"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Opini  

Respons Sonny Septian tentang orang yang percaya beristri dua: Jangan merusak nama baik agama

Respons Sonny Septian Terhadap Pernikahan Diam-Diam yang Dilakukan Insanul Fahmi

Sonny Septian, suami dari Fairuz A Rafiq, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kabar pernikahan diam-diam yang dilakukan oleh Insanul Fahmi. Ia merasa bahwa tindakan tersebut dapat merusak nama baik agama dan nilai-nilai yang seharusnya dijaga.

Kisah rumah tangga Insanul Fahmi dengan dua istri, Inara dan Wardatina Mawa, menimbulkan banyak perbincangan. Insan secara terang-terangan menyatakan rasa percaya dirinya dalam menjalani hubungan dengan kedua wanita tersebut. Ia bahkan mengaku masih bisa berkomunikasi dengan keduanya dan mencintai keduanya secara bersamaan.

  • “Kalau sekarang aku jalanin dua-dua. Alhamdulilah aku masih chat-chatan sama dua-duanya. Sama Ina aku chat, Mawa chat,” ujar Insan.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya berusaha agar Mawa menerima kehadiran Inara sebagai istri kedua secara terbuka. Meskipun begitu, ia tetap mempertahankan keadilan antara kedua istrinya.

  • “Dua-duanya aku perjuangin, kan harus adil kan. Harus (mencintai dua istri)” kata Insan.

Dalam pernyataan terbarunya yang viral, Insan juga memberikan rayuan untuk kedua istrinya.

  • “I love you Mawa. I love you Inara juga ya,” ucap Insan.

Inara, salah satu istri Insan, merespons pernyataan tersebut. Ia mengaku sudah menerima Insan sebagai suaminya meskipun awalnya sempat merasa ditipu.

  • “Sebagai istri, walaupun belum tercatat secara negara, tapi sudah berlaku hukum agama, syariat islam, saya tetap harus mendengarkan dan patuh terhadap suami saya. Biar bagaimanapun saudara Insan sudah menjadi suami saya,” ujar Inara.

Pernyataan-pernyataan tersebut kemudian memicu respons dari Sonny Septian. Ia menilai bahwa kisah rumah tangga Insan dan Inara harus menjadi pembelajaran penting bagi laki-laki lain.

Sindiran Sonny Septian

Sonny menekankan bahwa dalam belajar agama, penguatan akidah dan ilmu tauhid harus menjadi fondasi utama. Ia khawatir jika agama hanya dijadikan tameng atau topeng untuk mengikuti hawa nafsu pribadi.

  • “Itu jadi pengingat diri sendiri. Sama untuk laki-laki di luar sana, kita sama-sama belajar. Maksudnya, biar kita enggak salah, lebih ke yang wajibnya dulu diutamakan, tauhidnya dikuatin, akidahnya dikuatin. Karena takutnya hal seperti itu cuma karena nafsu kita syahwat kita tapi dibalut agama kan sayang banget ya, cuma supaya lebih kelihatan halal aja, tapi di situ ada hati yang tersakiti,” ujar Sonny.

Menurut Sonny, sangat disayangkan jika label agama digunakan hanya untuk membuat sesuatu terlihat halal di mata manusia. Ia mengingatkan bahwa di balik alasan agama tersebut, ada hati seorang wanita yang sangat tersakiti.

Apalagi jika pernikahan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa izin dari pasangan yang sah.

  • “Apalagi kalau sampai naudzubillahiminzalik sampai harus diam-diam (menikah) di belakang pasangan sah kita. Mungkin kalau menurut agama ada pernikahan yang bisa sah, tapi kan ini negara hukum, sesuatu harus berlandaskan hukum juga. Pernikahan bukan cuma soal akad, akidah, hati yang harus dijaga,” ujar Sonny.

Sonny menambahkan bahwa meskipun secara syariat mungkin dianggap sah, Indonesia tetaplah negara hukum yang memiliki aturan. Baginya, pernikahan bukan sekadar urusan akad, melainkan juga tentang menjaga hati dan kehormatan.

Kekecewaan Sonny terhadap Polemik Pernikahan Siri

Sonny mengaku kecewa karena polemik pernikahan siri ini terus menjadi konsumsi publik secara masif. Ia mencemaskan citra agama yang ia agungkan bisa rusak akibat perilaku yang dianggap memudahkan pernikahan diam-diam.

  • “Takutnya orang-orang berpikir ‘oh kok agama ini seperti ini seperti ini ya, kok gampang banget memudahkan pernikahan bisa diam-diam dari istri sah’. Nanti nama baik agama juga yang jelek. Nama kajian juga yang jelek, padahal kajian itu sejatinya untuk menuntut ilmu, nama baik agama jadi rusak,” katanya.

Padahal, menurutnya, esensi dari sebuah kajian agama adalah untuk menuntut ilmu dengan cara yang benar. Menutup pernyataannya, Sonny memberikan jawaban telak atas klaim Insan yang merasa bisa bersikap adil.

  • “Yang bisa adil itu cuma Rasulullah SAW,” pungkas Sonny Septian.
Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *