"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Rencana Pembunuhan Farradilla Sudah Disiapkan Sejak 2025

Penyebab Pembacokan Mahasiswi di Kampus UIN Suska Riau

Pembacokan terhadap mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Farradilla Ayu Pramesti (23), yang dilakukan oleh temannya sendiri, Raihan Mufazzar (22), ternyata sudah direncanakan sejak November 2025. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, saat korban sedang menunggu jadwal ujian munaqosah atau sidang skripsi akhir.

Persiapan Aksi Jelek

Sebelum melangkah ke kampus, tersangka sengaja mengasah dua senjata tajam, yaitu kapak dan parang, di rumahnya agar lebih mematikan saat digunakan untuk menyerang korban. Menurut Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, pelaku memiliki niat jahat sejak November 2025 lalu, namun baru dilaksanakan pada waktu kejadian.

Detik-Detik Penyerangan

Aksi pembacokan terjadi di Gedung Belajar Fakultas Syariah dan Hukum. Korban saat itu sedang duduk seorang diri menunggu dosen penguji. Tiba-tiba, pelaku datang membawa kapak dan langsung melancarkan serangan membabi buta. Akibat peristiwa ini, korban menderita luka serius yang tersebar di beberapa bagian tubuh, mulai dari kuping, kening, leher, tangan kiri, hingga tiga luka bacok di bagian punggung.

Ancaman Hukuman Berat

Pelaku kini telah ditahan di rumah tahanan Polresta Pekanbaru. Ia dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 469 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman maksimal hukuman 12 tahun penjara. Selain itu, tersangka juga dijerat dengan pasal perencanaan pembunuhan dan penganiayaan berat, sehingga ancaman hukumannya meningkat menjadi 17 tahun penjara.

Motif Terungkap

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui bahwa motif aksinya adalah karena cintanya ditolak oleh korban. Pelaku menyimpan rasa sakit hati terhadap sosok Farra lantaran cintanya ditolak. Bahkan, ia sengaja datang dari rumahnya pagi itu, dengan niat untuk membunuh korban. Hal ini dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru.

Penanganan Medis Korban

Farradhilla Ayu Pramesti sempat dirawat di RS Bhayangkata, namun kini telah dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Direktur Utama RSUD Arifin Achmad, Yusi Prastiningsih, menjelaskan bahwa korban masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Kamis, 26 Februari 2026 sekitar pukul 15.21 WIB dengan keluhan luka bacok di lengan kiri, tangan kiri, punggung, dan kepala. Saat tiba, pasien dalam kondisi sadar. Setelah pemeriksaan awal, tim medis segera melakukan penanganan intensif, termasuk operasi cyto untuk menangani luka yang dialaminya.

Pengawasan Pihak Kampus

Pihak kampus UIN Suska Riau secara resmi mengecam tindakan kriminal tersebut. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Harris, menyampaikan prihatin atas kejadian di kampus mereka. Ia menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang. Rektor UIN Suska Riau, Leny Nofianti, juga turut mengecam aksi kekerasan tersebut dan menegaskan tidak ada ruang bagi pelanggar hukum di lingkungan kampus.

Keadaan di Lokasi Kejadian

Di depan ruangan IGD rumah sakit tempat korban ditangani, terlihat sejumlah aparat kepolisian berjaga. Selain itu, ada pula perwakilan pihak kampus serta rekan-rekan korban yang juga tampak berada di lokasi. Suasana di lokasi kejadian di kampus masih menyisakan jejak mencekam. Ceceran darah terlihat jelas membasahi lantai depan ruangan ujian lantai dua bangunan, tempat peristiwa terjadi. Area tersebut telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *