"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Hukuman 7 Pemain Malaysia Dikurangi, FAM Tetap Kritik CAS

Pemain Ilegal Malaysia Dihukum, Tapi Ada Keringanan

Pihak Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) memberikan sedikit keringanan bagi tujuh pemain ilegal yang terlibat dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen di Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Sebagai informasi, FAM sebelumnya mengajukan banding ke CAS terkait sanksi yang diberikan oleh FIFA. Hasil banding akhirnya keluar dan dinyatakan ditolak. CAS menegaskan bahwa para tujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia terbukti bersalah karena memalsukan identitas.

Tujuh pemain tersebut berpura-pura mengaku memiliki darah keturunan Malaysia, tetapi pada akhirnya terbukti tidak benar. Akibat putusan banding tersebut, para pemain tetap harus membayar denda sebesar CHF350.000 (Rp.7,5 M) yang dibebankan kepada FAM.

“Setelah mempertimbangkan bukti-bukti, Panel CAS menemukan bahwa pelanggaran pemalsuan dokumen kelayakan telah terbukti.”

“Bahwa larangan bermain selama 12 bulan merupakan sanksi yang wajar dan seimbang bagi para pemain, mengingat tanggung jawab mereka dalam penipuan ini,” tulis keputusan CAS dari rilis yang diterima.

Selain denda, para pemain juga tetap dilarang terlibat dalam aktivitas sepak bola. Namun, dalam hal ini ada sedikit keringanan. Larangan tersebut kini hanya berlaku untuk pertandingan. Para pemain masih bisa menjalani latihan bersama klubnya.

“Larangan bermain dalam pertandingan mulai berlaku hari ini, 5 Maret 2026, dengan masa berlaku mulai dari 25 September 2025 hingga 26 Januari 2026 termasuk.”

“Di mana larangan tersebut telah dijalankan secara efektif. Panel CAS menilai bahwa denda sebesar CHF 350.000 yang dikenakan kepada FAM adalah wajar dan proporsional,”

“Namun, sesuai dengan Pasal 22 FDC, Panel memutuskan bahwa larangan tersebut hanya berlaku untuk pertandingan dan tidak untuk semua aktivitas terkait sepak bola.”

“Artinya, para pemain dapat melanjutkan latihan dengan klub masing-masing selama masa larangan.”

“Akibatnya, banding yang diajukan oleh para pemain sebagian dikabulkan dan sanksi-sanksi tersebut sebagian diubah,” tutupnya.

Penolakan FAM terhadap Putusan CAS

Pihak FAM sendiri masih belum puas dengan hasil banding CAS. Mereka menilai CAS tidak adil terutama bagi para pemain.

“Sanksi terhadap para pemain telah diubah, meskipun mereka tetap dilarang bermain selama delapan bulan ke depan,” kata FAM dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (6/3/2026).

“Tampak tidak proporsional, terutama jika dibandingkan dengan sanksi yang dijatuhkan dalam kasus serupa di hadapan CAS.”

“Hasilnya tetap sangat mengecewakan, terutama bagi para pemain.”

“Mereka adalah warga Malaysia yang memperoleh kewarganegaraan sesuai dengan hukum Malaysia,” sambungnya.

Awal Kasus Pemain Ilegal

Kasus ini bermula pada bulan September tahun lalu. Kala itu, FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada timnas Malaysia karena memainkan tujuh pemain ilegal. Pemain yang dimaksud adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

FIFA menjelaskan bahwa FAM (Federasi Sepak Bola Malaysia) telah menggunakan dokumen yang dipalsukan agar para pemain naturalisasi di atas bisa bermain. Sebagai informasi, ketujuh pemain tersebut sempat tampil mengesankan saat Vietnam menumbangkan Vietnam dengan skor telak 4-0 pada bulan Juni 2025. Ini merupakan laga Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 Arab Saudi.

Akibat masalah ini, FIFA mendenda FAM sebesar CHF 350.000 atau sekitar Rp7,5M. Pemain yang terlibat didenda sebesar CHF 2.000 atau sekitar Rp41 juta rupiah per orang. Tak sampai di situ, para pemain juga disanksi larangan beraktivitas di seluruh kegiatan yang berkaitan dengan sepak bola selama 12 bulan.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *