"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Budaya  

Hitung Mundur Ramadhan 2026: Berapa Hari Lagi Puasa Dimulai?

Metode Penentuan Awal Bulan Hijriah

Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, baik itu 29 atau 30 hari.

Untuk menentukan awal bulan Hijriah, terdapat dua metode utama, yaitu rukyatul hilal dan hisab. Rukyatul hilal berfokus pada penglihatan bulan sabit baru di langit malam. Metode ini dilakukan dengan mata telanjang atau alat bantu seperti teleskop. Jika hilal terlihat, maka sejak petang itu pula, bulan baru Hijriah dimulai. Jika tidak nampak, maka bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari dan esoknya, bulan baru dimulai.

Sementara itu, hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan. Dengan dasar hitungan ini, permulaan bulan dapat diketahui jauh hari. Metode inilah yang biasa dipakai menyusun kalender Hijriah.

Hitung Mundur Ramadhan 2026

Pemerintah selalu menggelar sidang isbat pada akhir Syaban untuk menentukan tanggal pertama Ramadhan. Melalui sidang itulah, tanggal resmi Ramadhan ditetapkan. Sembari menanti sidang isbat, umat Islam dapat mengecek Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama untuk tahu prediksi dari pemerintah. Dalam kalender itu, tertulis bahwa 1 Ramadhan 1447 H/2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, kurang lebih 52 hari lagi sebelum Ramadhan tiba.

Bulan kesembilan kalender Hijriah itu kemudian diprediksi berlangsung genap 30 hari. Pada Jumat, 20 Maret 2026, Ramadhan berakhir dan digantikan Syawal.

Bagaimana dengan Muhammadiyah? Organisasi Islam satu ini sudah memedomani Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sejak 1447 H dimulai. Dilihat dari laman resmi KHGT, 1 Ramadhan 2026 bertepatan dengan Rabu, 18 Februari 2026, satu hari lebih cepat ketimbang pemerintah. Mengacu KHGT Muhammadiyah, Ramadhan tahun depan bakal berlangsung genap 30 hari. Dengan demikian, Idul Fitri alias 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan Jumat, 20 Maret 2026.

Nahdlatul Ulama (NU) di sisi lain belum mengeluarkan ketetapan tentang awal Ramadhan. Namun, prediksinya dapat disimak dalam Almanak Tahun 2026 yang dirilis Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bojonegoro. Tertulis:

“Posisi hilal belum memenuhi kriteria imkanurrukyah sehingga 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.”

Perkiraan NU awal Ramadhan 2026 berarti berkesesuaian dengan versi pemerintah. Begitu pula jumlah harinya, diprediksi berlangsung genap 30 hari sebelum digantikan Syawal pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Akhir kata, menurut prediksi pemerintah dan NU, Ramadhan 2026 tinggal 52 hari lagi (terhitung sejak 29 Desember 2025). Sementara itu, jika mengikuti tanggalan Muhammadiyah, maka Ramadhan bakal tiba 51 hari lagi.

Batas Puasa Qadha Ramadhan

Seorang muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan karena alasan yang dibenarkan syariat, wajib menggantinya lain waktu. Menurut penjelasan dalam buku Rangkuman tentang Qadha Puasa oleh Abu Ghozie as-Sundawie, pelunasan utang ini sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.

Namun, jika tidak memungkinkan, mengakhirkan puasa Qadha Ramadhan hukumnya boleh. Dasarnya adalah perkataan Aisyah RA:

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ، الشُّغْلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَوْ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Syaban karena kesibukan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR Bukhari no 1950 dan Muslim no 1146)

Hanya saja, tidak boleh terus menunda qadha sampai Ramadhan berikutnya datang. Dengan catatan, orang tersebut tidak memiliki udzur. Apabila Ramadhan selanjutnya sudah tiba, dan utang masih ada, para ulama berbeda pendapat mengenai perlu tidaknya membayar fidyah. Wallahu a’lam bish-shawab.

Yang jelas, batas akhir puasa Qadha Ramadhan adalah sebelum Ramadhan berikutnya tiba. Pun bila sampai waktu itu belum selesai qadha, terlepas dari khilafiyah fidyah, puasa Qadha Ramadhan tetap harus dikerjakan, tidak lantas hilang begitu saja.

Dasarnya adalah firman Allah SWT:

ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ

Artinya: “…Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain….” (QS al-Baqarah: 185)

Nah, itulah sekilas informasi mengenai hitung mundur Ramadhan 2026.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *