor. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka di bagian punggung. Di akhir video, korban yang mengenakan pakaian hitam terlihat menangis histeris setelah mendapat perlakuan kekerasan.

Korban diketahui berinisial RA (13), warga Desa Apur, Kecamatan Binduriang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula saat korban bersama dua orang temannya berada di jalan baru untuk menonton aktivitas balap liar. Di lokasi itu, korban bertemu sejumlah pelajar lainnya dan diajak pergi ke ujung jalan yang sepi. Para pelajar tersebut mengatakan kepada korban, “Ayo kita ke ujung tempat sepi”.

Tanpa curiga, korban mengikuti ajakan tersebut. Namun, saat berjalan menuju lokasi sepi, sekitar tujuh remaja lainnya ikut mengiringi korban. Setibanya di lokasi yang jauh dari keramaian, salah seorang pelajar menantang korban untuk berkelahi. Bahkan korban diancam dengan ucapan, “Kalau tidak mau berkelahi, kamu harus sujud di kaki saya”.

Korban yang menolak langsung didorong oleh salah satu pelajar, disusul oleh teman-temannya hingga terjatuh. Rambut dan kalung korban ditarik secara paksa. Dalam kondisi refleks, korban sempat menarik rambut salah satu pelaku. Namun aksi kekerasan semakin brutal. Korban ditendang di bagian perut hingga kembali terjatuh.

Saat tergeletak di tanah, korban kembali dianiaya dengan dipukul, ditampar, serta menerima berbagai bentuk kekerasan lain hingga akhirnya menangis. Tidak berhenti di situ, setelah para pelaku sempat meninggalkan korban, aksi perundungan kembali terjadi. Saat korban hendak menuju sepeda motornya, rambutnya kembali ditarik dan korban bahkan diludahi. Para pelaku juga mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun. Jika berani bercerita, korban diancam akan kembali dianiaya.

Jalan Baru Binduriang Meresahkan

Aksi balap liar yang kerap terjadi di jalan baru yang dibangun di Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu semakin meresahkan warga dalam beberapa hari terakhir. Tak hanya mengganggu aktivitas pengguna jalan, balap liar yang dilakukan sejumlah remaja di lokasi tersebut diduga kuat memicu kegaduhan hingga berujung perkelahian.

Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, beredar video viral yang memperlihatkan aksi perkelahian antarremaja di ruas jalan tersebut. Kepala Desa Simpang Beliti, Eka Susanti, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut aktivitas di jalan baru itu hampir terjadi setiap hari, terutama pada sore hari.

“Rame terus setiap hari, terutama sore hari,” ujar Eka kepada pada Selasa (16/12/2025). Menurutnya, kondisi ini muncul setelah jalan tersebut selesai dibangun sehingga permukaannya menjadi halus dan mulus. Jalan yang awalnya diharapkan dapat menunjang mobilitas warga justru berubah menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat, khususnya kalangan remaja.

“Ini setelah jalan baru dibangun, jalannya halus dan mulus. Akhirnya jadi tempat ngumpul,” jelasnya. Terkait maraknya aksi balap liar dan perkelahian remaja, Eka mengakui pihak desa telah menerima banyak laporan dari masyarakat. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama kepolisian, untuk melakukan penertiban.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, karena ini sudah meresahkan,” katanya. Ia mengkhawatirkan apabila kondisi tersebut dibiarkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, karena aksi balap liar berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, aksi perkelahian yang kerap terjadi juga menjadi perhatian serius.

“Takutnya bisa membahayakan dan menyebabkan ada korban jiwa di jalan baru itu,” ungkapnya. Sementara itu, salah seorang warga sekitar mengungkapkan bahwa hampir setiap sore hari jalan tersebut selalu ramai dipadati remaja yang membawa kendaraan bermotor. Tak jarang, aksi kebut-kebutan hingga perkelahian terjadi di lokasi tersebut.

“Semoga segera ditertibkan, Pak. Ini sudah meresahkan sekali,” tuturnya.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *