Pertandingan antara Real Madrid dan Atletico Madrid di semifinal Supercopa de Espana tidak hanya menjadi momen penting dalam perjalanan klub ke final. Namun, pertandingan ini juga menyisakan polemik yang cukup hangat, terutama di sekitar lapangan. Insiden antara Vinícius Junior dan pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, menjadi sorotan utama setelah pertandingan.
Real Madrid berhasil mengalahkan Atletico dengan skor 2-1. Gol pembuka datang dari Federico Valverde melalui tendangan bebas di menit kedua. Kemudian, Rodrygo mencetak gol kedua di babak kedua. Atletico sempat memperkecil ketertinggalan melalui Alexander Sorloth, namun tidak cukup untuk menggagalkan langkah Los Blancos menuju final. Mereka akan menghadapi Barcelona di Jeddah, Arab Saudi.
Namun, hasil pertandingan seolah menjadi latar belakang dari insiden yang terjadi di pinggir lapangan. Rekaman siaran televisi menunjukkan bahwa Simeone beberapa kali memberikan komentar kepada Vinicius selama pertandingan. Pelatih Atletico itu terdengar mengatakan bahwa presiden Real Madrid, Florentino Perez, akan menyingkirkan dirinya. Ia kemudian memberi isyarat ke arah tribun saat Vinicius diganti dan mendapat siulan penonton.
Xabi Alonso, pelatih Real Madrid, langsung merespons komentar tersebut. “Saya tidak menyukainya,” kata Alonso. “Saya melihat Cholo mengatakan sesuatu kepadanya. Bagi saya, hal-hal seperti itu melampaui batas dalam hal menghormati rekan kerja… tidak ada yang bisa diterima,” imbuh dia.
Alonso kemudian mempertegas pandangannya dalam konferensi pers. Dia menekankan pentingnya rasa hormat, baik antar pemain maupun antar pelatih. “Saya berusaha bersikap hormat kepada pemain tim lawan. Ketika saya melihat dan mendengar apa yang dikatakan (Simeone), saya semakin tidak menyukainya. Apa yang dia katakan bukanlah contoh seorang atlet yang baik. Anda harus menghormati lawan Anda. Ada batasnya,” ucap Xabi Alonso.
Insiden tersebut memuncak ketika Vinicius ditarik keluar lapangan. Adu mulut terjadi, dan wasit akhirnya memberikan kartu kuning kepada Vinicius dan Simeone untuk meredakan situasi. Ketegangan ini menambah daftar panjang momen panas dalam derbi Madrid.
Di sisi lain, Simeone tidak membantah telah melontarkan komentar tersebut. Tapi dia memilih untuk tidak memperpanjang masalah. “Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Saya selalu mengatakan, sejak saya masih menjadi pemain: hal-hal yang terjadi di lapangan tetap berada di lapangan,” ujar pelatih Atletico itu. “Saya sangat menghormati semua pemain Real Madrid,” imbuh dia.
Ketegangan di pinggir lapangan juga melibatkan pemain lain. Simeone sempat bertukar kata dengan Dani Carvajal saat jeda pertandingan, serta dengan Valverde ketika Vinicius diganti. Valverde mencoba menempatkan insiden tersebut dalam konteks rivalitas. “Ada kode etik di antara para pemain sepak bola dan pelatih. Itu bagian dari sepak bola. Ini adalah derbi. Yang penting adalah semuanya tetap di lapangan. Sepak bola harus memiliki percikan semangat itu,” tandas Valverde.
Di tengah panasnya atmosfer derbi, Real Madrid tetap membawa kabar positif. Alonso mengonfirmasi bahwa Kylian Mbappe, yang absen di semifinal karena cedera lutut, akan terbang ke Jeddah menjelang final. “Kylian akan berangkat besok. Dia jauh lebih baik, dia sudah berlatih, perasaannya bagus,” terang Xabi Alonso.
Sementara itu, kiper Thibaut Courtois turut menyoroti gol pembuka Valverde yang spektakuler. “Itu gol yang hebat. Saya melihatnya dari belakang. Fede memiliki tendangan yang hebat. Tidak ada yang menyangka tendangan seperti itu, melewati sisi luar tembok pertahanan,” papar Thibaut Courtois.
Derbi Madrid kali ini kembali menegaskan bahwa rivalitas tidak pernah sebatas skor. Namun bagi Xabi Alonso, ada garis tegas yang tidak boleh dilanggar, terutama soal rasa hormat di dalam dan di sekitar lapangan.











