"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Budaya  

Ngaji Bersama di Kampoeng Quran Wijaya Kusuma Malang, Setiap Rumah Miliki Penghafal Al Quran

Kampoeng Quran Wijaya Kusuma: Pusat Aktivitas Keagamaan di Bulan Ramadhan

Kampoeng Quran Wijaya Kusuma, sebuah kampung yang terletak di Jalan Kalimasada, Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, menjadi pusat aktivitas keagamaan selama bulan Ramadhan. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, kampung ini juga menjadi pusat pembelajaran Al Quran bagi warga dari berbagai kalangan.

Kegiatan Ngaji Bersama

Pada bulan Ramadhan 1447 H, warga Kampoeng Quran Wijaya Kusuma mengadakan kegiatan ngaji bersama. Mereka membentuk kelompok-kelompok kecil dengan masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 orang dan satu ustaz untuk memandu proses belajar membaca Al Quran. Dalam kegiatan ini, para ustaz atau ahli baca Al Quran akan memperbaiki pelafalan jika ada anggota kelompok yang salah.

Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di dalam masjid, tetapi juga bisa diadakan di rumah masing-masing warga. Hal ini menunjukkan bahwa semangat belajar Al Quran telah merambah ke setiap sudut kampung.

Program Rutin dan Pengamatan

Ketua Kampoeng Quran Wijaya Kusuma, Doktor M Burhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan setiap pekan selama bulan Ramadhan secara bergilir di beberapa masjid. “Kita ini ngaji bareng, ini merupakan program dan salah satu agenda rutin dari Kampung Quran Wijaya Kusuma,” ujarnya.

Burhan juga menyampaikan bahwa jumlah peserta bisa sangat besar jika cuaca mendukung. “Sayangnya hari ini hujan jadi cuma ada seratusan warga, kalau terang biasanya sampai 400 jamaah yang ikut tadarus di sini,” katanya. Ia menambahkan bahwa semua warga, baik orang tua maupun anak-anak, turut serta dalam kegiatan ini.

Menjaga Kerukunan dan Persaudaraan

Salah satu hal yang paling penting dalam kegiatan ini adalah menjaga kerukunan antar warga. “Yang penting Qur’annya sama, ngajinya bareng. Itulah suasana ‘guyub’ yang disyukuri warga,” tegas Burhan. Ia juga menekankan pentingnya membangun ukhuwah tanpa mempermasalahkan perbedaan amalan ibadah.

Awal mula berdirinya Kampoeng Quran Wijaya Kusuma bermula dari satu RW (RW 06 Wijaya Kusuma, Kelurahan Polehan), yang kemudian diikuti oleh warga lain. “Gerakan ini resmi dimulai pada 27 Maret 2022. Berawal dari satu RW, kini berkembang menjadi 5 RW dan merambah ke Kelurahan Kesatrian, Kota Malang,” ujarnya.

Visi dan Target Kedepan

Fokus pembelajaran di Kampoeng Quran Wijaya Kusuma meliputi Akidah, Fikih, Akhlak, dan 80 persen fokus pada perbaikan bacaan serta setoran hafalan Al Quran. Burhan berharap kedepannya kampung ini dapat memberantas buta aksara Al Quran dan setiap rumah memiliki penghafal Al Quran (Hafidz/Hafidzah).

“Jadi visi kami kedepan disini memiliki dua target utama yakni jangka pendek memberantas buta aksara Al-Qur’an dan jangka panjang setiap rumah memiliki penghafal Al Quran,” harapnya.

Tanggapan Warga

Salah satu warga, Suparno, mengaku senang dan bahagia bisa mengikuti Ngaji Bareng di Kampoeng Quran Wijaya Kusuma. Ia bersama warga lainnya nampak teliti membaca Al Qur’an ayat demi ayat.

“Saya sangat senang sekali karena warga di RW 06 ini, khususnya Polehan ini, kebersamaan untuk mengaji Al Quran, untuk belajar Al Qur an, dan bapak-ibu serta adik-adik pun sangat kompak sekali untuk mengikuti belajar Al Qur an di Kampung Al-Qur’an ini,” jelas Suparno.

Suparno sudah tiga tahun ini rutin mengikuti Ngaji Bareng di Kampoeng Quran Wijaya Kusuma. “Saya selalu mengikuti selama tiga tahun terakhir ini. Jadi giliran dari masjid ke masjid di Kampoeng Quran Wijaya Kusuma setiap minggu,” terang Suparno.

Ia berharap kegiatan di Kampoeng Quran Wijaya Kusuma dapat diikuti kampung lain di Kota Malang. “Saya sangat senang sekali apabila ini berkembang sampai di Kota Malang, yaitu menggalakkan baca Al Quran dan belajar Al Quran yaitu dengan mengikuti seperti yang kampung kita lakukan,” harapnya.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *