"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Bisnis  

Pengusaha Baja Minta Perlindungan Pemerintah Usai Disentuh ‘Besi Banci’

Tantangan dan Harapan Industri Baja Nasional

Industri besi dan baja di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi daya saingnya. Para pengusaha di sektor ini menuntut penguatan ekosistem industri nasional serta tata niaga yang adil. Mereka menekankan pentingnya proteksi dan dukungan kebijakan agar bisa bersaing dengan produk impor murah, sekaligus memanfaatkan peluang dari proyek-proyek strategis pemerintah.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian, Saleh Husin, menjelaskan bahwa industri besi dan baja nasional masih menghadapi tantangan seperti impor baja yang berlebihan, praktik perdagangan tidak adil, utilisasi kapasitas produksi yang belum optimal, serta tuntutan untuk memenuhi standar global. Untuk itu, Kadin menilai perlu penajaman kebijakan guna mendukung penguatan sektor ini.

Tiga Fokus Utama yang Perlu Diperhatikan

Pertama, perlindungan industri nasional yang tegas dan terukur. Saleh menyebutkan adanya peredaran “besi banci” di pasar dalam negeri. “Besi banci” merujuk pada produk yang tidak sesuai standar dan menghindari pajak, sehingga harga jualnya lebih murah. Hal ini membuat pelaku usaha yang benar-benar menjalankan aktivitasnya dengan baik kesulitan bersaing.

Saleh menjelaskan bahwa pada akhir tahun lalu, pelaku industri telah bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyampaikan tantangan tersebut. Ia menyebutkan bahwa beberapa tindak lanjut sudah dilakukan, termasuk penindakan terhadap kasus “besi banci”.

Kedua, prioritas penggunaan besi dan baja nasional untuk proyek-proyek strategis pemerintah. Saleh menyoroti program 3 juta rumah serta proyek-proyek yang dibiayai APBN dan APBD. Ia menekankan pentingnya pemenuhan kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). “Tanpa keberpihakan dari pemerintah, industri akan tergerus,” ujarnya.

Ketiga, dukungan transformasi untuk produk hijau dan teknologi produksi. Saleh menegaskan pentingnya insentif untuk investasi teknologi rendah karbon, efisiensi energi, serta digitalisasi manufaktur. Hal ini diperlukan agar industri besi dan baja tetap kompetitif secara global.

Dukungan dan Proteksi Pemerintah

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, menyatakan bahwa pihaknya sedang menindaklanjuti keluhan dari pelaku industri, termasuk soal “besi banci”. Saat ini, Kemenkeu sedang mendalami kasus dugaan praktik penghindaran pajak oleh 40 perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki pihak asing. Informasi awal menunjukkan bahwa praktik ini sudah dilakukan sejak booming proyek infrastruktur tahun 2016–2019.

Bimo berharap penindakan kasus ini dapat menciptakan kompetisi pasar yang lebih sehat bagi industri besi dan baja dalam negeri. “Kami tidak akan mundur. Mudah-mudahan hal ini bisa mendukung kedaulatan industri baja dalam negeri dan menjaga level playing field yang lebih adil,” tegasnya.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi industri besi dan baja nasional, salah satunya melalui komite anti-dumping. Dyah menambahkan bahwa importasi harus sesuai dengan permintaan pasar domestik, terutama untuk produk yang spesifikasinya belum bisa diproduksi dalam negeri.

Potensi dari Proyek Strategis Pemerintah

Ketua Umum Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), M. Akbar Djohan, mengatakan bahwa komitmen pemerintah memberi harapan baru bagi industri besi dan baja nasional. Di sisi lain, Akbar menekankan bahwa ekosistem industri perlu melakukan transformasi fundamental, termasuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Akbar menyoroti potensi permintaan dari proyek strategis pemerintah, seperti pembangunan kapal di sektor maritim, kapal pengangkut minyak dan gas di bidang ketahanan energi, serta ribuan kapal nelayan di bidang ketahanan pangan.

Akbar berharap proyek-proyek ini dapat membangun ekosistem industri besi dan baja dari hulu hingga hilir. “Tahun ini bisa menjadi momentum kebangkitan industri baja nasional. Kami optimistis bisa menangkap peluang tersebut,” tandasnya.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *