"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Budaya  

Niat Sholat Tarawih di Masjid dan Sendirian

Pengertian Sholat Tarawih

Sholat Tarawih merupakan salah satu bentuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dilakukan pada bulan Ramadhan. Ibadah ini memiliki nilai kebersamaan dan pahala yang besar, terutama ketika dilakukan secara berjamaah di masjid. Namun, bagi yang tidak dapat mengikuti sholat berjamaah karena alasan tertentu seperti pekerjaan, perjalanan, atau uzur lainnya, sholat Tarawih tetap bisa dikerjakan sendirian di rumah.

Perbedaan antara sholat Tarawih berjamaah dan sendirian terletak pada niat. Niat adalah bagian penting dalam setiap ibadah, dan harus disesuaikan dengan kondisi pelaksanaannya. Oleh karena itu, berikut ini adalah bacaan niat untuk sholat Tarawih baik berjamaah maupun sendirian.

Bacaan Niat Sholat Tarawih

  1. Niat Sholat Tarawih Berjamaah

    أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni ma’mūman lillāhi ta‘ālā

    Artinya: Aku berniat sholat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta‘ala.

  2. Niat Sholat Tarawih Sendirian

    أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā

    Artinya: Aku berniat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta‘ala.

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Menurut mayoritas ulama Mazhab Syafi’i, jumlah rakaat sholat Tarawih adalah 20 rakaat. Namun, beberapa mazhab memperbolehkan sholat Tarawih sebanyak 8 hingga 20 rakaat. Yang penting adalah niat dan kesungguhan dalam menjalankannya. Sholat Tarawih tidak sah jika diniatkan sebagai sholat sunnah mutlak, melainkan harus disebut sebagai sholat Tarawih atau qiyam Ramadhan.

Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri

Sholat Tarawih sendiri mengikuti kaidah sholat sunnah malam:

  • Membaca niat dalam hati saat takbiratul ihram.
  • Membaca ta‘awudz, Surat Al-Fatihah, lalu surat pendek (disunnahkan dengan suara jahar/lantang).
  • Rukuk, i‘tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua.
  • Duduk istirahat sebelum bangkit untuk rakaat kedua.
  • Menyelesaikan rakaat kedua dengan salam.

Sholat dilanjutkan dengan pola dua rakaat salam hingga genap 20 rakaat. Setelah selesai, dianjurkan membaca doa Kamilin sebagai penutup.

Doa Kamilin

Berikut bacaan doa Kamilin yang bisa dibaca setelah selesai sholat:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya: Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Pentingnya Kekhusyukan dan Keikhlasan

Sholat Tarawih, baik berjamaah maupun sendirian, adalah kesempatan untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan. Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan keikhlasan dalam beribadah. Dengan melakukan sholat dengan benar dan tulus, maka akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *