Pelantikan Sekda Ponorogo yang Menggantikan Pejabat Terjerat OTT KPK
Agus Sugiarto resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo setelah melalui proses seleksi terbuka. Ia dipilih dari tiga kandidat terbaik untuk menggantikan pejabat sebelumnya yang terjerat kasus korupsi. Pelantikan ini berlangsung pada Jumat, 10 April 2026, dan menandai awal era baru bagi pemerintahan daerah setempat.
Agus Sugiarto menggantikan Agus Pramono yang sebelumnya terlibat dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 7 November 2025 lalu. Keputusan pelantikan ini diambil setelah proses seleksi yang panjang dan kompetitif.
Alasan Pemilihan Sekda Baru
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengungkapkan alasan hingga memilih Agus Sugiarto sebagai Sekda. Dalam seleksi terbuka, terdapat tiga kandidat terbaik yang menjadi pertimbangan. Dua lainnya adalah Masun, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, dan Henry Indrawardhana, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
“Alasannya karena hari ini Ponorogo benar-benar membutuhkan seseorang yang pas banget membangun Ponorogo ini,” ujar Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lisdyarita. Dia menyatakan bahwa dua kandidat lainnya, Masun dan Henry Indrawardhana, tidak kalah kualitasnya dengan Ugin—sapaan akrab Agus Sugiarto. Namun, Ugin memiliki keunggulan lain yang membuatnya lebih cocok untuk posisi tersebut.
Peran Strategis Sekda
Peran Sekda Ponorogo dinilai sangat strategis karena mencakup koordinasi antara eksekutif dan legislatif, perencanaan pembangunan, serta menjembatani hubungan antar instansi. Menurut Lisdyarita, pekerjaan Sekda tidak bisa disetarakan dengan pekerjaan Kepala Dinas.
“Disini ada koordinasi, ada perencanaan, juga menjembatani eksekutif dan legislatif, ini penting sekali. Alhamdulillah kita punya sekda,” tambahnya.
Visi dan Tugas Sekda Ponorogo
Sekda Ponorogo terpilih, Ugin, menyampaikan visinya dalam menjalankan tugas. Pertama, ia akan meningkatkan koordinasi antara instansi vertikal dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kedua, memastikan bahwa program pembangunan berjalan efektif dan cepat. Ketiga, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui tata kelola pemerintahan yang baik. Keempat, melakukan evaluasi capaian pembangunan agar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Proses Seleksi yang Panjang
Pelantikan Ugin menjadi Sekda Ponorogo ini melalui proses panjang. Pendaftaran seleksi terbuka dibuka pada 6 Februari 2026 dan sempat diperpanjang. Awalnya, terdapat lima nama yang mendaftar, yaitu:
- Masun (Kepala Pelaksana BPBD)
- Henry Indrawardhana (Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana)
- Dewi Wuri Handayani (Asisten Administrasi Umum Setda)
- Imam Basori (Inspektur)
- Agus Sugiarto (Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asisten Daerah)
Mereka mengikuti serangkaian tes hingga terpilih tiga nama terbaik. Nama yang masuk tiga besar adalah Agus Sugiarto, Masun, dan Henry Indrawardhana.
Harapan dan Doa
Ugin mengaku sempat terkejut dengan dipilihnya dirinya. Namun, karena sudah didapuk, ia menyatakan akan berusaha memberikan yang terbaik. “Doakan ya mbak mas,” pungkasnya sambil berlalu.
Latar Belakang Seleksi
Seleksi Sekda Ponorogo dilakukan setelah Agus Pramono terjerat OTT KPK bersama Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko pada 7 November 2025 lalu. Proses ini menjadi langkah penting dalam memastikan kepemimpinan yang stabil dan profesional di Ponorogo.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











