"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Pak Ogah yang Tuduh Pengendara Motor Ditangkap Polisi

Kejadian Penganiayaan di Perempatan Pesing Viral di Media Sosial

Video yang menampilkan pengendara sepeda motor dianiaya oleh sejumlah orang di Perempatan Pesing, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, telah viral di media sosial. Dalam video berdurasi 12 detik tersebut, terlihat pemotor yang mengenakan helm putih dan jaket putih dikerumuni sejumlah individu yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan. Korban sempat dibanting oleh salah satu pelaku, lalu diberi pukulan dan tendangan.

Ia juga sempat didorong hingga terjatuh sebelum berusaha melarikan diri ke pinggir jalan. Meskipun penyebab pengeroyokan belum diketahui secara pasti, video tersebut memicu keresahan masyarakat. Tak lama setelah viral, ketiga pelaku ditangkap oleh polisi.

Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, menyatakan bahwa para pelaku berinisial VA (31), RP (29), dan AR (31). Menurutnya, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (7/1/2026) sore. Saat itu, dua pelaku, yaitu RP dan VA, sedang beraktivitas di sekitar lampu merah Pesing. Keributan terjadi ketika kaki salah satu pelaku tersenggol oleh pengendara sepeda motor, sehingga memicu adu mulut di lokasi kejadian.

Di saat bersamaan, seorang pengendara sepeda motor lain, berinisial YA, merekam kejadian tersebut menggunakan ponselnya. Namun, para pelaku tidak terima aksinya direkam. “Para pelaku kemudian mendekati korban dan berupaya merebut ponsel yang digunakan untuk merekam,” jelas Alexander.

Korban sempat berusaha melarikan diri untuk menghindari kejaran para pelaku di tengah padatnya arus lalu lintas. Saat ini, pelaku masih dimintai keterangan intensif untuk menentukan status hukum selanjutnya. Ketiga pelaku sampai detik ini masih berada di Mapolsek Grogol Petamburan untuk dilakukan pemeriksaan secara mendalam.

“Sejauh ini untuk korban belum membuat laporan,” kata Alexander.

Pelatih Taekwondo Memilih Tidak Menyerang Balik

Dalam kejadian lain, seorang pelatih taekwondo bernama Bima (39) memilih tidak menyerang balik pengendara motor yang melawan arah. Ia menjelaskan alasan tidak menyerang balik pengendara motor yang melawan arah di Jalan Sadar Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/11/2025).

Menurut Bima, ia tidak ingin disebut arogan karena ilmu bela diri yang ditekuninya bukan untuk menyerang orang. “Banyak pertimbangannya sih,” jelas Bima saat dihubungi Kompas.com, Jumat (28/11/2025). “Memang kami bela diri, kan, dilatih untuk berpikir logis. Sekeras apapun tekanannya, saya berpikir logis,” imbuhnya.

Terlebih, saat itu Bima memakai baju yang memperlihatkan logo lembaga taekwondo tempat ia mengajar. Ia tak ingin mencoreng nama baik taekwondo. Ia juga takut dicap arogan oleh orang lain jika mengetahui dirinya sebagai pelatih taekwondo.

“Karena saya juga waktu itu pakai baju seragam taekwondo, saya juga tidak mau menjelekkan nama yang saya pergunakan itu dengan saya melawan,” jelas Bima. “Nanti, takutnya saya dikira saya arogan karena menggunakan seragam itu,” jelas dia.

Selain itu, ia juga ingin melindungi istrinya yang membonceng di belakang. “Karena saya paham bela diri yang saya pakai, apa yang saya pelajari, itu memang bukan buat itu,” tambahnya. “Terus, di sisi lain, saya juga harus menjaga istri saya di situ,” ungkap Bima.

Bima hanya melakukan pertahanan saat terus dipukuli pengendara motor. “Saya juga defense kok. Saya ambil tangannya, saya banting, saya jatuhkan,” kata dia.

Diberitakan, peristiwa bermula ketika Bima menegur pengendara motor yang melawan arah. Akibatnya, ia harus ke pinggir jalan hingga mengenai tiang listrik. “Nah, di situ, saya karena spontan, ya kaget, saya teriaklah kata-kata kasar gitu,” ungkap Bima saat dihubungi, Jumat (28/11/2025).

Kemudian, pengendara motor berhenti di dekat minimarket dan memutar arah berteriak memanggil Bima. Saat Bima mendatanginya, pria itu langsung memukul dengan helmnya. “Saya pikir, ya mungkin mau ngomel kali, ya sudahlah, gitu, enggak apa-apa. Saya samperin.” “Saya belum bicara apa-apa, saya ditanduk pakai helm,” jelas dia.

Ia dipukul cukup keras sehingga kacamata yang dipakainya pecah dan melukai bagian mata. Selain itu, kaca helm Bima juga terlepas. Bima tidak memberikan perlawanan. Ia berusaha mengambil kacamatanya dengan menunduk. Namun, pelaku terus memukul dan mengenai punggung Bima.

Bima pun melakukan upaya pertahanan. “Saya kondisi lagi nyari kacamata ke bawah, dia itu ambil kesempatan, dia pukul dada saya, saya defense.” “Saya ambil tangannya, saya banting, saya jatuhkan,” ujar dia.

Pelaku berulang kali memukul Bima hingga dipisahkan oleh warga setempat. Setelah itu, pelaku pergi sambil berteriak pada Bima. Bima sempat ingin mengajak pengendara motor ke Polsek Jagakarsa, tapi pelaku menolak. “Dia bilang, ‘Laporkan saja, urus dulu itu lukamu’, katanya gitu, ‘Urus dulu darahmu’, katanya gitu,” sebut Bima.

Akhirnya, Bima pergi ke kantor polisi untuk membuat laporan. Di situ, ia diarahkan untuk melakukan visum. Hasilnya, terdapat luka memar di dada dan rusuk, serta lecet dan gores di kaki. Terdapat tiga luka memar dan bengkak di area wajahnya.

Kapolsek Jagakarsa, AKP Nurma Dewi, membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, sudah ada empat orang yang diminta keterangan. Polisi juga sedang berusaha mengidentifikasi pelaku dari video yang direkam istri Bima. “Sudah (ada laporan). Lagi dicari pelakunya,” kata Nurma, dihubungi terpisah, Jumat.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *