"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Budaya  

Wisata Mangrove Lati Tuo: Pasar Tumpah Bernuansa Budaya Paser dengan Kuliner Khas

Inovasi Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Desa Klempang Sari

Di Desa Klempang Sari, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, kini hadir inovasi wisata yang menggabungkan kearifan lokal dengan alam. Di tengah kawasan objek wisata Mangrove Lati Tuo, terdapat Pasar Pakot Lati Tuo yang menjadi daya tarik baru bagi pengunjung.

Pasar tradisional yang dikemas dalam konsep “Pasar Tumpah” ini memberikan pengalaman unik bagi masyarakat dan wisatawan. Sejak dibuka pada 28 Maret lalu, pasar ini langsung menarik perhatian banyak orang. Pengunjung datang untuk menikmati kuliner khas sambil menyusuri keindahan hutan mangrove yang asri.

Konsep pasar yang menyatu dengan wisata alam ini menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan tidak hanya berbelanja, tetapi juga dapat merasakan atmosfer budaya lokal yang kental, sekaligus mendukung perekonomian masyarakat desa. Para pedagang yang berpartisipasi tampil mengenakan pakaian tradisional khas adat Paser, menambah nuansa etnik yang autentik.

Pengunjung seolah diajak kembali ke masa lalu dengan suasana pasar tradisional yang penuh warna budaya. Di berbagai sudut pasar, pengunjung dapat menemukan beragam makanan tradisional yang disajikan langsung oleh warga setempat. Menariknya, sejumlah kuliner hanya bisa ditemukan di Pasar Pakot Lati Tuo, memberikan pengalaman eksklusif bagi wisatawan.

Ragam makanan dan minuman yang ditawarkan cukup unik. Beberapa di antaranya berbahan dasar tumbuhan lokal yang diolah menjadi sambal khas hingga minuman herbal tradisional. Sistem transaksi di Pasar Pakot Lati Tuo juga menghadirkan pengalaman berbeda. Pengunjung diwajibkan menukarkan uang dengan koin berbahan kayu sebelum berbelanja. Seluruh transaksi dilakukan menggunakan koin tersebut, sehingga menambah kesan tradisional sekaligus menjadi daya tarik wisata.

Kepala Desa Klempang Sari, Sugiarto, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan hasil inisiatif desa bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan dukungan pihak ketiga. “Salah satu inovasi yang kita sepakati yaitu membuat pasar tradisional tumpah yang dinamakan Pakot Lati Tuo, artinya pasar hutan tua,” terang Sugiarto.

Kuliner yang disajikan merupakan perpaduan makanan khas lokal dengan sentuhan dari daerah lain, namun tetap menonjolkan cita rasa tradisional. “Kuliner yang ada di pasar Pakot Lati Tuo tidak ada di pasar lain, karena dimasak langsung di tempat sehingga bisa langsung dinikmati pengunjung,” tambahnya.

Ia menegaskan, kegiatan pasar tradisional tersebut akan digelar rutin setiap Sabtu dan Minggu, serta pada hari-hari besar nasional. Selain itu, pihak desa juga membuka peluang kerja sama dengan instansi maupun perusahaan untuk menggelar berbagai kegiatan di kawasan wisata mangrove tersebut.

Fokus kami adalah menyajikan masakan lokal yang memiliki kekhasan, sehingga hanya bisa ditemukan di Pakot Lati Tuo, tandas Sugiarto.

Hadirnya inovasi pasar tradisional di area wisata Mangrove Lati Tuo mendapat respon positif dari para pelaku UMKM lokal, dengan peningkatan jumlah pengunjung, penjualan mereka juga ikut meningkat. Seperti dirasakan oleh Isyanto, pemilik Bakpia Sari Berkah 99, yang turut merasakan peningkatan penjualan dari rumah produksi miliknya.

“Alhamdulillah sejak dibuka kemarin hingga hari ini, ada ribuan pengunjung yang datang ke lokasi wisata. Ini merupakan berkah bagi kami sebagai pelaku lokal, karena penjualan meningkat dua kali lipat,” ungkapnya. Bahkan, rata-rata produk yang dipasarkan oleh pelaku UMKM sudah habis terjual pada pukul 11.00 Wita.

Berbagai produk laris manis karena peningkatan jumlah pengunjung, itupun pelaku usaha sudah meningkatkan jumlah produksi, misalnya kemarin mereka menyiapkan 50 porsi dan hari ini 100 porsi, semua habis.

Dengan konsep unik yang ditawarkan di Wisata Mangrove Lati Tuo, Desa Klempang Sari dengan hadirnya Pasar Pakot Lati Tuo diharapkan dapat menjadi ikon wisata baru yang memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *