"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Denada: Biayai Sekolah dan Beri Kasih, Ressa: Tidak Pernah

Denada Akui Ressa sebagai Anak Kandung, Tapi Tak Hadiri Sidang Mediasi

Melalui kuasa hukumnya, penyanyi ternama Denada akhirnya mengakui bahwa Ressa Rizky Rossano (24) adalah anak kandungnya. Meski demikian, ia tidak hadir dalam sidang mediasi gugatan penelantaran anak yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa Ressa memang merupakan anak kandung dari penyanyi kelahiran 19 Desember 1978 tersebut. Pernyataan ini disampaikan setelah sidang mediasi kedua terkait gugatan yang diajukan oleh Ressa Rizky Rossano.

Namun, sidang berjalan tanpa kehadiran Denada dan hasilnya masih buntu. Kuasa hukum Denada menegaskan bahwa selama ini, penyanyi tersebut tidak pernah menyangkal status Ressa sebagai anaknya. Bahkan, Denada telah membiayai kebutuhan Ressa, termasuk biaya sekolah dan fasilitas lainnya.

“Terkait pembiayaan (dikirim) ke siapa nanti silakan ditanya langsung (ke pihak Ressa),” ujar Iqbal, seperti dikutip dari laporan media.

Perbedaan Pernyataan antara Denada dan Ressa

Pernyataan Denada berbanding terbalik dengan apa yang diungkapkan Ressa sebelumnya. Menurut Ressa, ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang sebagaimana anak pada umumnya. Ia juga mengaku pesan-pesan yang dikirimnya kepada Denada tidak pernah dibalas.

“Enggak pernah, mbak Dena, satu kali pun tidak pernah membalas pesan saya, silakan lihat sendiri,” tutur Ressa sambil menunjukkan riwayat pesan di ponselnya. Namun, ia enggan untuk mendokumentasikan percakapan tersebut.

Keluarga Ressa Siap Buktikan melalui Tes DNA

Sebelumnya, keluarga Ressa menyatakan siap membuktikan hubungan biologis antara Ressa dan Denada melalui tes DNA. Tes DNA adalah metode ilmiah untuk menganalisis materi genetik seseorang guna mengetahui hubungan keluarga atau identitas.

Masalah ini awalnya diselesaikan secara kekeluargaan, tetapi berakhir buntu. Oleh karena itu, opsi hukum dipertimbangkan. Baru-baru ini, Ressa tampil dalam sebuah podcast bersama ibunya yang telah mengasuhnya, Ratih Puspita Dewi, dan suaminya, Ronald.

Menurut Ronald, keluarga tidak pernah memiliki niat untuk membuka aib keluarga ke publik. Mereka ingin masalah ini diselesaikan secara internal.

“Sebetulnya tidak ada inisiasi sama sekali dari saya maupun pihak keluarga, Bang, untuk membuka persoalan ini. Ini kan sebenarnya aib. Kita kan juga malu,” ujar Ronald.

Upaya Komunikasi yang Gagal

Keluarga Ressa berharap komunikasi antarpihak dapat terjalin agar masalah dapat diselesaikan tanpa melibatkan publik. Namun, upaya ini dinilai gagal karena nomor Ratih sudah diblokir oleh Denada.

Ratih juga mencoba menghubungi Denada lewat WhatsApp, tetapi baru mengetahui belakangan bahwa dirinya telah diblokir.

Ressa Ingin Cium Kaki Denada

Ressa Rizky Rossano menyatakan niatnya untuk mencium kaki Denada sebagai bentuk penghormatan dan bakti sebagai anak. Ia menganggap Denada sebagai ibunya, meskipun situasi hidupnya tidak sempurna.

“Bagaimanapun itu tetap ibu saya. Jelek buruknya kan tetap yang melahirkan,” ujar Ressa.

Ia juga mengungkap bahwa ibu angkatnya, Ratih, mengajarkan untuk selalu tulus dan tidak membenci orang, terlebih Denada.

Penyerahan Ressa ke Rumah Ratih

Ratih menceritakan bagaimana Ressa diberikan kepadanya oleh nenek Denada. Di tahun 2022, saat Ressa masih berusia 10 hari, ia dibawa ke Surabaya tanpa didampingi Denada.

Penyerahan anak tersebut dilakukan oleh nenek Denada, yang merupakan buyut dari Ressa. Saat itu, Ressa dijemput oleh suami Ratih dan asistennya di Bandara Juanda, lalu dibawa ke hotel.

Ratih juga mengungkap bahwa pihak keluarga Denada pernah berjanji akan menyediakan kebutuhan Ressa, termasuk susu. Namun, janji tersebut tidak terpenuhi.

“Katanya dulu ‘Enggak usah khawatir soal susu, pasti datang truk-trukan’, ini itu, tapi enggak ada semua,” tutup Ratih.


Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *