Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Tulungagung
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung pada Jumat (10/4/2026) malam. Dalam operasi tersebut, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo beserta sejumlah pejabat daerah diamankan. Ini menjadi peristiwa yang mengejutkan masyarakat dan memicu berbagai spekulasi mengenai dugaan tindakan korupsi yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait.
Gatut Sunu Wibowo, yang baru menjabat sebagai Bupati Tulungagung sejak Februari 2025, sebelumnya dikenal sebagai pengusaha material yang sukses. Ia memiliki jaringan usaha yang luas di wilayah Tulungagung hingga Trenggalek. Karier politiknya juga tergolong cepat, dengan perjalanan yang mulai melesat setelah bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada November 2021.
Sebelum menjabat sebagai bupati, Gatut pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung dari tahun 2021 hingga 2024, mendampingi Maryoto Birowo. Setelah itu, ia terpilih dalam kontestasi Pilkada Tulungagung 2024 dan resmi dilantik pada 20 Februari 2025.
Riwayat Pendidikan dan Harta Kekayaan
Pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam karier Gatut. Berikut adalah riwayat pendidikan lengkapnya:
- S2: UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (Lulus 2023)
- S1: Universitas Merdeka Malang (Lulus 1992)
- SMA: SMAK Santo Thomas Aquino (Lulus 1988)
- SMP: SMP Negeri Bandung, Tulungagung (Lulus 1985)
- SD: SDN Gandong 1 (Lulus 1982)
Dalam LHKPN 2022, Gatut Sunu Wibowo melaporkan total kekayaan sekitar Rp17,8 miliar. Berikut rinciannya:
- Tanah dan Bangunan Seluas 346 m2/150 m2 di TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI Rp205.950.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 180 m2/150 m2 di SURABAYA, HASIL SENDIRI Rp1.800.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 144 m2/120 m2 di TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI Rp333.330.000
- Tanah Seluas 3045 m2 di TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI Rp1.812.500.000
- Tanah Seluas 2494 m2 di TANAH LAUT, HASIL SENDIRI Rp1.187.619.000
Daftar Pejabat yang Diamankan
Selain Bupati, KPK juga mengamankan 12 pejabat dan staf Pemkab Tulungagung. Mereka dibawa ke Jakarta pada Sabtu (11/4/2026) setelah diperiksa sejak Jumat malam. Bus pelat kuning AG 7064 US dikawal oleh mobil Satuan Lalu Lintas, dan kelambu bus ditutup untuk menghindari pengenalan wajah para tersangka.
Empat pejabat tidak ikut dalam rombongan tersebut, antara lain:
- Plt. Sekda Kabupaten Tulungagung, Soeroto
- Kepala Dinas Kesehatan Desi Lusiana Wardani
- Direktur RSUD dr. Iskak Zuhrotul Aini
- Kepala Dinas Sosial Reni Prasetyawati
Sementara itu, ada 12 nama yang ikut dalam rombongan, yaitu:
- Kabag Pemerintahan Arif Effendi
- Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung (adik kandung Bupati Gatut Sunu), Jatmiko Dwijo Seputro
- Kabag Kesra Makrus Mannan
- Kepala Dinas Pertanian Suyanto
- Kepala Satpol PP Hartono
- Kabag Umum Yulius Rama Isworo
- Kepala Dinas PUPR Erwin Novianto
- Kabag Prokopim Aris Wahyudiono
- Kepala Bakesbangpol Agus Prijanto Utomo
- Ajudan Bupati Yoga Dwi Ambal
- Kepala BPKAD Dwi Hari Subagyo
- Staf di Bagian Umum Setda Kabupaten Tulungagung, Oki
Rombongan ini akan dibawa ke Surabaya terlebih dahulu, kemudian selanjutnya menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











