"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Bupati Subandi Tipu Warga Rp 50 Juta via WA, Oknum Tak Berani Aktifkan Kamera

Peringatan Bupati Sidoarjo tentang Modus Penipuan yang Mencatut Namanya

Pemkab Sidoarjo sering kali mendapati warga ditipu dan dimintai sejumlah uang dengan modus yang mencatut nama pejabat. Awalnya, oknum pelaku selalu menghubungi korban mengatasnamakan asisten atau tim pribadi pejabat. Kini, kasus penipuan kembali muncul dengan modus baru, di mana seseorang mempergunakan nama Bupati Sidoarjo Subandi untuk meminta uang sebesar Rp 50 juta kepada warga melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Beberapa oknum tidak bertanggung jawab kembali menipu dengan mencatut nama pejabat publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Hal ini membuat masyarakat harus lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang bisa saja terjadi kapan saja.

Cerita Korban

Salah satu korban adalah Ketua Lazisnu PCNU Sidoarjo, Dodi Dhiyauddin. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat Dodi menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai asisten bupati bernama Diky, yang kemudian berlanjut pada sambungan telepon langsung dari pria yang mengklaim sebagai Bupati Subandi.

“Pelaku meminta saya untuk menjauh dari keramaian sebelum melancarkan permintaan dana. Dalam percakapan tersebut, oknum itu meminta bantuan uang senilai Rp 50 juta untuk keperluan pribadi yang bersifat mendesak,” ujar Dodi, Selasa (3/3/2026).

Beruntung, Dodi segera menyadari adanya kejanggalan karena suara dan logat bicara penelepon berbeda jauh dari karakter asli Subandi. Keraguan tersebut semakin kuat ketika pelaku mengirimkan nomor rekening bank atas nama pribadi, bukan atas nama instansi resmi atau bupati.

“Alhamdulillah saya selamat dan tidak sempat mentransfer uang tersebut. Saat pelaku mencoba meyakinkan melalui video call, ia juga tidak berani menunjukkan wajahnya di kamera,” katanya.

Tanggapan Bupati Sidoarjo Subandi

Menanggapi kejadian ini, Bupati Sidoarjo Subandi mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Ia menegaskan bahwa pelaku menggunakan nomor telepon serta foto profil palsu untuk melakukan tindakan kriminal.

“Jangan mudah percaya. Apalagi sampai meminta transfer uang dengan alasan biaya administrasi bantuan atau lainnya,” ujarnya.

Ia menyebut pelaku kerap menjanjikan bantuan pemerintah sebagai iming-iming sebelum meminta uang. Ia menegaskan Pemkab Sidoarjo menyalurkan bantuan melalui prosedur resmi dan tidak pernah lewat komunikasi pribadi.

“Kalau ada bantuan pemerintah, itu pasti menggunakan mekanisme proposal resmi. Pemerintah tidak pernah memberikan bantuan tanpa prosedur yang jelas, apalagi sampai meminta uang kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia meminta warga untuk selalu memverifikasi melalui jalur komunikasi resmi pemerintah kabupaten jika menerima pesan mencurigakan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ciri-ciri Pelaku

Penipu yang berpura-pura sebagai pejabat daerah atau petinggi negeri biasanya menggunakan modus yang menekan dan mendesak. Misalnya, mengaku sebagai staf atau langsung mencatut nama tokoh tertentu lalu meminta uang dengan alasan bantuan sosial, donasi kegiatan, proyek mendadak, atau biaya administrasi tertentu.

Mereka sering menghubungi korban melalui telepon, pesan singkat, atau media sosial dengan nomor tidak resmi, menggunakan foto profil pejabat, serta berbicara seolah-olah memiliki kewenangan tinggi. Ciri lain yang patut dicurigai adalah permintaan transfer ke rekening pribadi, larangan memberi tahu orang lain, serta ancaman halus atau iming-iming keuntungan cepat.

Untuk mengenalinya, pastikan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah seperti situs web atau akun media sosial terverifikasi, menghubungi kantor instansi terkait secara langsung, serta tidak pernah mentransfer uang tanpa surat resmi dan prosedur administrasi yang jelas.

Pejabat yang sah tidak akan meminta uang pribadi kepada warga secara langsung melalui jalur informal, sehingga sikap waspada dan pengecekan ulang adalah kunci agar terhindar dari penipuan semacam ini.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *