"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Bangkitnya Ekonomi Pedagang Bugis Makassar

Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI: Strategi Baru untuk Kembangkan Ekonomi dan Kolaborasi

Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI kini hadir dengan program strategis baru yang bertujuan untuk memperkuat jaringan ekonomi dan mendorong kolaborasi antara pelaku usaha di dalam maupun luar negeri. Acara ini akan digelar di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Kota Makassar, pada hari Rabu dan Kamis (25-26/3/2026). Selain itu, panitia juga mengundang saudagar Bugis Makassar dari berbagai belahan dunia.

Program baru yang dihadirkan PSBM pertama kali digagas oleh Menteri Perdagangan Indonesia ke 19, Jenderal HM Jusuf pada tahun 1993, sekitar 33 tahun lalu. Salah satu inisiatif utamanya adalah pemberian kesempatan kepada saudagar untuk mengajukan kredit Alsinta dengan bunga sebesar 3 persen dan maksimal pinjaman mencapai Rp2 miliar. Program ini dirancang untuk membantu pengusaha menjangkau modal lebih mudah, terutama dalam pengadaan alat dan mesin pertanian.

Penggagas PSBM, Jusuf Kalla, menjelaskan bahwa forum ini lahir dari keinginan untuk mendorong tumbuhnya lebih banyak pengusaha besar dari Sulawesi Selatan. Pada masa itu, para tokoh sepakat untuk mempertemukan saudagar baik yang tinggal di daerah maupun yang merantau. Forum PSBM dibangun dengan dua semangat utama, yaitu menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan mendorong kontribusi saudagar dalam pembangunan daerah asal mereka.

Jusuf Kalla juga menekankan bahwa PSBM tidak boleh hanya menjadi acara seremonial, tetapi harus menjadi ruang pertemuan nyata yang menghasilkan transaksi bisnis serta kemitraan antara para pengusaha, pemerintah daerah, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Program Strategis dan Tema Utama

Bak gayung bersambut, panitia PSBM XXVI menyusun berbagai program strategis untuk memperkuat persaudaraan dan mendorong kebangkitan ekonomi saudagar Bugis Makassar melalui kerja sama dalam dan luar negeri. Ketua Panitia PSBM XXVI, Ibnu Munzir, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membangun kembali kekuatan jejaring saudagar lintas wilayah hingga mancanegara.

Mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, PSBM XXVI diarahkan menjadi ruang aksi yang menghasilkan kerja sama nyata. Konsep tahun ini tidak lagi berfokus pada seremoni atau sekadar berbagi kisah sukses, tetapi pada implementasi program yang berdampak langsung bagi pelaku usaha.

Salah satu terobosan utama adalah agenda business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan mitra potensial lintas sektor dan wilayah. Forum ini juga akan menghadirkan sejumlah tokoh, termasuk kepala daerah asal Sulawesi Selatan, guna membuka peluang kolaborasi dan investasi.

Inisiatif Khusus dan Kerja Sama Internasional

Selain itu, panitia juga menyiapkan sejumlah program tematik seperti class room business yang menghadirkan sesi berbagi pengalaman antara saudagar dan kepala daerah, serta penguatan sektor ekonomi hijau (green economy). Dalam sektor ini, direncanakan kerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan daerah untuk penanganan persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah hingga tingkat kelurahan.

Pada sektor komoditas unggulan, PSBM XXVI menghadirkan ruang khusus kopi Sulawesi Selatan agar dapat menembus pasar global. Forum ini akan mempertemukan pelaku usaha, termasuk pihak industri seperti Kopi Kapal Api, dengan pemilik kebun kopi di Toraja, Enrekang, dan Mamasa. Panitia juga memastikan kehadiran pembeli dari China dan Belanda yang telah memiliki permintaan pasar.

Pertemuan tersebut diarahkan pada realisasi kerja sama bisnis, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan penjualan dan pembelian produk. Ibnu menegaskan, jaringan saudagar yang telah terbentuk selama ini akan diperkuat melalui PSBM, sekaligus diperluas untuk mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Kredit 3 Persen untuk Pengembangan Usaha

Wakil Sekjen BPP KKSS sekaligus anggota steering committee PSBM XXVI, Salahuddin Alam, menekankan pentingnya pemanfaatan skema pembiayaan untuk mendorong sektor produktif, khususnya ketahanan pangan. Ia menyebut PSBM XXVI akan mendorong pengusaha KKSS memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dengan plafon hingga Rp2 miliar.

Program ini dinilai penting untuk mengatasi keterbatasan akses permodalan dalam pengadaan alat pertanian. Menurutnya, KKSS siap mengawal implementasi program tersebut, termasuk membangun prosedur dan standar perbankan agar penyaluran kredit dapat diakses melalui jaringan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Dengan bunga sekitar 3 persen per tahun dan tenor hingga lima tahun, skema KUR Alsintan diharapkan mampu mempercepat pengembangan usaha berbasis pertanian dan peternakan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Keberlanjutan dan Tujuan Jangka Panjang

Melalui berbagai inisiatif tersebut, PSBM XXVI diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar forum silaturahmi, tetapi juga sebagai motor penggerak kolaborasi bisnis, investasi, dan penguatan ekonomi berbasis komunitas saudagar Bugis Makassar. Forum ini diharapkan menjadi wadah strategis dalam memperkuat jejaring, kolaborasi usaha, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi.

PSBM XXVI ditargetkan diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta diaspora Bugis Makassar di mancanegara. Dengan jumlah peserta yang cukup besar, forum ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah dan nasional.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *