Penemuan Bocah 6 Tahun di Pasar Kebayoran Lama
Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun, dengan inisial N, asal Ciranjang, Cianjur, ditemukan dalam keadaan telantar di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kejadian ini terjadi pada Kamis (1/1/2026) malam dan diketahui oleh petugas Satpol PP saat melakukan patroli sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan keterangan dari warga setempat, bocah tersebut telah berada di lokasi sejak malam hingga pagi hari. Saat ditemukan, ia mengaku bahwa ia datang bersama ayahnya menggunakan mobil. Namun, ayahnya meninggalkannya dengan alasan ingin merokok. Sayangnya, ayah tersebut tidak kunjung kembali hingga lebih dari lima jam.
Menurut Kasatgaspol PP Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Muhidin Khodijah, bocah tersebut diduga sengaja ditinggalkan oleh ayahnya. Ia menjelaskan bahwa jika anak itu hanya ditinggalkan selama satu jam, kemungkinan orang tua masih bisa menemani. Namun, karena ia sudah berada di pasar sejak semalam, maka kemungkinan besar ia ditinggalkan secara sengaja.
Langkah Pengamanan yang Dilakukan
Saat ini, bocah tersebut diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebayoran Lama. Kasatpol PP Kebayoran Lama, Dian Citra, membenarkan bahwa pihaknya telah menemukan anak tersebut dan memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi, termasuk makanan.
Dian Citra juga menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Sosial untuk memulangkan bocah tersebut kepada keluarganya. Hal ini dilakukan agar kondisi bocah dapat segera pulih dan kembali ke lingkungan yang aman.
Kasus Lain: Bocah Perempuan Telantar di Surabaya
Selain kasus bocah laki-laki di Jakarta, terdapat juga laporan tentang seorang bocah perempuan berusia 13 tahun asal Indramayu yang telantar di Surabaya. Video yang menampilkan kejadian tersebut viral di media sosial.
Bocah perempuan bernama Putri Adelia ini akhirnya ditolong oleh Ipda Purnomo, anggota polisi dari Polres Lamongan yang dikenal sebagai polisi baik. Ia aktif di media sosial dan sering membagikan kegiatannya melayani masyarakat hingga menolong warga.
Putri Adelia mengaku kabur dari rumah karena masalah keluarga. Ia tinggal di Desa Kedungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. Ayah dan ibunya telah meninggal dunia, sehingga ia tinggal bersama neneknya, Darina. Selain itu, Putri juga mengalami trauma, sehingga meminta bantuan dari Ipda Purnomo.
Respons Masyarakat dan Pihak Berwenang
Video yang dibagikan oleh Ipda Purnomo di akun Instagram @purnomopolisbaik mendapatkan banyak respons dari warganet. Banyak dari mereka yang memberikan dukungan dan mendoakan masa depan Putri Adelia. Beberapa bahkan mengadukan kasus ini kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Bupati Indramayu Lucky Hakim merespons komentar warganet melalui akun media sosial Ipda Purnomo. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan respons cepat dari aparat setempat.
Setelah viral, Putri Adelia akhirnya dijemput pulang oleh kepolisian dari Polres Indramayu dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Indramayu. Dengan adanya penanganan yang cepat, harapan besar diucapkan agar masa depan Putri dapat menjadi lebih baik.
Kesimpulan
Kasus-kasus seperti ini menunjukkan pentingnya peran serta masyarakat dan pihak berwenang dalam melindungi anak-anak yang berada dalam kondisi rentan. Dengan koordinasi yang baik, harapan besar diucapkan agar semua anak yang terlantar dapat segera pulang ke keluarga dan mendapatkan perlindungan yang layak.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











