Raffi Ahmad dan Kritik atas Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Haji Isam
Presenter sekaligus pengusaha ternama Raffi Ahmad kembali menjadi perbincangan publik setelah mengunggah foto dan ucapan selamat ulang tahun untuk Haji Isam, seorang pengusaha nasional yang dikenal luas di sektor pertambangan dan perkebunan. Unggahan tersebut menarik banyak perhatian, namun juga memicu reaksi dari warganet yang tidak sepenuhnya positif.
Dalam unggahan tersebut, Raffi menyampaikan doa serta harapan baik kepada Haji Isam. Ia menulis, “Selamat ulang tahun, Pak Haji Sam. Semoga selalu diberi umur panjang, kesehatan, dan keberkahan.” Selain itu, Raffi juga mengungkapkan rasa terima kasih atas inspirasi dan kebaikan yang telah diberikan oleh Haji Isam kepada masyarakat.
Namun, respons yang diterima dari warganet justru beragam. Banyak komentar yang mengkritik unggahan Raffi, terutama karena isu lingkungan yang sering dikaitkan dengan aktivitas bisnis Haji Isam. Beberapa netizen menyoroti masalah pembabatan hutan, khususnya di wilayah Papua, yang dinilai merusak ekosistem alam.
Salah satu komentar yang viral adalah, “Selamat ultah pembabat hutan Papua. Semoga makin luas wilayahnya,” tulis @mayerichest. Komentar lain juga menyebut, “Hutan Papua OTW Gundul sama seperti Hutan Sumatera dan Kalimantan,” tulis @rtnn__28. Sementara itu, akun lain menulis, “Bilang ke beliau A, tanah di Papua jangan diapa-apain,” tulis @egiiinn.
Unggahan Raffi ini kini menjadi topik diskusi yang hangat di media sosial, menunjukkan perbedaan pendapat antara dukungan pribadi terhadap Haji Isam dan kekhawatiran sosial terhadap dampak lingkungan dari bisnisnya.
Siapa Haji Isam?
Haji Isam lahir pada 1 Januari 1977. Meskipun ia membangun usaha di Kalimantan Selatan, ia bukanlah putra Pulau Borneo. Ia berasal dari Bone, Sulawesi Selatan, daerah yang juga menjadi tanah kelahiran Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada November 2017, ia mengadakan pesta rakyat di tanah leluhurnya di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. Saat itu, ia datang bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yang juga putra daerah ini.
Sebelum sukses sebagai pengusaha, Haji Isam pernah bekerja sebagai pekerja perkayuan, tukang tebang, buruh muat, dan sopir angkutan. Bahkan, ia pernah menjadi tukang ojek. Dengan tekad dan kerja keras, ia memulai usahanya dari nol hingga akhirnya sukses. Itulah sebabnya, ia mendapat julukan ‘from zero to hero’.
Haji Isam memulai bisnis batubara dengan modal yang sangat minim. Berawal dari ikut dalam sebuah perusahaan milik pengusaha batu bara keturunan Tionghoa di Surabaya, ia kemudian mencoba usaha sendiri. Kini, Haji Isam tidak hanya dikenal di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, tetapi juga di Kalimantan Selatan dan nasional.
Ia membangun kerajaan bisnis melalui PT Jholin Grup, yang mencakup beberapa perusahaan seperti PT. Jhonlin Baratama, PT. Jhonlin Marine and Shipping, dan PT. Jhonlin Air Transport. Dari sejumlah perusahaan tersebut, ia mampu menambang hingga 400 ribu ton batu bara per bulan dengan omzet sekitar Rp 40 miliar per bulan.
Selain batu bara, Haji Isam juga menjalankan bisnis transportasi dan properti. Melalui PT. Jhonlin Air Transport, ia membuka usaha rental jet pribadi. Dengan kekayaannya, ia sering dijuluki sebagai ‘crazy rich Kalsel’.
Di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Haji Isam dikenal sebagai sosok dermawan dengan tanah yang sangat luas. Namun, ia juga memiliki hobi balapan. Ia bahkan mendirikan tim balapan bernama Jholin Racing. Hobi ini juga turun ke putrinya, Liana Saputri.
Harta Kekayaan Haji Isam
Menurut berbagai sumber, total harta kekayaan Haji Isam mencapai sekitar Rp1 triliun. Nominal tersebut bisa saja meningkat seiring dengan berkembangnya perusahaan yang ia pimpin. Haji Isam dikenal dekat dengan pemerintah dan pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 lalu.
Selain itu, ia juga memiliki hobi offroad dan berburu. Sebagai pengusaha yang sukses, Haji Isam menjadi contoh bagi banyak orang yang ingin meraih kesuksesan melalui kerja keras dan dedikasi.











